- sponsor -

Korancrypto.com – Bicara soal Blockchain, masih banyak masyarakat yang belum mengerti dan menganggap Blockchain sebagai Bitcoin.

Padahal, Blockchain adalah sebuah teknologi yang ada dalam konsep pengiriman Bitcoin.

Sampai saat ini Bank Sentral di dunia bahkan Bank Indonesia (BI) terus melakukan kajian soal pengembangan teknologi Blockchain.

Teknologi Blockchain ini bisa diterapkan sampai lapisan terbawah.

Baca Juga : Apa itu Blockchain ???

Usaha Mikro, Kecil dan Menengan (UMKM) pun bisa merasakan berbisnis dengan Blockchain.

Berikut adalah petikan wawancaranya Pandu Sastrowardoyo kepada CNBC Indonesia melalui surat elektronik pekan lalu.

Apakah Blockchain bisa diterapkan di UMKM?

Selama ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami kesulitan untuk mendapatkan tambahan modal lewat perbankan maupun pemberi pinjaman lainnya untuk melakukan peningkatan skala bisnis. Hal ini dikarenakan kurangnya literasi finansial dan digital yang menyebabkan rendahnya validitas data yang diberikan UMKM kepada pemberi pinjaman. Untuk itu inovasi diperlukan.

Saat ini ada sebuah platform khusus bernama Kendi. Kendi merupakan singkatan dari Keuangan Digital di mana dibentuk agar menjadi solusi untuk masalah tersebut.

Jadi Inovasi Keuangan Digital modern untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini merupakan yang pertama kalinya. Di mana menggabungkan sistem Point-of-Sale, P2P Funding, dan teknologi Blockchain. Aplikasi ini menyediakan fasilitas pencatatan transaksi, pelaporan dan analisis keuangan, pendanaan, serta audit bisnis transparan untuk meningkatkan skala bisnis UMKM Indonesia.

Seperti apa konkretnya?

Seorang pedagang nantinya bisa mempergunakan aplikasi ini semudah memakai kalkulator biasa untuk mencatat transaksi. Yah semacam sistem kasir tapi fungsionalitasnya mirip dengan seorang office manager karena kami muat dengan financial report juga.

Dari investor, mereka dapat melihat kesehatan finansial peminjam langsung berdasarkan data perdagangan. Tidak usah lagi mencoba menebak lewat data2 dari pihak ketiga.

Konkritnya, pengusaha dapat memperlaris usaha mereka lewat laporan dan pijaman yang sesuai dengan kebutuhan mereka, dan investor dapat meng-akses peminjam yang lebih bisa dipercaya, dengan cepat dan lancar.

Apakah sudah berjalan?

Pelaksanaan implementasi platform Kendi ini akan bermula di Solo, diharapkan untuk bekerjasama dengan Pemerintahan Kota Solo, Dinas Koperasi, Dinas Kominfo, serta Universitas Sebelas Maret (UNS).

Sebagai tahap awal rangkaian pelaksanaan, Kendi telah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan banyak pihak di antaranya kalangan UMKM, kalangan pemberi pinjaman (Lender) baik individu maupun institusional, pihak akademis dari UNS, serta perwakilan Pemerintahan Solo yaitu Dinas Koperasi dan Dinas Kominfo.

FGD ini dimaksudkan untuk menyamakan visi antara perwakilan calon pengguna aplikasi, otoritas, pakar, serta tim Kendi; (b) mencoba prototipe aplikasi Kendi tersebut secara langsung dalam kondisi mendekati kenyataan; (c ) mendapatkan masukan dari pengguna aplikasi, otoritas, serta pakar, demi melakukan penyempurnaan akhir dari fitur-fitur aplikasi Kendi tersebut.

Jadi kita melihat dahulu aspirasi UMKM Solo agar mendapatkan solusi yang mumpuni untuk pencapaian dana.

Outputnya?

Tidak banyak solusi yang memiliki fokus UMKM, khususnya untuk yang skala Mikro. Untuk itu harus ada solusi yang dapat membantu UMKM dari semua industri untuk mencatat bisnisnya dengan lebih baik serta mendapatkan pendanaan untuk tumbuh pesat. Harapannya, solusi ini akan menjadi solusi nasional untuk Indonesia yang memiliki permasalahan fragmentasi data akibat kenyataan geografisnya: 17,000 pulau dan 34 provinsi.

Apakah para UMKM ini mampu menggunakan sebuah teknologi?

Kunci utamanya ada di mudahnya penggunaan, atau ease-of-use. Aplikasi Kendi mempermudah UMKM melakukan input data dengan prinsip one-handed atau satu tangan, lebih mudah dari mempergunakan kalkulator sayur sekalipun. Data yang masuk tersebut nantinya akan dijaga oleh Blockchain yang node-nya dipasang di beberapa pihak, sehingga tidak bisa diutak-atik oleh siapapun. Pemberi pinjaman atau lender dapat melihat data secara jelas, sehingga kepercayaan antara UMKM dan lender dapat terbangun.

Jadi nantinya UMKM bisa mendapatkan dana dengan mudah?

Ini adalah masa-masa yang sangat menarik untuk Indonesia, karena pada saat yang sama teknologi Blockchain sedang booming, begitu pula dengan peer-to-peer lending. Uniknya Kendi adalah kemampuan kami untuk menggabungkan keduanya, dengan bantuan sistem POS yang menjaga kebersihan data semenjak awal, dan fokus terhadap UMKM secara holistik.

- sponsor -