- sponsor -

Tren Bearish | Belakangan ini, perusahaan perbankan terbesar di Amerika Serikat seperti JPMorgan Chase tengah sibuk melakukan analisa di Bitcoin. Menurutnya, mata uang kripto seperti bitcoin saat ini sedang tren pelemahan atau bearish.

Dikutip dari laporan Bloomberg, beberapa tim analis dari perusahaan JPMorgan di mana dipimpin langsung oleh Nikolaus Panigirtzoglu menyatakan bahwa bitcoin benar-benar sudah memasuki tren bearish.

Sudah banyak petunjuk yang menandakan bahwa tren ini benar-benar terjadi, walau pada dunia perdagangan sendiri bitcoin masih sempat rebound. Tidak sedikit analis di seluruh dunia yang membaca dan menilai ruang gerak dari mata uang satu ini.

Para analis juga menjelaskan bahwasanya pangsa pasar atas bitcoin di mana relatif tertekan atas total nilai keseluruhan pasar kripto merupakan tren lain yang cukup mengkhawatirkan.

Fenomena Bitcoin atas Tren Bearish
Fenomena Bitcoin atas Tren Bearish

Fenomena Bitcoin atas Tren Bearish

Menurut fakta yang ada, setiap analisis pada pasar kripto didasarkan lewat transaksi rata-rata harian dan kontrak. Dalam hal ini, penghitungan tersebut didasarkan pada hitungan dari 21 hari dari kontrak (futures) Bitcoin di mana tersebar di harga spot.

Berdasarkan data, JPMorgan telah menunjukkan fakta di mana kurva futures atas bitcoin mengalami kemunduran besar sejak tahun 2018. Tepat sebelum turun sebesar 74% besarnya, di mana sebelumnya mengalami peningkatan pada tahun 2017.

Berbagai ahli dari perusahaan perbankan terbesar Amerika Serikat (AS) ini juga menyebut Bitcoin hingga saat ini telah menyumbang sebesar 42 persen dari semua sistem kapitalisasi di dunia. Bisa dibilang, turun sampai dengan 70% pada awal tahun.

Karena fenomena besar ini, tidak sedikit analis dari perusahaan JPMorgan yang memberikan pandangan di mana nanti Bitcoin mendapatkan kembali bagiannya sampai 50 persen, kondisi tersebutlah yang akan menjadi acuan apakah tren bearish telah berakhir atau belum.

Lewat akhir bulan kemarin, Panigirtzoglou telah memberikan prediksi berupa mata uang kripto seperti bitcoin akan mengalami koreksi besar. Hal tersebut akan terjadi apabila nilai tukar dari mata uang tersebut tidak segera naik ke level US$ 60 ribu.

Lewat Prediksi Panigirtzoglou tersebut, saat ini telah tercatat terjadi penurunan nilai tukar mata uang Bitcoin sampai dengan level terendahnya di harga US$ 30 ribu. Dari hal ini, tentu bisa diketahui bahwa ini adalah fenomena besar pada pasar kripto.

Penyebab Nilai dan Harga Kripto Selalu Ambles
Penyebab Nilai dan Harga Kripto Selalu Ambles

Penyebab Nilai dan Harga Kripto Selalu Ambles

Lewat fakta yang ada, saat ini pola dari pergerakan mata uang kripto memang terus mengalami pelemahan, terlebih pada akhir pekan. Pelemahan ini memang sebenarnya sudah terjadi pada beberapa bulan ke belakang.

Pada hari Senin sampai dengan Jumat, kripto tercatat dapat melenggang sampai dengan zona hijau. Namun ketika memasuki akhir pekan, harga kripto tersebut malah cenderung berbalik ke arah zona merah.

Penurunan yang terus terjadi di akhir pekan ini memang tidak lain disebabkan oleh efek signifikan regulator di banyak negara atas masa depan mata uang digital. Setidaknya ada tiga penyebab di mana penjelasannya yaitu sebagai berikut.

Penyebab pertama karena traffic dari trading kripto cenderung menurun pada akhir pekan. Menurut pakar dari pasar kripto, mereka menilai bahwa fenomena mengenai jumlah transaksi yang sedikit merupakan penyebab utamanya.

Saat volume transaksi di angka rendah, maka traffic trading juga akan sepi. Selain itu, McKeon juga memiliki alasan di mana bank-bank tidak banyak beroperasi di akhir pekan.
Karena keterbatasan jam operasional bank ini, tidak sedikit investor yang tidak bisa menambahkan uang ke dalam rekening. Kemudian, penyebab yang lain juga datang dari manipulasi pasar.

Manipulasi pasar yang dimaksud di sini yaitu saat “mereka” memengaruhi harga kripto secara artifisial. Karena fenomena tersebut, terjadi kondisi di mana harga kripto selalu berjatuhan pada akhir pekan.

 

- sponsor -