- sponsor -

Masyarakat di seluruh dunia semakin terbuka dan memahami aset kripto. Di Indonesia misalnya pertumbuhan investor kripto cukup pesat. Kripto diyakini menjadi mata uang yang menjanjikan di masa depan, karena menjanjikan keamanan dan keterbukaan.

Sifatnya yang tersentralisasi membuat kripto bisa diawasi oleh semua penggunanya. Kemunculan kripto sendiri juga merupakan bentuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap mata uang saat ini, yang rentan inflasi dan salahgunakan.

Beberapa hari belakangan mayoritas mata uang kripto memang sedang mengalami penurunan harga. Selama bulan Januari 2022, mata uang kripto Bitcoin tercatat mengalami penurunan sekitar 45% dari nilai tertingginya.

Walaupun pasar kripto diprediksi akan masuk musim winter Crypto, hal ini tidak menurunkan keyakinan investor sejati aset kripto. Mayoritas investor yakin bahwa nilai cryptocurrency akan normal kembali. Bahkan, platform perdagangan Crypto.com memprediksi akan ada investor mencapai 1 milliar orang di tahun 2022.

Aset Kripto Akan Masuk Area Adopsi Massal

Target ambisius Crypto.com yang memprediksi penambahan investor hingga 1 milliar tentu berdasarkan argumen yang kuat. Dulunya orang – orang berinvestasi dalam kripto untuk mendapatkan imbal hasil atau keuntungan.

Saat ini kripto sudah semakin dikenal masyarakat luas, selain itu tokoh – tokoh terkenal dan politisi di beberapa negara sudah mendukung cryptocurrency. Di Amerika misalnya, sudah banyak politisi dan juga atlet yang menerima gaji menggunakan Bitcoin.

Para ahli memperkirakan bahwa kripto sudah mulai diadopsi secara massal. Baru – baru ini, pemerintahan Thailand menegaskan bahwa mata uang kripto diakui secara sah sebagai alat pembayaran di negara tersebut.

Data yang dirangkum Crypto.com menunjukkan bahwa selama tahun 2021, investor kripto meningkat sebanyak 178 persen, sehingga jumlahnya menjadi 295 juta investor. Chief Executive Officer FTX Sam Bankman- Fried optimis bahwa mencapai 1 milliar investor kripto di tahun 2022 bukan hal mustahil.

Banyak ahli menilai jika kripto memasuki masa crypto winter, tidak butuh waktu lama untuk mengalami pembalikan. Banyak negara sudah mulai serius mengatur regulasi terkait kripto, oleh karena itu, investor baru akan banyak bergabung dalam dunia kripto.

Penyebab Harga Bitcoin CS Masih Anjlok

Harga mata uang kripto seperti Bitcoin dan lainnya belum menunjukkan tanda – tanda penaikan. Per 31 Januari 2022 menurut daya coinmarketcap.com, Bitcoin turun dari harga Rp 548, 3 jutaan ke harga Rp 535, 5 jutaan. Ethereum juga masih mengalami penurunan, yakni dari Rp 36,9 jutaan ke harga Rp 36,6 jutaan.

Ibrahim Assuaibi selaku direktur PT TRFX Garuda Berjangka mengungkapkan bahwa pelemahan mata uang kripto akibat mendekatnya hari Imlek. Menjelang Imlek, banyak investor yang melakukan cash out, sehingga nilai aset kripto banyak yang turun.

Ibrahim melanjutkan bahwa ada beberapa hal penyebab aset kripto masih mengalami penurunan. Salah satunya adalah adanya sentiment rencana kenaikan suku bunga dari The Fed. Selain itu, pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral AS juga memberikan pengaruh besar.

Rencana pengetatan tersebut membuat banyak investor yang khawatir. Para ahli banyak yang memprediksi jika koreksi harga akan berakhir sekitar bulan February 2022.Edward Moya Beberkan Syarat Pulihnya Pasar Kripto

Edward Moya Beberkan Syarat Pulihnya Pasar Kripto

Edward Moya selaku senior market analyst di OANDA menyoroti penurunan nilai aset kripto beberapa bulan belakangan. Moya menilai pemulihan pergerakan pasar kripto tersebut bisa terjadi dalam waktu dekat, asalkan syaratnya terpenuhi.

Salah satu syarat yang disampaikan Edaward Moya adalah pergerakan Bitcoin harus stabil pada kisaran 40.000 USD hingga 50.000 USD. Hal ini harus juga diikuti oleh aset kripto utama lainnya.

Investor yang sudah lama berkecimpung dalam aset kripto justru tidak terpengaruh melihat aset kripot yang anjlok derastis. Mereka percaya bahwa kripto akan pulih secara cepat dan semakin diterima di masyarakat luas.

- sponsor -