- sponsor -

Pashtana Durrani mendefinisikan Tabilan sebagai orang yang hanya berperang di daerah kumuh dan penuh pegunungan sehingga tidak memiliki latar belakang tentang keuangan modern. Ini membuat kelompok Taliban Tidak Mengerti Kripto.

Memang belum semua orang memiliki pandangan yang tepat soal kripto. Pasalnya, sosialisasi mengenai kripto sendiri tidak pernah berlangsung dengan teliti. Tiba-tiba saja dunia sudah merubah tatanannya ke jenis mata uang digital yang dianggap lebih strategis dan canggih.

Sangking rendahnya literasi masyarakat modern membuat banyak tokoh politik negara yang bahkan belum memiliki pengetahuan apapun soal ini. Apalagi kelompok Taliban yang notabene masih sangat konservatif dan cenderung menghindari hal-hal berbau modern.

Pashtana Durrani yang merupakan pendiri organisasi di bidang pendidikan perempuan dan anak di Afganistan menilai bahwa latar belakang pendidikan yang rendah dari kaum Taliban membuat mereka mengurung diri di hal-hal konservatif. Tidak akan tahu soal kripto.

Taliban Tidak Mengerti Kripto Dan Tidak Akan Pernah Mengadopsi Kripto

Korancrypto - Taliban Tidak Mengerti Kripto Dan Tidak Akan Pernah Mengadopsi Kripto

Selama negara ini masih berada di bawah kekuasaan Taliban, maka negara ini tidak akan memiliki literasi keuangan yang bagus. Di tatanan dunia modern sekarang Kripto telah muncul sebagai sebuah jenis mata uang yang dianggap lebih efektif dalam kebutuhan sekarang.

Di lain sisi, banyak tokoh politik dunia yang tampaknya ingin memberikan cairan dana yang dikendalikan pemerintah asing di Afganistan kepada pemimpin negara tersebut. Alih-alih menggunakan jenis mata uang modern, mereka bahkan tidak mengetahui apa itu.

Pendiri LEARN Afganistan, Pashtana Duranni menilah bahwa pertimbangan pencairan dana itu sebaiknya menggunakan entitas yang diketahui oleh pihak Taliban melalui LSM Non-pemerintah. Jangan pernah menggunakan teknologi baru semacam kripto di negara itu.

Aset cair yang dikirimkan melalui kripto membuat pemerintah Taliban di negara tersebut tidak akan memahamnya. Jika pencairan dana dikirimkan ke bank swasta, pihak Taliban tidak akan mengerti cara mengaksesnya. Bahkan mereka tidak memiliki rekening bank.

Pashtana melanjutkan kalau Afganistan ini pembuat krisis yang berperang di daerah desa dan gunung sehingga tidak memiliki pengetahuan untuk pergi ke bank, bahkan untuk sekedar mengisi formulirnya. Jika melihat kondisi di sana, bahkan penduduk tidak bisa ke bank.

Banyak penduduk yang tidak dapat menarik yang dari bank meskipun beberapa kali pencairan dana dikirimkan kepada mereka. Banyak organisasi yang ingin membantu Afganistan dengan mengirim sumbangan dalam bentuk kripto dan aset digital lain, tetapi tidak bisa diakses.

Kripto dianggap Dapat Menyelamatkan Afganistan

Koran Crypto - Kripto dianggap Dapat Menyelamatkan Afganistan

Menurut salah satu pendiri dari Ethereum, Charles Hoskinson, aset digital seperti kripto dapat digunakan untuk menyelamatkan seluruh pengungsi di Afganistan. Kripto bisa digunakan sebagai alat untuk memerangi perilaku Taliban, tanpa menyebutkan pasti jenis kripto.

Dia percaya bahwa kripto akan memainkan peran yang besar di kondisi kekuasaan Taliban saat ini. Charles beranggapan bahwa peran akan terus terjadi dan aset yang mereka miliki akan habis seiring waktu. Tetapi dengan aset digital, ini akan lebih aman dan terjaga.

Beberapa waktu lalu, kripto dengan jenis Bitcoin telah menjadi yang diutamakan di Afganistan selama perang 20 tahun. Tetapi adaptasi kripto ini segera hilang ketika Taliban yang kuasai lagi negara tersebut. Sehingga menyimpan kripto adalah solusi yang bisa digunakan.

Kripto berulang kali menjadi kegemaran banyak orang karena aset digital ini dapat menjadi tempat penyimpanan dengan jumlah yang besar dan nominalnya bertambah. Ini juga yang bisa dimanfaatkan oleh orang Afganistan karena Taliban tidak mengerti soal aset itu.

- sponsor -