- sponsor -

Pasaran Kripto || Pada perdagang di tanggal 22 Juli 2021, tampak harga bitcoin kembali turun di bawah 30 ribu US dollars. Catatan ini ternyata untuk kali pertama terhitung sejak tanggal 22 Juni harga dari crypocurrency terpopuler angkanya di bawah kewajaran.

Melansir dari CNBC Internasional, penurunan dari harga inilah sudah bisa membuat kapitalisasi pasaran mata uang kripto menguap lagi berkisar 98 miliar dollars atau setara dengan 1.421 triliun rupiah selama kurun waktu 24 jam terakhir ini, berdasarkan pada data dari CoinMarketCap.

Harga bitcoin ini mengalami penurunan lebih dari 6 persen, sementara itu untuk ether turun hingga menyentuh 9 persen dan juga XRP tampak merosot tajam sampai 10 persen, ini semua berdasarkan pada data bersumber dari CoinDesk.

Harga Bitcoin Cenderung Tidak Stabil

Harga Bitcoin Cenderung Tidak Stabil

Penurunan harga dari bitcoin ini terjadi setelah aksi menjual secara besar – besaran pada pasar saham global. Pada hari Senin lalu, Dow Jones Industrial Average tampak mengalami hari – hari terburuk, terhitung sejak bulan Oktober tahun lalu.

‘’Ada aksi jual secara luas pada pasaran global, aset ini pun berisiko turun hingga menyeluruh,’’ ungkap Annabelle Huang selaku mitra perusahaan jasa keuangan Amber Group.

‘’Ada rasa khawatir mengenai kualitas dan juga kekuatan untuk pemulihan ekonomi dan juga aset yang berisiko lebih luas dan sekarang menjadi lemah. Ditambah juga dengan pelemahan bitcoin akhir ini, mengirim pasar kripto pun mengalami penurunan yang jauh sekali,’’ tambahnya lagi.

Sejak bitcoin ini pernah menorehkan harga tertinggi sepanjang sejarahnya sekitar 65 ribu US dollars pada pertengahan bulan April, sekarang harganya pun sudah jatuh lebih dari 50 persen. Sementara itu juga, tindakan mengenai aturan di China pada perdagangan dan penambangan aset kripto ternyata berpengaruh besar terhadap harga bitcoin.

China Resmi Melarang Penambangan Aset Pasaran Kripto

China Resmi Melarang Penambangan Aset Pasaran Kripto

Bank Sentral China sudah menyatakan dengan perusahaan keuangan dan juga fintech bahwa tidak ada penawaran layanan yang berkaitan dengan kripto kepada para pelanggan mereka.

China juga resmi melarang pertukaran mata uang kripto lokal di tahun 2017 memaksa mereka untuk segera pindah ke luar negeri. Itu semua pun tidak menghentikan pedagang dari China untuk menjual maupun membeli koin digital tersebut.

Akan tetapi, larangan keras pada tahun ini dari regulator setempat tampaknya menjadi semakin lebih ketat daripada sebelumnya.

‘’Seluruh sinyal merah dikarenakan bitcoin ini terus terbebani oleh adanya larangan kripto utama China dan juga memburuknya situasi ekonomi makro akibat dari pandemi virus corona,’’ jelas Jehan Chu sekali pendiri modal venturan pada perusahaan perdagangan kripto.

Binance selaku pertukaran mata uang kripto terbesar dunia, pada bulan lalu juga dilarang oleh pemerintah Inggris, Kanada, Jepang dan juga Thailand untuk kegiatan yang telah di atur dalam negara tersebut.

‘’Secara umumnya, kami sudah melihat lebih banyak fokus pada regulasi kripto dan juga bitcoin,’’ jelas Vijay Ayyar selaku kepala pengembangan bisnis pada bursa mata uang kripto.

Penurunan harga bitcoin ini pun menjadi sangat penting karena aksi jual lebih rendah pada mengujian level 22 ribu hingga 24 ribu US dollars.

Semenjak itulah bitcoin bisa diperdagangkan dalam kisaran harga tertentu saja. ‘’Saya sudah melihat bitcoin ini antara 20 sampai 40 ribu US untuk sementara waktu saja,’’ jelas Ayyar.

Chu Kinetic Capital juga sudah melihat potensi kedepannya. ‘’Momen pasaran kripto Q1 sudah berhenti dan terancam pembalikan lebih lanjut lagi berpotensi di bawah 25 ribu,’’ jelasnya lagi.

- sponsor -