- sponsor -

Akhir-akhir ini harga bitcoin menjadi salah satu pembahasan yang ditunggu oleh banyak orang terutama mengenai update beritanya. Hal ini terjadi dikarenakan terjadinya fenomena yang membuat dunia kripto sangat terguncang.
Dimana dapat diketahui oleh semua orang bahwasanya semenjak awal tahun 2022 ternyata justru nilai dari token BTC dan token kripto lainnya mengalami penurunan. Apalagi penurunan harga tersebut terjadi level terendahnya.
Sebab ketika dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi penurunan lebih dari 50%. Maka dari itulah menjadi suatu hal wajar apabila banyak pihak merasa pusing dengan kondisi ini. Namun saat ini sudah mulai bermunculan kabar yang cukup melegakan.

Dimana terdapat kabar bahwasanya nilai BTC sudah mengalami penguatan walaupun sedikit sehingga mengalami pemulihan. Kabar mengenai nasib dari BTC sangatlah penting untuk membantu trader berkecimpling kembali di kripto.

Update Harga Bitcoin Usai Kabarnya Mulai Menguat
Sebelumnya semua orang merasa khawatir dengan masuk dari BTC karena berada di nilai terendahnya. Bahkan token ini sempat menyentuh USD 34.000. Namun selama 24 jam terakhir ternyata sudah mulai mengalami penguatan meskipun sedikit.
Dapat diketahui apabila selama 24 jam terakhir ternyata nilai dari BTC sudah menyentuh angka USD 36.000. Pada 24 Januari dapat diketahui apabila jika sudah mengalami peningkatan sehingga menyentuh angka USD 35.000.
Namun pada tanggal 25 Januari berangsur mengalami peningkatan hingga harga bitcoin berhenti di angka USD 36.000. Dan ternyata sebagian besar token kripto sudah mengalami peningkatan walaupun untuk alternatif coin masih menunjukkan grafik turun.

Berdasarkan data yang dilansir dari Coinmarketcap, Selasa pagi, BTC mengalami penguatan sebesar 3,76% sehingga untuk nilai akuratnya masih berada di level USD 36,711,19. Sedangkan mengenai token lainnya seperti Ethereum juga menguat sebanyak 0,68% di level USD 2.447,09.
Berdasarkan analisa, bahkan angka dari BTC diperkirakan masih akan mengalami peningkatan. Sesuai yang dikatakan oleh Andrew Suhalim selaku CEO Litedex Protocol “Level USD 36.000 tentunya dapat menjadi suatu area support BTC yang kuat agar dapat rebound hingga ke level USD 40.500 sampai USD 43.000 dalam jangka pendek”.

Nasib BTC Setelah Diyakini Mulai Stabil
Setelah mengetahui mengenai kabar menguatnya harga bitcoin tentunya kabar bisa memberikan angin sejuk kepada para trader. Namun dibalik terjadinya fenomena ini ternyata terdapat beberapa penyebabnya.Salah satunya adalah pergerakan dari Investor ritel yang mempengaruhi dorongan harga bitcoin naik. Apalagi dalam sepekan ini ternyata tingkat kekhawatiran investor juga mengalami penurunan 12 poin berdasarkan indeks fear and greed.
Apabila ingin mengambil tindakan maka sangat disarankan untuk menunggu dan memperhatikan kabar terkini. Sebab Andrew Suhalim juga menyarankan hal serupa dikarenakan akan adanya update informasi tantrum dari the Fed.
Bisa diketahui juga bahwasanya dominasi dari token BTC juga mempengaruhi pasar kripto sebanyak 42%. Dengan adanya hal ini maka dapat dijadikan sebagai salah satu acuan untuk melirik koin kripto lainnya.Pasar saham AS sendiri ternyata juga mulai menguat pada minggu ini. Sebelumnya indeks saham utama jatuh dikarenakan pengamatan rapat pertama Federal Reserve yang akan berlangsung pada minggu ini.

Karena itulah mengenai nasib dari BTC tentunya akan kerat kaitannya dengan keputusan yang akan diambil oleh The Fed saat rapat nantinya.
Walaupun mengalami penguatan secara perlahan namun tetap saja terdapat beberapa spekulasi yang justru membingungkan para investor. Disisi lain ada analisa yang memprediksi kenaikan harga bitcoin, namun disisi lain banyak pihak mengkhawatirkan keputusan The Fed.

 

 

- sponsor -