- sponsor -

Sosok Idan Abada mendadak jadi sorotan setelah Sukses Nambang Bitcoin hanya dengan menggunakan mesin sederhana. Aksinya tersebut bahkan sukses mencuri perhatian dan viral di TikTok, dengan 2,6 juta kali dilihat.

Mesin mini senilai $875 (sekitar Rp 12 jutaan) itu bahkan bisa dijalankan dengan memanfaatkan listrik gratis dari kedai kopi Starbucks. Sekilas, tampilan alat yang digunakan Idan sangat berbeda dari kebanyakan.

Sukses Nambang Bitcoin yang Dijalankan Lewat Laptop

Sukses Nambang Bitcoin yang Dijalankan Lewat Laptop

Alih-alih menggunakan alat penambang Bitcoin yang menghabiskan biaya hingga puluhan bahkan ratusan ribu dollar, Idan memutuskan untuk membuat mesinnya sendiri. Semua dikerjakannya dengan berbekal kreativitas dan beberapa rangkaian modul elektronik.

Mesin tersebut terdiri dari hub USB multi-port, kipas mini yang telah terpasang, dan sepuluh stik USB. Masing-masing berisi dua chip penambangan ASIC yang diproduksi oleh Bitmain. Relatif sederhana dan murah.

Dirinya mengatakan bahwa alat penambang tersebut sangat mudah dijalankan karena hanya membutuhkan laptop dan port USB sederhana. Bukan seperti mesin mining bitcoin tradisional yang biasanya berjumlah puluhan dan bahkan ratusan.

Mesin Sederhana Senilai Rp 12 jutaan

Mesin Sederhana Senilai Rp 12 jutaan

Abada mulai menambang bitcoin di kamarnya dari sebuah rumah pada tahun 2015, bersama temannya yang bersedia membayar biaya ekstra untuk penggunaan daya listrik. Dari sana, ia kemudian mendirikan Bitcoin Merch.

Bitcoin Merch yang didirikan pada 2017 itu pada awalnya hanya menjual beberapa kabel dan peralatan dasar untuk menambang. Kini, usaha Abada tersebut semakin dikenal berkat keberadaan mesin mini bernama NewPac.

Harganya juga terbilang sangat murah untuk kelas penambang pemula, yakni $875 (sekitar Rp 12 jutaan). Rangkaiannya terdiri dari rig mini-USB memiliki dua chip ASIC dengan masing-masing berjumlah 20 chip.

Manfaatkan Listrik Gratis dari Starbuck

Manfaatkan Listrik Gratis dari Starbuck

Karena mesin rancangan Abada tersebut berukuran mini, pengoperasiannya menjadi jauh lebih mudah dan hemat. Ia mengatakan bahwa untuk menjalankannya hanya cukup di atas meja kafe seperti Starbucks misalnya.

Dalam sebuah videonya yang viral di TikTok, Abada menggunakan mesin sederhana itu untuk menambang Bitcoin dengan memanfaatkan listrik gratis dari Starbucks. Tayangan tersebut kemudian viral dan telah ditonton jutaan kali.

Jelas, apa yang telah dilakukan oleh Abada adalah sebuah pemandangan yang sangat tidak biasa. Di mana para miner biasa menggunakan fasilitas besar dengan peralatan lengkap untuk melakukan aktivitas penambangan bitcoin.

Alasan di Balik Larisnya Alat Sederhana Buatan Abada

Alasan di Balik Larisnya Alat Sederhana Buatan Abada

Ada tiga alasan utama mengapa orang membeli rig, kata Abada. Salah satunya adalah, alatnya dapat digunakan sendiri untuk mencoba memecahkan blok, yang terjadi setiap 10 menit dengan perolehan nilai 6,25 bitcoin.

Meski demikian, Abada mengatakan bahwa kemungkinan dari pencapaian nilai tersebut adalah satu dalam satu miliar. Ia juga membandingkannya dengan ibarat bermain lotre setiap 10 menit, sehingga benar-benar menguji kesabaran pengguna

Alasan kedua orang membelinya adalah untuk tujuan pendidikan, sebagai pengetahuan dasar soal dunia cryptocurrency. Ketiga,pengguna dapat mencoba alat tersebut dengan tujuan pemakaian overclocking untuk menguji batas kemampuannya.

Abada Ingin Semua Orang Berkesempatan Menambang Bitcoin

Abada Ingin Semua Orang Berkesempatan Menambang Bitcoin

Terlepas dari kehebohan alatnya yang bisa digunakan seperti penambang portable sederhana, Abada justru memiliki rencana mulai di balik kreasinya tersebut. Ia ingin suatu saat kegiatan menambang bitcoin bisa dilakukan siapapun.

Karena dia menambang di Los Angeles, di mana biaya listriknya adalah 22 sen per kilowatt jam, jika dia menjalankan rignya 24 jam sehari, dia membayar total biaya listrik sebesar $15,84.

Selain itu, Abada juga mengatakan bahwa penambang mininya mampu menghasilkan 0,0002478 bitcoin per bulan, dengan dikurangi biaya penambangan 5%. Jika dilihat dengan asumsi pengeluaran listrik di atas, tentu sangat murah.

 

- sponsor -