- sponsor -

Nvidia Nvidia Didenda 80 M dan telah setuju untuk membayar sekitar 5,5 juta USD atau sekitar 80 miliar karena tidak mau memberikan data terkait berapa banyak jumlah graphic card yang terjual ke penambang kripto. Dengan kasus ini, komisi keamanan dan perdagangan AS langsung turun tangan.

US Securities and Exchange Commission telah umumkan kalau perusahaan graphic card akan dikenakan denda. Dalam surat denda itu, dijelaskan kalau Nvidia tidak memberikan data asli dan memberikan informasi bohong. Dan perusahaan Nvidia juga telah setuju bayar denda.

Investor terus andalkan Nvidia untuk penambangan kripto mereka. Nvidia sendiri juga terus yakinkan customer untuk menggunakan graphic card dari mereka saja agar segala hal yang ada kaitannya dengan aset kripto bisa lebih efektif, hemat waktu, dan tentu saja cepat.

Tetapi menurut komisi hukum AS, semua ini dilakukan Nvidia karena alasan keuntungan saja. Tidak semua data ini benar dan bahkan Nvidia memalsukan jumlah penjualan. Bukan hal yang tertutup lagi kalau GPU dari perusahaan ini langsung dipilih ketika aset kripto populer.

Nvidia Didenda 80 M Karena Menyembunyikan Data Berapa Banyak Jumlah GPU yang Terjual ke Penambang Kripto

Korancrypto - Nvidia Didenda 80 M Karena Menyembunyikan Data Berapa Banyak Jumlah GPU yang Terjual ke Penambang Kripto

Meskipun sudah banyak dipilih sejak awal, Nvidia baru saja alami kesulitan saat ini. karena ulah mereka juga, dana hingga 80 milliar rupiah harus melayang untuk membayar denda ke komisi keamanan dan perdagangan AS. Dan diklaim kalau isu ini telah dimulai pada 2018.

Nvidia dianggap dengan sengaja menipu komisi tersebut untuk keperluan bisnis. Menurut SEC, Nvidia berbohong kalau permintaan GPU dunia sedang sangat tinggi sehingga harus alami kenaikan harga. Nvidia juga menggunakan popularitas kripto sebagai alasan naik harga.

Namun, tanggapan itu ditepis oleh juru bicara Nvidia. Dia menekankan kalau memang produk mereka cocok untuk penambangan kripto dan bisa diandalkan, terkhusus untuk produk RTX sejak tahun 2021. Tetapi kenaikan harga ini bukan karena GPU saja, tetapi karena chip.

Di sisi lain, pembayaran 80 milliar atau sekitar 5,5 juta USD ini tergolong sedikit. Pasalnya, dari 3 bulan terakhir, mereka sudah mendapatkan hingga 7,6 milliar USD. Pembeli graphic card di tahun 2021 menjadi korban kerugian terbesar, karena saat itu Nvidia menaikkan harga.

“Nvidia gagal memberikan data dan informasi pasti mengenai penjualan graphic card, dan kami akan segera evaluasi bisnis perusahaan ini di pasar utama. Semua isu terkait dengan GPU dan teknologi lain akan kami urus dengan cepat, tepat, dan akurat,” ucap SEC.

Selain Itu, Nvidia Juga Menyembunyikan serta Berbohong Tentang Efek Penambangan Kripto

Koran Crypto - Selain Itu, Nvidia Juga Menyembunyikan serta Berbohong Tentang Efek Penambangan Kripto

Tetapi ada fakta lain yang juga perlu diketahui, yaitu dalam beberapa tahun terakhir, Nvidia telah menipu tentang fungsi dan cara kerja perangkatnya. Memang ada banyak GPU yang di buat untuk yang antusias dengan kripto, sehingga traffic pembelian juga sangat besar.

Terkhusus pembelian dari China yang luar biasa tinggi, dan hampir semua menggunakannya sebagai alat untuk menambang kripto. Tetapi ada satu lagi penemuan yang menyatakan jika perusahaan ini telah memalsukan efek penambangan lewat device mereka ke lingkungan.

Menurut SEC, Nvidia sengaja membuat kebohongan ini agar semakin banyak industri kripto yang memilih graphic card milik mereka. Padahal jika melihat efek pastinya, ini jauh lebih buruk. SEC klaim kalau RTX itu perlu banyak peningkatan unit agar efeknya lebih aman.

Nvidia mendapat denda senilai 80 miliar rupiah karena diklaim tidak bisa memberikan data aktual mengenai penjualan graphic card. Belum lagi Nvidia menipu soal efek yang dapat terjadi jika menggunakan produk mereka untuk keperluan penambangan kripto.

- sponsor -