- sponsor -

Nilai Tukar Kripto || Setelah koreksi atas beberapa pekar terakhir, sekarang ini bisa dipastikan sebagian besar mata uang kripto telah mengalami kenaikan. Lewat situs resmi Coindesk, per hari ini harga mata uang kripto menguat sampai dengan 12,4 persen.

Dengan peningkatan mata uang tersebut, kini nilai tukar harga bitcoin masuk pada level US$ 32,72 ribu. Selain bitcoin, beberapa mata uang kripto yang lainnya seperti litecoin, Ethereum, dogecoin, binance, dan dogecoin juga tercatat mengalami peningkatan.
Sampai dengan hari ini, Ethereum tercatat mengalami kenaikan sebesar 11,82 persen dalam rentang waktu 1 hari terakhir. Untuk mata uang lain seperti binance mengalami penguatan sebesar 8,52 persen, dogecoin 5,97 persen, litecoin 9,89 persen, dan ripple sebesar 5,8 persen.

Kenaikan Nilai Tukar Kripto
Kenaikan Nilai Tukar Kripto

Kenaikan Nilai Tukar Kripto

Menurut riwayatnya, kenaikan harga bitcoin pada level kisaran US$ 37,72 ribu sebenarnya masih sangat jauh ketimbang level tertingginya yang pernah mencapai US$ 64,82 ribu, Hal tersebut juga dirasakan oleh mata uang kripto lain seperti dogecoin.

Saat ini, penguatan dogecoin sebesar 5,97 persen ke level US$ 0,3 sen sebenarnya belum pada level harga tertingginya, di mana sebelumnya pernah mencapai angka US$ 0,74 sen.
Sejauh ini, naik turunnya nilai tukar dari mata uang kripto ini memang disebabkan karena banyak hal. Adapun salah satu alasannya datang dari beberapa negara yang mulai mengeluarkan sebuah larangan soal mata uang uang ini.

Salah satu negara yang menolak keras mata uang kripto yaitu China. Sejak awal tahun 2013, China memiliki pandangan di mana bitcoin bukanlah mata uang yang nyata dan melarang setiap lembaga keuangan beserta pembayarannya menggunakan bitcoin.

Negara Tirai Bambu ini juga memberi pandangan bahwa bitcoin memiliki risiko besar dalam aksi soal pencucian uang. China juga menilai stabilitas atas sistem keuangan negaranya bisa lebih terjaga apabila penggunaan yuan sebagai mata uang sah dilindungi.

Pada negara Indonesia sendiri, pemerintah juga mengeluarkan larangan berupa aset kripto yang sebagaimana tidak bisa digunakan sebagai alat bayar. Walau demikian, namun mata uang ini masih dianggap sebagai komoditas bursa berjangka.

Adapun maksud dari komoditas berjangka di sini yaitu mata uang kripto tidak masalah jika digunakan sebagai bentuk investasi ataupun komoditas yang di mana dapat diperjualbelikan oleh pelaku pasar.

Peran Kripto Pada Industri Keuangan
Peran Kripto Pada Industri Keuangan

Peran Kripto Pada Industri Keuangan

Seperti diketahui, mata uang kripto memang tidak membutuhkan rekening bank. Namun sebaliknya, kripto sendiri secara langsung disimpan pada dompet digital. Dari fakta ini, tentu tidak bisa disangkal apabila kripto adalah solusi.

Perdagangan mata uang kripto seperti bitcoin di beberapa negara memang terus bertambah. Tidak sedikit dari penduduk negara tersebut yang penasaran dan ingin tahu tentang mata uang ini dan otonomi keuangan yang mendorong mereka dalam memborong bitcoin.

Pemilihan kripto pada sejumlah negara di dunia memang menjadi solusi, hal tersebut dapat terjadi karena kemudahannya dalam soal akses keuangan. Namun walau demikian, fakta di lapangan soal mata uang ini juga ditentang oleh bank sentral.

Tidak sedikit bank sentral yang berada di seluruh dunia telah bereaksi terhadap mata uang satu ini. Secara ragu-ragu, mereka merangkul kripto dikarenakan nilai atas volatilitasnya yang sangat tinggi.

Berkaca dari Bitcoin saja, di mana sampai dengan sekarang masih terus mengalami kenaikan dan penurunan. Pada awal tahun saja, harga tukar dari bitcoin turun jauh sampai setengah nilainya di mana sebelumnya pernah di angka tertinggi di atas US$ 60 ribu.

Untuk mata uang kripto yang lainnya juga masih terus diperdagangkan, baik naik maupun turun mengikuti sistem dan pasar dunia. Setiap kenaikan dan penurunan dari mata uang ini akan secara langsung memengaruhi nilai tukarnya.

 

- sponsor -