- sponsor -

Mulai hari ini, Binance tidak akan lagi bisa diakses untuk melakukan Perdagangan Kripto di Rusia, menyusul invasi yang dilakukan ke Ukraina. Binance juga tidak ingin bernasib sama dengan salah satu platform jual beli mata uang kripto, Bitriver. Sehingga sejak ada sanksi dari Uni Eropa, Binance langsung beraksi.

Platform jual beli mata uang kirpto terbesar, Binance, akan segera menutup layanan mereka di Rusia. Pengumuman yang dilakukan pada Kamis kemarin ini bersama dengan Coinbase dan sejumlah platform lainnya. Menteri AS sebelumnya cukup panik dengan aksi dari Rusia.

Ada kabar kalau Rusia akan melakukan “Special Operation” dengan menggunakan mata uang kripto sebagai cara untuk lepas dari sanksi. Sanksi yang sebelumnya ditujukan kepada Bank Rusia kini mulai merambat lebih luas. Sanksi juga akan meliputi platform dagang kripto.

Sementara sanksi ini mulai akan berlaku, banyak yang mulai melakukan penarikan di hari ini. Semua ini dilakukan untuk melindungi aset yang mereka miliki. Tetapi tentu saja tidak semua warga negara Rusia yang akan non-aktif, Binance menaruh sejumlah persyaratan juga.

Binance Mulai Membatasi Layanan Perdagangan Kripto di Rusia Karena Sanksi dari Uni Eropa

Korancrypto - Binance Mulai Membatasi Layanan Perdagangan Kripto di Rusia Karena Sanksi dari Uni Eropa

Platform dagang kripto ini akan menyesuaikan dulu dengan volume trading. Bagi warga Rusia yang memiliki aset diatas 10 ribu Euros masih akan mendapat waktu untuk mengoperasikan Binance di negaranya. Sementara yang dibawah 10 ribu Euro, hanya mendapat 90 hari.

Pada awal bulan ini, Uni Eropa memberikan sanksi kepada Moscow dan menargetkan dompet kripto, bank, mata uang, dan segala hal finansial yang berkaitan dengan aspek dagang global. Binance juga terkena efek pembatasan dari Uni Eropa sehingga mulai menutup akses.

Dalam 90 hari ini, akun yang akan di-ban oleh Binance hanya bisa melakukan aktivitas berupa penarikan saja. Tidak bisa lagi melakukan deposit atau perdagangan ke akun tersebut. Begitu juga dengan platform dagang kripto lain juga akan menerapkan akses ke penarikan saja.

“Akun yang terdampak pembatasan hanya akan bisa menggunakan penarikan. Tidak ada lagi deposit atau trading diizinkan ke akun tersebut. Batasan ini mencakup segalanya, future, staked, deposit, futures, dan custody wallet.” Ucap Binance soal batasan Binance ini.

Binance juga menyambung, “Dengan pengukuran ini, sangat mungkin dan normal untuk warga Rusia terdampak sanksi ini kedepannya. Kami percaya kalau semua aktivitas dagang akan menerapkan hal serupa, dan Binance memimpin batasan dan sanksi ini lebih dulu.”

Binance Juga Tidak Ingin Bernasib Sama dengan Bitriver

Koran Crypto - Binance Juga Tidak Ingin Bernasib Sama dengan Bitriver

Sebelumnya, ada kabar dimana bank Rusia lebih dulu menggunakan kuasa mereka untuk ban platform trading Bitriver dan segala anak perusahaannya di Rusia. Padahal, Bitriver adalah top 3 dalam urusan industri perdagangan mata uang virtual ini, tetapi harus lebih dulu di-ban.

Perdagangan Bitcoin di tahun 2021 adalah sekitar 1.4 Milliar Dollar, dan Rusia menyumbang 11% dari total itu. Sehingga pasar Rusia jelas sangat besar, dan Binance sendiri juga pernah mengatakan kalau Rusia adalah pasar yang sangat strategis untuk masa depan Binance.

Tetapi Binance harus ikuti aturan ini daripada harus mendapat sanksi. Amerika Serikat telah sepakat untuk memastikan kalau tidak ada aset di bawah era kepemimpinan Putin atau jika ada, maka siap saja untuk menerima sanksi. Binance tentu saja tidak mau rugi karena ini.

Binance telah sepakat untuk menutup akses dagang warga Rusia. Padahal Rusia adalah salah satu negara yang paling banyak menyumbang kontribusi ke perdagangan aset virtual ini. 11% dari total dagang kripto dunia, tetapi Binance memilih untuk main aman daripada sanksi.

- sponsor -