- sponsor -

Kinerja mata Uang Kripto Meroket pada tahun 2021 memang cenderung sangat baik dibandingkan tahun sebelumnya. Termasuk juga di akhir bulan November 2021 kinerja pasar kripto masih cukup baik.

Hal ini terpantau masih baik meskipun ada beberapa jenis kripto yang masih terkoreksi sejak bulan sebelumnya. Bahkan, lebih dari 50 persen mata uang kripto di bulan lalu mengalami penurunan harga.

Data ini disampaikan langsung oleh CoinMarketCap yang menyebutkan terdapat 10 jenis kripto dengan kapitalisasi besar hingga lebih dari US$20 miliar. Tentunya kesepuluh mata uang kripto ini bervariasi.

Kabarnya, di bulan lalu dari kesepuluh mata uang kripto tersebut hanya tiga kripto yang berhasil melonjak. Sedangkan tujuh jenis mata uang kripto lainnya masih mengalami koreksi yang cukup banyak.

Mata Uang Kripto yang Meroket

Korancrypto - Mata Uang Kripto yang Melonjak

Menurut catatan dari CoinMarketCap terdapat tiga kripto big cap yang memiliki kineja positif yaitu Solana, Binance Coin dan Ethereum. Sedangkan, beberapa jenis lainnya masih terpantau terkoreksi dalam sebulan terakhir.

Kabar baiknya, Ethereum berhasil melonjak hingga 7,36 persen selama bulan November lalu. Sementara, Binance Coin menyusul dengan pelonjakan cukup pesat mencapai angka 19,32 persen di bulan yang sama.

Satu jenis lainnya yaitu Solana berhasil melonjak di angka 6,2 persen di bulan November lalu. Sebaliknya, kripto berkapitalisasi pasar terbesar yaitu Bitcoin tumbang hingga mencapai 6,65 persen pada bulan lalu.

Memasuki minggu pertama bulan lalu, Bitcoin dan Ethereum sebenarnya berhasil mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Angka yang dicapainya juga sangat fantastis membuat para investor mendadak cuan.

Bitcoin berhasil memasarkan uang kritponya di angka US$ 68.662,62 untuk setiap koinnya. Sementara itu, Ethereum mencapai titik tertinggi sepanjang masa dengan berhasil mencapai angka US$ 4.836,75 per koinnya.

Meskipun berhasil mencapai rekor tertinggi, kedua unggulan kripto ini mulai tumbang di pertengahan bulan November. Bahkan, di akhir bulan dalam kondisi terbalik mencapai level terendah dalam satu bulan terakhir.
Dalam sebulan terakhir kripto Bitcoin menyentuh titik terendah selama sebulan terakhir yaitu di angka US$ 53.569,76 setiap koinnya. Sedangkan, Ethereum mencapai angka US$ 3.995,78 setiap koinnya.

Beberapa media menyebutkan adanya kondisi ambruk karena disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya karena adanya sentimen terhadap kemunculan varian virus Covid-19 baru yaitu bernama Omicron.

Investor Cuan yang Jumlahnya Banyak

Koran Crypto - Investor Cuan yang Jumlahnya Banyak

Salah satu penyebab menurunnya harga kripto big cap adalah adanya Varian Omicron yang ditemukan di Afrika Selatan. Hal tersebut membuat kekhawatiran para investor membuat beberapa aset menurun.

Kondisi kripto big cap yang menunjukkan zona hijau hanya beberapa. Akan tetapi, hal ini didukung oleh adanya beberapa koin yang memiliki kapitalisasi pasar kecil tetapi berhasil melonjak hingga ratusan persen.

Beberapa kripto yang dianggap receh berhasil melonjak pada bulan lalu seperti gala (GALA). Jenis mata uang kripto ini berhasil melonjak hingga mencapai angka 560 persen sepanjang bulan November lalu.

GALA merupakan salah satu koin play to earn yang berhasil diperdagangkan pada angka US$ 0,6349 setiap koinnya. Tidak hanya GALA, terdapat beberapa jenis token play to earn yang berhasil meroket.

Salah satunya adalah kripto bernama The Sandbox (SAND) yang berhasil melesat hingga 336 persen. Pelesatan ini membuat SAND berhasil diperdagangkan pada angka US$ 6,72 untuk setiap koinnya.

Selain kedua jenis uang kripto tersebut, satu nama kripto yang juga ikut melambung adalah Loopring (LRC). LRC berhasil melesat mencapai angka 390 persen dan diperdagangkan pada angka US$ 2,73.

- sponsor -