- sponsor -

Harga aset kripto kian lama terus mengalami kenaikan. Tidak hanya satu jenis saja, beberapa jenis aset kripto mengalami kenaikan sehingga menjadi daya tarik bagi para investor untuk beralih ke kripto.

Termasuk yang menduduki peringkat pertama aset kripto paling banyak peminatnya yaitu bitcoin. Meskipun beberapa waktu terakhir ini bitcoin sulit menembus angka US$60.000 per unitnya, tetapi prediksi kenaikannya tetap dipercaya.

Menurut Mark Yusko dan Morgan Creek Capital Management memberikan prediksi bahwa harga bitcoin bisa mengalami kenaikan lebih tinggi lagi. Mark Yusko bahkan memperkirakan harganya bisa menembus US$250.000.

Harga ini sebanding dengan 3,55 miliar rupiah setiap koinnya pada lima tahun mendatang. Menurutnya, ada satu kelebihan bitcoin yang sering diabaikan dan diremehkan oleh banyak investor kripto bitcoin.

Para investor dianggap terlalu terpaku pada nilai bitcoin saat ini. Mereka tidak mempertimbangkan adopsi perusahaan akan mata uang kripto bitcoin dan meningkatnya pengguna mata uang kripto.

Prediksi Kenaikan Harga Aset Kripto Bitcoin Diperbincangkan
Harga Aset Kripto Bitcoin

Kenaikan Harga Aset Kripto Bitcoin

Menurut Mark Yusko, kenaikan harga ini hanya tentang adopsi dari jaringan dan peningkatan pengguna. Bitcoin dianggap sebagai sebuah jaringan yang bisa tumbuh secara eksponensial, menjadi pertumbuhan jaringan tercepat dalam sejarah.

Mark juga menyebutkan bahwa target harga bitcoin sebesar US$250.000 didasarkan pada harga emas. Menurutnya, jika nilai moneter emas sebesar US$4 triliun maka harga emas digital akan setara dengan itu.

Mark juga menerangkan apa yang dilewatkan banyak investor merupakan evolusi teknologi dari kekuatan komputasi yang tidak akan pernah hilang. Ia menyebutkan jaringan kuat ini menjadi protocol dasar agar internet bernilai.

Bitcoin menjadi standar emas di dunia aset kripto. Hal ini bisa dilihat dari imbal hasil selama 2021 yang mencapai 103,97 persen. Jumlah bitcoin sudah beredar dibatasi hanya 21 juta keping.

Hal ini juga disampaikan oleh Morgan Creek Capital Management. Ini menjadi perusahaan penasihat investasi yang melakukan penjualan jasa pada berbagai perusahaan orang kaya raya di dunia.

Prediksi Kenaikan Harga Aset Kripto Bitcoin Diperbincangkan
Pajak penjualan bitcoin

Pajak Penjualan Bitcoin

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) saat ini sedang mempelajari terkait mata uang kripto agar bisa dikenakan pajak. Tentunya hal ini juga akan berlaku untuk mata uang kripto terpopuler yaitu bitcoin.

Saat ini, otoritas pajak masih merundingkan terkait bisnis model uang digital. Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJP mengaku sedang melakukan pendalaman tentang cryptocurrency.

Menurut Suryo Utomo, uang kripto menjadi barang baru yang perlu dilakukan pendalaman dari sisi pajaknya. Uang kripto dianggap sama seperti investasi lainnya, yang ada titik menjual dan membelinya.

Ada dua pendekatan yang bisa dilakukan yakni sisi PPh dan PPN. Akan tetapi, masih jadi pertanyaan apakah kripto ini termasuk barang atau jasa dan menjadi pengganti uang atau bukan.

Para investor bitcoin pastinya mendapatkan banyak keuntungan dari proses transaksinya. Misalkan, membeli bitcoin sebesar 1 juta rupiah dan bisa menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi mencapai 3 juta rupiah.

Artinya, aka nada keuntungan sebesar 2 juta rupiah yang akan diperoleh. Nantinya, direncanakan akan dilihat pemajakan bisa dilakukan dengan pemotongan secara langsung atau melalui pungutan.

Suryo juga menambahkan bahwa timnya saat ini sedang benar-benar mendalaminya. Jadi, sedang dipertimbangkan bahwa pemajakannya dilakukan sama seperti penerimaan penghasilan lainnya. Hal ini tentunya akan menjadi hal yang sangat dipertimbangkan.

Adanya perkembangan kenaikan harga mata uang kripto membuatnya semakin populer. Bitcoin sebagai aset kripto terpopuler menjadi penghasil keuntungan terbesar, sehingga direncanakan akan dikenakan pajak oleh pihak DJP.

- sponsor -