- sponsor -

Dari berita terbaru Amerika Serikat (AS) juga para sekutunya, telah memberikan Sanksi Bagi Rusia. Hal tersebut, setelah terjadinya penyerangan dilakukan pada Moskow kepada Ukraina terjadi selama satu minggu lalu.

Hal tersebut, tentu telah menjadi sebuah masalah yang mengancam perdamaian dunia untuk keamanan. Dari Binance memberikan aksi tegas dengan mereka telah melakukan pemblokiran terhadap ekosistem dari blockchain.

Keadaan ini, memberikan terputusnya pertukaran aset berupa mata uang digital di Rusia sendiri. Hal tersebut, tentu juga berdampak besar terhadap perekonomian serta keadaan dari kripto di pasaran untuk sekarang.

Meskipun begitu, aksi pemblokiran sendiri hanya dilakukan pada sebagian atau beberapa pemegang akun kripto. Keadaan ini, hanya ditargetkan kepada beberapa akun yang sudah terkena sanksi secara internasional.

Hilangnya perdamaian dunia akibat dari sekarangan dilakukan oleh Rusia terhadap Ukraina memberikan dampak besar. Dari CEO Changpeng Zao, juga memberikan informasi jika tidak semua orang Rusia dikenakan pemblokiran.

Hanya sebagian saja nantinya tidak bisa mengakses pertukaran crypto untuk sementara ini. Hal tersebut, membuat mereka tidak bisa mengakses platform atau akun dimiliki dalam bermain pada pasar mata uang digital.

Untuk Binance sendiri, juga dikatakan oleh Zhao memiliki aturan yang sangat ketat. Sehingga sanksi tegas akan selalu diberikan, kepada orang – orang telah melanggar peraturan ditetapkan ketika sedang berinvestasi.

Hanya Beberapa Saja yang Terkena Sanksi Bagi Rusia

Korancrypto - Hanya Beberapa Saja yang Terkena Sanksi Bagi Rusia

Dikatakan secara jelas oleh CEO Zhao, jika siapa saja sudah masuk pada daftar sanksi. Maka mereka sudah tidak dapat mengakses kembali platform Binance tersebut, untuk dapat melakukan penghimpunan dana digital.

Hal tersebut, tentu akan menjadi sebuah kerugian tersendiri bagi si pemegang investasi sendiri. Namun, hal tersebut merupakan sebuah tindakan tegas atas serangan telah dilakukan oleh pihak Rusia terhadap Ukraina.

Meskipun begitu, bagi siapa saja yang tidak masuk pada daftar sanksi, maka tetap bisa berinvestasi. Melakukan aksi jual beli mata uang digital tetap dapat dilakukan secara bebas tanpa ada hambatan.

Ditambahkan juga oleh sang CEO ini, jika melakukan pembatasan di luar daftar individu dikatakan kurang tepat. Hal tersebut, juga tidak etis ketika membatasi orang yang tidak terkena saksi dalam berinvestasi.

Jika dilihat dari sudut pandang etika, dikatakan banyak orang – orang dari Rusia tidak memberikan dukungan terhadap perang. Keadaan ini, menjadi sebuah sorotan tersendiri dari aksi telah dilakukan oleh pihak politis.

Maka dari itu, melihat kondisi ini pihak politis serta orang biasa di Rusia juga harus dipisahkan. Karena mereka memiliki kepentingan berbeda serta, keinginan dalam perang tidak berada di jalur sama.

Untuk warga sipil atau orang tidak memiliki status politik pada Rusia juga ikut menerima akibat. Dalam hal ini Zhao memberikan sanksi individu pada beberapa akun yang dibekukan akibat keadaan tersebut.

Binance Memiliki Tim Kepatuhan yang Ketat

Koran Crypto - Binance Memiliki Tim Kepatuhan yang Ketat

Dikatakan jika untuk kripto Binance sendiri memiliki tingkat kepatuhan yang ketat. Sehingga proses dari penegakan hukum mereka menggunakan orang – orang yang dapat menangani keadaan pelanggaran secara baik.

Jadi, sudah bisa dipastikan ada beberapa akun telah dibekukan milik orang Rusia saat ini. Selain itu, laporan dari Bloomberg mengatakan pertukaran crypto skala besar seperti Kraken juga Coinbase memberikan penolakan.

Mereka menolak untuk melakukan pemblokiran terhadap beberapa akun orang Rusia. Pemberian sanksi tidak mereka lakukan, akibat dari aksi telah dilakukan pada Ukraina pada pekan sebelumnya tersebut.

Zhao mengatakan pada beberapa Bank juga telah menggunakan daftar yang sama dalam pemblokiran. Sehingga aksi pemblokiran tersebut menjadi sebuah hal tegas telah dilakukan oleh Binance serta melalui proses verifikasi ketat.

- sponsor -