//Tolak Bitcoin Tetapi Investasi di Teknologi Blockchain
investasi blockchain

Tolak Bitcoin Tetapi Investasi di Teknologi Blockchain

[Total: 0    Average: 0/5]

Korancrypto.com – Bank besar di dunia menolak pengunaan bitcoin sebagai mata uang digital tetapi melakukan investasi besar-besaran di blockchain. Tercatat beberapa bank besar di dunia sudah mengeluarkan US$ 50 Juta untuk menciptakan kas digital dengan teknologi blockchain.

Investasi ini ditujukan pada penyelesaian transaksi keuangan yang lebih cepat dan transparan. Beberapa bank besar sudah mengungkap bahwa sedang melakukan pengembangan awal blockchain seperti UBS, Banco Santander, Bank New York Mellon Corp, State Street Corp, Credit Suisse Group AG, Barclays PLC, HSBC Holdings PLC dan Deutsche bank AG.

Sistem berbasis blockchain ini direncanakan rampung pada tahun 2020. Proyek ini sebelumnya dikenal dengan sebutan utility settlement coin, yang diusulkan pertama kali oleh Bank Swiss UBS Group AG pada tahun 2015 dan startup berbasis teknologi di London Clearmatics. Awal tujuan dibuatnya adalah untuk menyelesaikan masalah sistem kliring supaya lebih efisien.

Blockchain sendiri muncul pertama kali sebagai perangkat lunak yang membangun Bitcoin. Sampai saat ini pihak bank dan lembaga keuangan lainnya telah menginvestasikan jutaan dollar untuk menguji dan mengembangkan sistem blockchain ini dengan tujuan mengurangi biaya dan kompleksitas kedepannya, salah satu contohnya yaitu pembayaran internasional.

Koin yang akan diciptakan nanti akan setara dengan kas digital dari mata uang yang didukung oleh bank sentral seperti dollar atau euro yang dibangun diatas teknologi blockchain.

JPMorgan Chase & Co mengumumkan telah menciptakan JPM Coin pada bulan Februari lalu yang memungkinkan transfer instan antar rekening.

Bagaimana menurut anda tentang “Tolak Bitcoin Tetapi Investasi di Teknologi Blockchain” ?

Baca Juga : Teknologi Kulkas Berbasis Blockchain Akan Segera di Hadirkan