- sponsor -

Crypto.com telah resmi menggantikan nama Staples Center di kandang LA Lakers, tim basket kebanggan masyarakat Los Angeles. Dengan terpasangnya papan nama Crypto.com, ini berhasil membuat kuasa yang lebih besar lagi dari platform trading koin kripto saat ini.

Mantan kandang Kobe Bryant dan kini menjadi kandang pemain basket LeBron James, Staples Center, kini telah resmi berganti nama menjadi Crypto.com Arena. Nama ini didasari dengan kesepakatan pihak pemilik stadion dengan platform trading kripto selama 20 tahun.

Crypto.com yang merupakan platform trading dari Singapura ini dilaporkan membayar 700 juta dollar AS untuk mengganti nama kandang tim-tim dari Los Angeles yang telah dipakai sejak tahun 1999. Dari foto yang telah tersebar, papan nama Staples sudah dicopot.

Crypto.com Arena ini sendiri akan dimeriahkan lagi saat match khusus hari natal dimana LA Lakers akan berjumpa dengan Brooklyn Nets. Dilaporkan juga, Staples Center akan berubah total dengan memanfaatkan semua power yang dimiliki oleh uang kripto agar menarik.

Papan Nama Crypto.Com Merupakan Strategi Untuk Mendapatkan Pengguna

Korancrypto - Papan Nama Crypto.Com Merupakan Strategi Untuk Mendapatkan Pengguna

Langkah ini jelas merupakan sebuah strategi dari brand untuk mengembangkan bisnis, terutama di pasar kripto. Menurut beberapa pakar juga, Cyrypto.com cukup cerdik dalam melihat peluang, jauh lebih unggul daripada saingannya seperti Binance dan Coinbase.

Taktik mereka ini meliputi penerapan kripto sendiri sebagai branding hingga akan membuat orang langsung sadar apa yang sedang dibicarakan. Selain itu, strategi yang dilakukan oleh Crypto.com ini dinilai lebih atraktif daripada yang menjanjikan hadiah yang lebih banyak.

Gimik seperti itu tampak sudah basi untuk mengembangkan sebuah brand dan Crypto.com memainkan peran yang efektif di kategori pasar mata uang digital ini. Pergantian nama dari Staples Center ke Crypto.com Arena juga dinilai adalah langkah yang sangat strategis.

Crypto.com arena akan digunakan oleh tim basket ternama di Los Angeles, yaitu LA Lakers dan LA Clippers. Fans tentu saja akan semakin menyorakkan nama stadion ini sehingga menjadi tempat berkumpulnya dua kubu fans sehingga akan mendapatkan pengguna.

Beberapa pemilik tim basket NBA juga menyatakan bahwa ini merupakan sebuah ide brilian. Mereka akan mengembangkan dan membuat penggunaan mata uang kripto yang lebih umum sembari mempromosikannya di stadion milik mereka, dan tentu saja lebih untung.

Kripto seakan sudah mendominasi dan dengan masuknya mereka ke stadion, akan menambah keuntungan lagi. Bintang LA Clippers saat ditanya soal pergantian nama ini juga sempat meresponnya dengan mengatakan ini akan sedikit aneh, tetapi akan terbiasa.

Crypto.com Memimpin Pertarungan Antara Platform Perdagangan Kripto

Koran Crypto - Crypto.com Memimpin Pertarungan Antara Platform Perdagangan Kripto

Jika kita membandingkan seluruh paltform trading crypto, yang terbesar adalah Binance, Coinbase, dan Crypto.com. Dan jika harus melihat detail, maka Crypto.com dirasa sedang memimpin seluruh persaingan, mulai dari jumlah pengunduh, inovasi, dan strategi.

Ketika berbicara soal strategi pemasaran brand, Binance lebih ke menggunakan gimmick dengan menjanjikan hadiah, Coinbase yang mengadakan pemberitahuan atau semacam notifikasi agar penggunanya tidak lupa melakukan transaksi melalui berbagai media.

Sedangkan Crypto.com bisa dibilang sedang memimpin karena yang mereka gunakan adalah dengan mencari tempat untuk memasang sponsor. F1 telah menjadi yang pertama, bekerja sama dengan PSG hingga tim eSport. Dan kini langsung membeli nama di stadion.

Kandang LA Lakers dan LA Clippers bukan lagi di Staples Center. Bukan berganti lokasi, tetapi hanya Crypto.com membeli kepemilikan nama itu melalui deal selama 20 tahun. Ini membuat platform perdagangan mata uang digital ini memimpin dibanding para saingannya.

- sponsor -