- sponsor -

Tahun 2018 merupakan tahun yang berat untuk cryptocurrency karena penurunan harga yang sangat signifikan, sehingga banyak startup baru yang berhemat dan yang lain menutup bisnisnya.

Baru-baru ini, sebuah perusahaan pertambangan crypto yang cukup terkenal Giga Watt mengumumkan bahwa mereka menghentikan operasi penambangan.

Melalui e-mail ke pelangganya, perusahaan mengkalim bahwa keputusan itu dibuat karena mereka tidak memiliki dana untuk tetap mengoperasikan fasilitas penambangan tersebut.

Dua bulan yang lalu, perusahaan sudah mengajukan kebangkruta sebab kehilangan pendapatan karena tren bearish yang berkepanjangan.

Tercatat bahwa Giga Watt memiliki hutang lebih dari 7 juta USD kepada kreditor, perusahaan dan investor.

Giga Watt juga berutang sebesar 500.000 USD kepada perusahaan penyedia daya listrik – Neppel Electric.

Baca Juga : BITCOIN cryptocurrency pertama didunia

Melalui telegram, perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan mengembalikan peralatan penambangan kepada pemilik selama mereka bersedia membayar biaya pengiriman.

Namun, perusahaan tersebut saat ini sedang dalam status lockdown, sehingga beberapa peralatan belum bisa diakses.

Giga Watt sampai saat ini belum mengatakan apa-apa tentan kapan mereka akan membayar hutang tetapi mereka berjanji akan memberi tahu pelanggan apabila ada informasi baru

Sisa Dana Bisa Di Tarik

Sementara perusahaan mengumumkan bahwa mereka telah bangkrut, pelanggan lama masih bisa mengakses dana cryptocurrency yang masih ada di perusahaan.

Pelanggan bisa melakukan request penarikan sisa dana sampai dengan bulan Maret dengan catatan harus melakukan prosedur KYC (Know Your Customer)

Giga watt bukan perusahaan pertambangan pertama yang mengalami kebangkrutan.

Bitmain juga telah mengeluarkan 80% staffnya, pertambangan di China telah tutup sampai mereka menjual rugi alat tambang mereka untuk membayar utang.

- sponsor -