- sponsor -

Pada minggu-minggu ini, Pemerintah AS beserta federal-federalnya menaruh lebih banyak perhatian kepada crypto dimasa depan. Sehingga untuk mewujudkan perdagangan yang aman, hal yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah soal regulasi Kripto di masa depan.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara pada hari Kamis, 15 Juli tentang minat Federal dalam mengatur stablecoin dan potensi mata uang digital bank sentral (CBDC). Pernyataan ini dia sampaikan saat bersaksi di depan Komite Layanan Keuangan DPR AS.

Ada banyak jenis mata uang kripto yang beredar sehingga butuh regulasi yang jelas. Stablecoin (Tether dan USD Coin) adalah kategori cryptocurrency yang mematok nilainya ke mata uang. Itu membantu menstabilkan nilainya, sehingga cocok untuk pembayaran digital.

Idealnya, koin ini dijamin oleh cadangan mata uang yang terkait, tetapi hari ini hanya ada sedikit peraturan resmi yang memberlakukannya. Powell membandingkannya dengan dana pasar uang atau deposito bank, yang memiliki kerangka peraturan yang kuat di AS.

 

Apa Artinya Bagi Investor Kripto?

Hampir semua ahli sepakat bahwa investor cyrpto jangka panjang harus menggunakan mata uang yang sudah terkenal dan terjamin, seperti Bitcoin dan Ethereum. Berbeda halnya jika trading langsung dan yang merasa nyaman membeli koin yang kurang terkenal.

Meskipun demikian, arah pembicaraan Powell mungkin lebih berdampak pada stablecoin dan altcoin lainnya. Karena mata uang kripto yang seperti ini memiliki kasus penggunaan yang berbeda. Sehingga jika dibandingkan dengan lain mungkin akan dilihat tidak masuk akal.

Jika Bitcoin dianggap sebagai “emas digital”, maka mata uang seperti stablecoin lebih sebanding dengan sistem uang yang saat ini kita gunakan karena memiliki pasokan dan sentralisasi yang tidak terbatas.

Bitcoin adalah penyimpanan nilai potensial, sehingga stablecoin lebih cocok untuk transaksi digital dan mengonversi digital ke dan dari uang nyata. Hal ini akan memberikan efek kepada trader jika saja regulasi yang direncanakan federal AS terwujud.

Saat ini mata uang yang menjadi saingan stablecoin adalah mata uang digital yang didukung bank sentral, bukan Bitcoin. Namun, peraturan baru yang akan berefek kepada stablecoin berpotensi merubah cara kerja koin ini.

Jika trader melakukan perdagangan stablecoin dan bitcoin secara langsung, maka seharusnya melakukan adaptasi baru lagi setelah regulasi federal diterbitkan. Pasalnya regulasi dapat membawa lebih banyak volatilitas ke pasar kripto, baik untuk Stablecoin maupun Bitcoin.

Apa Selanjutnya Dalam Regulasi Kripto?

Sekarang, semua mata tertuju pada laporan dan regulasi yang akan datang dari Federal Reserve, yang Powell harapkan akan diterbitkan sekitar awal September. Pembahasan pembayaran digital secara luas akan terus dilakukan.

Komiter berpendapat bahwa seluruh kelompok masalah dan mekanisme pembayaran didalamnya yang menurut pihak yang berdiskusi merupakan titik kritis akan mendapatkan regulasi yang sesuai. Yang mana ini secara tidak langsung menyinggung aset stablecoin.

Selain itu, Federal berencana untuk bertanya kepada publik tentang risiko dan manfaat cryptocurrency dan potensi CBDC, di samping konsultasi dengan kelompok nasional, termasuk Kongres.

Tujuan dari laporan tersebut, kata Powell, adalah “untuk menjabarkan potensi manfaat dan juga potensi risiko”. Potensi yang ia maksud adalah dari mata uang digital bank sentral, dan bagaimana regulator dapat mempertimbangkan biaya dan manfaat tersebut.

Sejauh implementasi nyata dari pejabat Federal maupun para ahli percaya bahwa masih ada jalan panjang sebelum kami mencapai titik itu, setidaknya di Amerika Serikat. Hingga saat ini, ia menyatakan sangat tertarik untuk melihat perkembangan CBDC.

Sejalan dengan maraknya perdagangan kripto dan berpotensi menjadi mata uang umum di masa depan, AS juga menghadapinya dengan serius. Pejabat federal AS bahkan memiliki proyek jangka panjang dengan membuat regulasi kripto yang lebih efektif lagi

- sponsor -