- sponsor -

Salah satu dari pencipta Dogecoin sempat membuat pernyataan cukup mengejutkan sejumlah pihak dalam utas panjang di akun sosial media Twitter-nya. Ia juga menilai bahwa sistem dari uang kripto sudah dibajak.

Juga berperan penting untuk memperkaya para pengumpul pajak. Jakson Palmer, salah satu dari pendiri mata uang kripto Dogecoin yang berasal dari Australia.

Sangat jarang sekali ia tampak muncul di sosial media terhitung sejak mencela hasil ciptaannya sendiri. Pada saat itu, ia juga mengatakan bahwa ada yang tidak beres dengan mata uang kritpto setelah harga Dogecoin untuk pertama kalinya meroket begitu tinggi.

Pencipta Dogecoin Lama Tidak Pernah Terdengar Kabarnya 

Pencipta Dogecoin Lama Tidak Pernah Terdengar Kabarnya 

Memang sudah begitu lama Jackson Palman tidak terdengar kabarnya, baru – baru ini ia pun sempat membuat pernyataan yang cukup mengejutkan seluruh dunia. Melalui utas di sosial media Twitter yang sudah diunggah pada 14 Juli 2021 lalu.

Ia pun menyebutkan bahwa mata uang kripto ini hanya akan memberikan keuntungan kepada orang kaya serta menghindarkan mereka dari kewajiban untuk membayar pajak. Tentu saja cuitannya pun viral di dunia maya lho.

‘’Saya kerap kali ditanya apakah bakal kembali lagi ke dunia kripto ataukah tidak, atau mungkin akan memberikan sedikit pandangan mengenai topic tersebut. Jujur sepenuh hati, saya akan menjawab tidak akan balik. Saya segera menjelaskan alasan lengkap di sini,’’ inilah cuitan pembuka yang Palmer unggah.

‘’Setelah saya bertahun – tahun mendalami bidang satu ini, sekarang sudah yakin bila mata uang kripto sudah menjadi teknologi hyper kapitalis yang diciptakan ternyata hanya akan menambahkan kekayaan dari para penggunanya saja, karena mereka bisa menghindari pajak, kurangnya pengawasan dari regulator keuangan setempat, serta terjadi kelangkaan paskokan yang sudah dipaksakan.’’ Jelas cuitannya.

Ketika artikel ini sudah dilansir, tampak kapitalisasi dari pasa Dogecoin ini mampu berada pada kisaran puluhan miliar Dolar. Harga ini pun tidak diduga – duga, karena Palmer hanya iseng saja saat menciptakan Dogecoin tersebut.

Tidak Pernah Menyangka Bisa Meningkat Tajam

Tidak Pernah Menyangka Bisa Meningkat Tajam

Palmer adalah seorang pebisnis dan juga ahli dalam bidang teknologi yang sudah lama aktif di dunia kripto jauh sebelum menciptakan koin digital tersebut bersama dengan temannya.

Ia pun sudah sadar ada yang tidak beres dengan harga Dogecoin yang sempat menyentuh angka 2 miliar dollars atau sekitar 29 triliun rupiah pada tahun 2018 lalu.

Palmer pun sempat menuangkan seluruh pemikirannya ke dalam artikel Motherboard. ‘’Di tahun 2013, visi seputar masa depan uang kripto masih sangat relatif sederhana,’’ tulisnya dalam artikel tersebut.

Pada saat itu, Palmer juga berucap ‘’masih belum bisa memprediksi apakah perkembangan terbaru ini merupakan jalan terakhir bagi mata uang kripto.’’ Pemikirannya ini pun tampak sudah berubah karena ia sekarang sudah membenci para pemain di bursa kripto.

Pencipta Dogecoin ini pun mengkritik dunia kripto ini sudah banyak penggemar koin digital dan berusahan melegitmasikan industri dan berhadapan langsung dengan mafia kelas kakap. Pengelola investasi global juga mengelola Bitcoin dan juga Ethereum.

Sementara itu juga, peruntungan ini pun ditentukan oleh pasar yang tidak memiliki regulasi, di mana koin baru ini pun selalu bermunculan setiap harinya dengan pendiri yang tidak jelas serta memberikan janji kekayaan melalui sistem rumit sekali.

Anggapan ini pun bahwa uang kripto adalah respon sayap kanan pada sistem keuangan yang selama ini dengan berbagai macam kritik sudah dijelaskan pada tahun sebelumnya. Kembalinya ia di sosial media ini pun untuk menyampaikan berbagai macam pendapat serta memperkuat kritis.

- sponsor -