- sponsor -

Para penambang Bitcoin mengaku sudah lelah mendapat ujaran kebencian dari para aktivis lingkungan. Bahkan mereka mengatakan kalau ingin segera beralih ke yang lebih ramah lingkungan. Lantas, apakah proses transisi BTC ramah lingkungan ini akan berjalan?

Sejalan dengan banyaknya kritik dari politikus dan para ahli lingkungan, industri mata uang kripto kini telah merubah statusnya untuk menghadapi tantangan yang lebih luas. Komputer yang terlalu mengandalkan kelistrikan untuk hasilkan Bitcoin sangat berbahaya ke iklim.

Kini, salah satu perusahaan Blockchain bernama Argo sedang membangun penghasil listrik yang lebih ramah lingkungan untuk menghasilkan Bitcoin baru dari komputernya. Jika yang sebelumnya kita tahu kalau BTC hasilkan emisi karbon yang besar, yang ini tidak lagi.

Penggunaan bahan bakar juga lebih sedikit dan diyakini kalau pembangunan industri tambang BTC yang akan dimulai Minggu Depan nanti bisa berhasil. Ini juga menjadi bagian BTC untuk membuat level standar Support di harga yang lebih tinggi setelah alami kejatuhan.

Mendapat Kritikan Pedas dari Politisi hingga Ahli Lingkungan

Koran Crypto - Mendapat Kritikan Pedas dari Politisi hingga Ahli Lingkungan

 

Peter Wall, yang menjadi pemimpin dalam pembangunan tempat perdagangan BTC baru ini mengatakan kalau semuanya nanti akan seluas 126 ribu kaki. Dia menjelaskan konstruksi akan segera dimulai minggu depan sembari menunjukkan dari mana saja penghasil listrik itu.

Peter Wall telah siapkan deretan turbin berwarna putih di sekitar area utama konstruksi dan dengan tegas menjelaskan kalau ini akan menjadi surga Bitcoin. Ditenagai oleh angin dan surya menjadi nilai paling unggul. Jarang yang menggunakan energi terbarukan di sini.

Ini adalah respon dari sebelumnya politisi dan ahli lingkungan yang mengkritik cara tambang BTC yang sangat merusak lingkungan dengan emisi yang tinggi. Tujuannya sendiri agar dapat membuat industri yang terikat ke energi terbarukan ketimbang yang hasilkan polusi.

Mata uang digital ini butuh komputer dengan tenaga luar biasa sehingga emisi yang koin ini hasilkan saat penambangan juga besar. Untuk 1 Bitcoin aja butuh lebih dari 2000 kilowatt per jam atau setara dengan daya listrik dari seluruh kebutuhan rumah AS selama 73 hari.

Karbondioksida yang dihasilkan juga luar bisa meningkat hingga 40 persen lebih setiap bulan. Maka dari itu, ini adalah langkah yang cukup bijak dengan mencari sumber energi yang tidak menganggu daya listrik rumahan, termasuk dengan membangun konstruksi sendiri.

Banyak komentar positif yang mewarnai rencana Peter Wall. Energi terbarukan tidak dihitung berdasarkan seberapa banyak yang Anda gunakan, tetapi lebih ke sumbernya. Dengan Peter Wall langsung melakukan konstruksi ini, BTC aka segera naik menembus 48 ribu USD.

Seperti Apa Masa depan Penambang Bitcoin?

KoranCrypto - Seperti Apa Masa depan Penambang Bitcoin?

Semua ingin adanya perubahan di segi pertambangan BTC agar tidak lagi merusak lingkungan. Masalah iklim menjadi yang utama dan butuh sumber energi yang terbarukan. Dan ini telah menjadi salah satu perencanaan para penambang kripto dan diharapkan bisa terwujud.

Sebelum Bitcoin, sudah ada beragam koin yang menggunakan slogan ramah lingkungan untuk menambah jumlah penambang. Tetapi BTC akan sulit memperbaiki reputasinya sebagai salah satu koin yang membuat aktivitas pertambangan kehilangan daya.

Sementara Agro sedang sibuk menyiapkan beberapa kebijakan, kini pusat pertambangan juga harus ikut bertindak tegas. Masa depan BTC bergantung pada kesuksesan koin ini sehingga perlengkapannya harus segera disiapkan untuk hidupi mesin dan lakukan yang diinginkan.

BTC dan para penambangnya sempat berselisih dengan kenyataan kalau mereka memakai komputer tidak ramah lingkungan selama ini. Maka dari itu, seharusnya sudah sadar kalau BTC ini perlu adanya perkembangan, dan transisi ke yang modern ini sudah bagus.

- sponsor -