- sponsor -

Semakin maraknya Pencurian aset kripto dan NFT (Non Fungible Token) memancing para peretas untuk beraksi. Inilah yang membuat keamanan menjadi faktor penting dan harus sangat diperhatikan.

Meskipun teknologi yang digunakan sudah dibuat sedemikian rupa supaya aman, Anda sebagai pengguna tetap perlu berhati-hati. Mengingat hacker akan mencoba berbagai macam cara untuk bisa meretas akun yang dianggapnya menguntungkan.

Apalagi pengguna aset digital ini semakin banyak meskipun memiliki risiko cukup tinggi. Perusahaan keamanan cyber Check Point Software Technologies Ltd memberikan 4 cara mencegah pencurian cryptocurrency dan NFT. Lebih jelasnya, simak pembahasan berikut.

4 Cara Mencegah Pencurian Aset Kripto dan NFT

Koran Crypto - 4 Cara Mencegah Pencurian Aset Kripto dan NFT

Mengamankan cryptocurrency dan NFT bertujuan untuk mencegah terjadinya pencurian. Terutama bila aset yang Anda miliki besar, tentu hal ini sangat tidak diinginkan terjadi. Bagaimana mencegahnya? Ada 4 cara menurut Check Point Software Technologies Ltd, yaitu:

Melakukan Diversifikasi Dompet Digital

Para pengguna harus membuat akun dompet digital ketika akan membeli crypto atau NFT. Terdapat 5 jenis dompet digital yang perlu Anda ketahui. Pertama dompet kertas berbentuk secarik kertas dan memiliki kunci pribadi.

Kedua dompet seluler berbentuk aplikasi di smartphone. Ketiga hot storage yang penyimpanannya lewat platform penyedia fitur penyimpanan crypto terenkripsi. Keempat old storage yang bentuknya berupa perangkat fisik seperti USB.

Penyimpanannya yang berada di luar jaringan, membuat tingkat keamanan cukup tinggi. Kelima dompet desktop, khusus bagi pengguna yang melakukan akses melalui laptop atau komputer.

Check Point Software Technologies Ltd mengungkapkan bahwa salah satu cara menjaga dompet digital tetap aman yaitu dengan mempunyai minimal dua dompet berbeda. Agar pengguna bisa memakai salah satunya untuk menyimpan serta menahan pembelian.

Dan dompet satunya lagi digunakan untuk transaksi jual beli crypto. Cara ini akan membuat aset lebih aman karena dompet yang melakukan interaksi terhadap situs luar dan saling bertukar koin hanya satu saja.

Hal ini untuk mengantisipasi bila muncul serangan cyber, maka dompet satunya aman. Ada banyak dompet digital yang ada di Indonesia, beberapa di antaranya eToro, Indodax Bitcoin Wallet, Trezor One, Exodus dan lain-lain.

Mencoba Uji Transaksi

Cara mengamankan mata uang kripto serta NFT selanjutnya adalah mencoba uji transaksi sebelum mengirimkannya dalam jumlah besar. Uji coba transaksi dilakukan dengan mengirimkan crypto berjumlah minimum.

Bila ternyata dompet palsu yang menerima, akan mudah pendeteksian adanya penipuan. Selain itu, Anda hanya akan kehilangan uang berjumlah lebih sedikit dibandingkan tanpa uji transaksi.

Abai Terhadap Iklan

Tidak sedikit para pengguna yang mencari platform wallet lewat mesin pencari Google. Kesalahan yang memungkinkan terjadi yaitu melakukan klik terhadap iklan Google Ads. Anda harus berhati-hati karena bisa saja tautan tersebut milik para penjahat dunia maya.

Inilah yang membuat abai terhadap iklan sangat penting dilakukan. Cara lebih aman yaitu buka situs yang munculnya lebih sedikit di browser. Situs seperti ini biasanya lebih minim iklan.

Meningkatkan Keamanan dengan Perhatian Ganda

Cara terakhir yaitu meningkatkan keamanan dengan perhatian ganda. Aktifkan bagian two factor authentication untuk melindungi wallet dari kemungkinan serangan peretas. Jadi, untuk akses masuknya tidak hanya menggunakan kata sandi saja.

Tapi juga melalui langkah verifikasi lainnya. Anda akan mendapatkan pesan pemberitahuan ketika ada oknum lain yang melakukan transaksi tanpa sepengetahuan untuk proses verifikasi keasliannya.

Meskipun teknologi crypto dan NFT sudah canggih, tetap memungkinkan di akses oleh hacker. Sehingga, Anda perlu tetap waspada, apalagi ketika akan melakukan transaksi berjumlah besar. Cara diatas bisa menjadi alternatif upaya untuk mengamankan mata uang kripto dan NFT.

- sponsor -