- sponsor -

Rp1.400 Triliun Kripto Hilang – Berinvestasi aset kripto kini semakin populer di kalangan masyarakat dunia, termasuk juga Tanah Air. Bahkan data Bappebti Bulan oktober 2021 mencatat Indonesia hampir memiliki 10 juta orang investor kripto.

Tentunya kepopuleran ini juga tidak terlepas dari risiko tingginya. Salah satunya kehilangan aset tersebut karena beberapa alasan. Misal dicuri, lupa password, hingga meninggal dunia tetapi keluarga tidak tahu kata kuncinya.

Bahkan CEO Keychain, Robert Rhodin, memperkirakan lebih dari USD100 miliar crypto hilang karena berbagai alasan. Nilai tersebut setara Rp1.400 triliun, serta merupakan crypto yang diperkirakan hilang dari seluruh masyarakat dunia.

Alasan Paling Umum Penyebab Aset Rp1.400 Triliun Kripto Hilang

Koran Crypto - Alasan Paling Umum Penyebab Aset Rp1.400 Triliun Kripto Hilang

Lantas apa alasan utama penyebab hilangnya aset digital tersebut? Menurut CEO KeychainX, perusahaan layanan pemulihan crypto, terdapat tiga kategori utama klien datang menyewa jasa mereka.

Alasan pertama adalah investor yang lupa telah membeli cryptocurrency beberapa tahun lalu. Setelah ingat, sudah lupa kata sandi, padahal sudah menyadari bahwa kini nilainya menjadi sangat besar.

Kategori kedua adalah investor yang baru membeli koin kripto dalam jumlah besar, tetapi belum mencadangkan asetnya. “Mereka baru membeli cryptocurrency dan hanya mempunyai dompet terenkripsi,” ungkap Rhodin.

Kategori ketiga adalah yang kini jumlahnya semakin meningkat. Tepatnya saat ada keluarga meninggal dan dirinya memiliki aset crypto. Namun anggota keluarga lainnya tidak paham cara memulihkan maupun kata kuncinya.

KeychainX sendiri bekerja dengan berbagai dompet. Namun paling banyak adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Dogecoin (DOGE). Kini juga ada peningkatan pengguna (Solana (SOL) dan Cardano (ADA).

Selain itu juga mendapat klien yang ingin memulihkan dompet kripto hardware mereka, seperti Ledger atau Trezor. keychainX juga pernah bekerja untuk pemulihan beberapa perangkat keras berhubungan dengan crypto.

Perangkat keras yang dimaksud adalah smartphone, PC, atau MacBook yang terkunci. Masalah paling banyak adalah orang yang face ID rusak dan ganti smartphone, tetapi lupa melakukan backing pada dompet crypto.

Begini Cara Dasar Pemulihan Aset Kripto Melalui Penyedia Jasa

Korancrypto - Begini Cara Dasar Pemulihan Aset Kripto Melalui Penyedia Jasa

Penggunaan blockchain pada dasarnya menjadikan hacker memperoleh password suatu dompet digital hampir mustahil. Lantas bagaimana suatu penyedia jasa memulihkan suatu aset kripto yang hilang karena berbagai alasan di atas?

“Pertama, Kami harus mengambil langkah berupa memastikan klien tersebut merupakan pemilik dompet crypto.” Ungkap Robin Rhodin. Pada kasus kematian, harus memastikan apakah benar mereka merupakan keluarga pemilik.

“Terdaat juga tahapan untuk tanda tangan persetujuan, tentunya mengenai pemulihan aset crypto. Kami juga melakukan wawancara, tujuannya untuk menemukan petunjuk sekiranya apa kata sandi dompet digital tersebut.” Tambah CEO KeychainX.

Langkah terakhir adalah pemesanan sejumlah server. Hal ini akan tergantung dari jenis dompet serta nilai dompet yang digunakan klien tersebut.” Ungkap Robin dalam menyampaikan cara pemulihan aset crypto.

Menurutnya dompet yang berbeda akan memerlukan pengaturan perangkat keras berbeda pula. Meliputi pengaturan server GPU atau CPU cluster. Tentunya kemunculan dompet baru juga perlu alogaritma baru dalam upaya pemulihannya.

Robin juga menyebutkan jumlah aset yang pernah dipulikan dari dompet digital tersebut. “Kami memang terikat oleh NDA. Namun Saya akan ungkap ada sekitar tujuh tokoh besar pernah memakai jasa Kami.”

“Kisaran jumlah yang berhasil Kami pulihkan hampir USD2 miliar (kisaran Rp28 triliun). Sedangkan saya percaya ada lebih dari USD100 miliar (kisaran Rp1.400 triliun) cryptocurrency yang hilang saat ini.” Tambah Robin.

KeychainX bahkan pernah memulihkan 10 dompet digital dalam sehari. “Kami juga berhasil memulihkan lebih dari 200 dompet digital tahun 2020, beberapa diantaranya bahkan dibuka tahun 2012.” Ungkap Robert Rhodin.

- sponsor -