- sponsor -

Mulai 1 April 2022 waktu India atau 2 April waktu Indonesia, Perdagangan Crypto India mulai dikenakan pajak yang mencapai 30 persen. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Keuangan, Nirmala Sitharaman, dan mengkategorikannya sebagai aset virtual bernilai.

Beruntung bagi trader kripto Indonesia yang belum dikenakan pajak mata uang digital ini. Semua serba meningkat harganya, termasuk aset digital seperti kripto. Ada aturan baru yang menengahi perdagangan kripto di India dan dimulai pada hari ini.

Di saat seluruh dunia sedang memperhatikan kenaikan harga Bitcoin dan beberapa mata uang kripto lain, India malah membuat kebijakan yang membuat nilai atraktif dari kripto ini turun. Trader Indonesia juga sampai khawatir apa langkah yang tepat untuk asetnya.

Protes ini adalah karena nilai pajak yang tidak masuk akal berlaku sejak 1 April 2022 hingga waktu yang belum ditentukan. Artinya, setiap profit yang Anda dapatkan harus dipotong 30 persen baru menjadi milik Anda. Sisa 30% itu menjadi aset yang dimiliki pemerintah.

30% dari Total Digital Aset Dibayar untuk Pajak

Koran Crypto - 30% dari Total Digital Aset Dibayar untuk Pajak

Nilai 30% jelas bukan sesuatu yang sedikit. Malah ini menjadi salah satu yang membuat orang menjadi malas berdagang kripto. Sementara mereka sudah bersusah payah meneliti apakah harga akan naik atau turun, tetapi harus terpotong sebesar 30% dari totalnya.

Di sisi lain, ada sumber yang membagi keuntungan besar mendapat pajak 30% sedangkan yang berada di bawah nilai tertentu hanya akan dikenakan pajak 15%. Investor tidak bisa lepas dari peraturan pajak ini karena sudah disepakati oleh platform trading.

Untuk memahami hal ini lebih baik, ibaratnya adalah seperti ini. Jika Anda membeli satu koin kripto dengan nilai 40 juta dan ketika menjualnya di harga 50 juta, maka 10 juta itu bukan total yang dapat diperoleh. 30% akan masuk ke pemerintah, dan investor sisanya.

Kalau pas menjualnya Anda malah rugi, maka pajak akan diminta ke platform atau bahkan ke penyedia pasar saham. Dengan aturan ini, bukan hanya trader India yang panik, melainkan trader dari luar negeri juga takut kalau peraturan ini sampai pada negaranya.

Perdagangan Crypto India akan Dikenakan Pajak dan Lebih Baik Hold atau Sell Sekarang?

Koran crypto - Crypto akan Dikenakan Pajak dan Lebih Baik Hold atau Sell Sekarang?

Kripto adalah sebuah aset yang desentralisasi dengan nilai perdagangan di level medium. Itu bukan mata uang fisik seperti dollar, tetapi lebih ke virtual. Maka dari itu, aset kripto ini akan lebih mudah diatur dengan satu sistem yang disebut dengan teknologi blockchain.

Termasuk untuk memberikan aturan perpajakan baru, dan ini sekarang sudha mirip dengan perdagangan mata uang biasa, dimana setiap profit akan ada pajaknya. Rezim pajak ini jelas akan mempengaruhi trader di India, bukan hanya kripto tetapi yang mirip juga.

Misalnya NFT dan aset digital seperti koin ALT. Maka dari itu, jika Anda merasa kalau punya aset seperti itu, apakah lebih baik menjualnya sekarang atau malah tunggu sampai tidak ada lagi peraturan ini. Namun menurut kami, sebaiknya langsung jual saja sekarang juga.

Alasannya adalah karena belum tentu 30% ini tetap, bisa jadi menjadi lebih. Apalagi Anda juga sadar kalau sebelum tanggal 1 April sudah terjadi penurunan dan itu bisa menjadi tanda kalau mereka sudah antisipasi penurunan ini. Jual sekarang daripada semakin turun.

Kenaikan harga kripto praktis hampir tidak terjadi dalam 1 minggu belakangan. Apakah Anda tahu apa alasannya? Ini praktis karena nilai kripto yang akan dikenakan pajak. Masih di India untuk saat ini, tetapi peraturan ini bisa menyebar ke negara lain dalam waktu dekat.

- sponsor -