- sponsor -

Kopi, roti, jajanan, dan sekarang NFT? Benar, Rencana NFT Starbucks saat ini sedang ingin perluas pasarnya hingga ke teknologi NFT. Sang CEO, Howard Schultz sendiri yang mengatakan kalau penyedia kopi raksasa itu akan berkembang hingga NFT dalam waktu dekat.

Konsep NFT adalah ketika perusahaan menginvestasikan sumber daya yang dimiliki untuk kepentingan masa depan. Mulai dari pakaian, aksesoris, hingga cabang restoran sudah mulai tertarik untuk mencoba bidang NFT, dan ini yang akan Starbucks ikuti.

Sebelumnya, Starbucks mengatakan kalau dia, partner, dan juga karyawan Starbucks berencana untuk membuat proyek jangka panjang dengan masuk ke dunia digital dan NFT akan menjadi bagian dari starbucks setidaknya pada akhir tahun 2022.

Meskipun detail tentang rencana perusahaan ini masih tertutup, Starbucks mengatakan kalau mereka akan menginformasikannya pada minggu depan, informasi ini didapat dari blog ofisial Starbucks. Informasi awalnya kini adalah, mereka bertemu Pemerintah Inggris.

CEO Starbucks Sendiri yang Akan Bertemu Pemerintah Inggris untuk Bahas NFT

Koran Crypto - CEO Starbucks Sendiri yang Akan Bertemu Pemerintah Inggris untuk Bahas NFT

Starbucks akan segera meluncurkan digital aset pertamanya pada akhir tahun 2022 nanti dan informasi awal yang kami dapat adalah perusahaan itu sudah melakukan contact dengan pemerintah Inggris untuk membahas masa depan perusahaan ini.

CEO Starbucks juga menerangkan kalau mereka sudah berdiri selama 50 tahun dan harus segera berbenah. Menghadirkan standar perusahaan yang lebih baik dan menawarkan calon customer dengan semua hal menarik, termasuk dengan bisnis NFT.

Schultz mengakui kalau dia bukan pemula soal NFT ini, dan dia sudah belajar tentang Non Fungible Tokens sejak lama. Dia menjelaskan kalau NFT ini adalah platform untuk orang mengamankan karya seni, video, dan lainnya ke dalam Blockchain.

Sang CEO menjelaskan kalau Starbucks memiliki sejarah yang panjang dan memiliki banyak koleksi yang bisa dibeli. Dengan adanya platform NFT, Schultz cukup yakin kalau bisnis ini bisa berjalan sukses. Apalagi mereka merupakan pengembang bisnis handal.

Saat ini, Starbucks memiliki total stores hingga 30.000 dengan total karyawan yang mencapai 400 ribu. Tetapi karena tidak kunjung memasuki sektor NFT, sahamnya turun sekitar 20%. Jadi, Starbucks telah yakin akan mengembangkan teknologi ini segera.

Mengikuti Jejak Perusahaan Fast Food Lainnya yang Lebih Dulu Mengincar NFT

Korancrypto - Mengikuti Jejak Perusahaan Fast Food Lainnya yang Lebih Dulu Mengincar NFT

Sebenarnya bukan hanya Starbucks yang memiliki keinginan untuk memasuki dunia NFT, dan sudah banyak perusahaan yang berjalan di sektor serupa yang memiliki rencana. NFT untuk restoran bukan lagi hal yang asing, terutama untuk pecinta aset digital.

Menurut pernyataan US Patent and Tradermark Office, perusahan yang sedang fokus untuk pengembangan NFT ini didominasi oleh 3 brand makanan cepat saji, termasuk KFC, Taco Bell, dan juga Pizza Hut. Mereka memiliki rencana untuk konten berbentuk video.

Selain itu, brand Yum! Juga akan segera mendaftarkan namanya ke OpenSea untuk NFT. KFC berada di yang paling depan dengan telah mendaftarkan nama dan logo untuk makanan virtual yang mereka hadirkan dan ingin juga.

KFC juga menyatakan kalau mereka berminat untuk masuk ke dunia Metaverse agar ekonomi virtual mereka juga mendominasi. Bukan hanya perusahaan makanan cepat saji, karena saat ini sudah ada Tesla dan Dell yang kembangkan NFT.

NFT bukan lagi hal asing dan semua perusahaan bisa semakin berkembang jika sudah memiliki aset ini. Kripto akan menjadi media pembayaran utama dan bagi pecinta aset digital harus segera berkontribusi untuk kampanye teknologi NFT.

Starbucks menjadi satu dari sekian banyak perusahaan Food and Beverages yang mulai incar pasar NFT. Jika sebelumnya ada KFC, Pizza Hut, dan juga Taco Bell, Starbucks akan segera bertemu pemerintah Inggris agar prosesnya lebih cepat.

- sponsor -