//Teknologi Blockchain Rumah Sakit Korsel
teknologi blockchain rumah sakit

Teknologi Blockchain Rumah Sakit Korsel

[Total: 1    Average: 5/5]

Korancrypto.com – Teknologi blockchain rumah sakit yang di khususkan untuk menyimpan data pasien yang di tawarkan oleh perusahaan Insilico Medicine Bioteknologi sudah mendapatkan kesepakatan dengan rumah sakit Gil Medical Center di Korea Selatan. Mereka akan menciptakan blockchain yang bertujuan untuk menyimpan data. Pengumuman ini di umumkan oleh kedua pihak pada 23 April.

Sebagai bagian dari kolaborasi, kedua pihak berniat mengembangkan blockchainnya diatas platform blockchain Exonum Bitfury untuk meningkatkan efisiensi pengumpulan data, mendorong proses penelitian medis dan memastikan pengelolaan data ini sesuai persetujuan pasien yang bersifat transparan.

Longenesis akan menyediakan ekosistem yang aman bagi Gil Medical Center untuk menyimpan, mengunggah dan mengelola data pribadi pasien. teknologi blockchain ini nantinya juga memungkinkan pasien untuk mengontrol dan mengakses data mereka juga. Tujuan dasar diciptakannya platform medis berbasis blockchain ini adalah untuk memenuhi peraturan Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA) dan General Data Protection Regulation (GDPR), karena rumah sakitnya juga melayani pasien selain orang Korea.

Pada awal April, Bitfury dan Longenesis bersama-sama meluncurkan sebuah produk berbasis blockchain dalam industri kesehatan juga yang mengikuti syarat dan ketentuan dari GDPR dan HIPAA. Pada pertengahan Maret kemarin, Seoul Medical Center mengumumkan rencana untuk meluncurkan platform yang berbasis blockchain untuk meningkatkan layanan medisnya. Proyek yang dinamakan “Rumah Sakit cerdas” ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi data dan mengurangi waktu pemrosesan untuk rumah sakit tersebut.

Pada bulan Februari kemari juga dilaporkan bahwa dana pertumbuhan inovasi di Seoul akan mempromosikan proyek-proyek blockchain di negara mereka. Pemerintah menyediakan bantuan investasi lebih dari 1 Milliar USD atau setara 14 Trilliun Rupiah untuk perusahaan startup blockchain dan fintech pada tahun 2022.

Baca Juga : CEO Twitter Percaya Bitcoin Akan Menjadi Mata Uang Internet