- sponsor -

Dilansir dari CNBC, nilai kripto Titan menukik tajam berada pada titik nol. Hal tersebut menarik perhatian para pelaku perdagangan Kripto. Pergerakan nilai tersebut akan berpengaruh pada keputusan pedagangnya.

Keanehan terjadi pada titan karena beberapa hari lalu, nilai titan mencapai USD 52 merupakan nilai tertinggi di pasar kripto. Namun pada hari Minggu tanggal 27 Juni 2021 tidak memiliki nilai sama sekali.

Jatuhnya harga Titan, turut menyeret para investornya. Bahkan investor kawakan turut menjadi korban akan runtuhnya harga titan pada hari ini. Maka dari itu, harus diketahui penyebab dan solusinya.

Penyebab Nilai Kripto Titan Menjadi Nol

Sebetulnya aset kripto berpotensi besar untuk mengalami penurunan. Namun penurunan hingga mencapai 100% sangat jarang terjadi. Maka dari itu harus banyak belajar dari bitcoin.

Meskipun bitcoin turut turun namun hanya sekitar 2% saja. Sang primadona kripto ini terus memancarkan sinarnya meskipun terjadi penurunan karena memiliki blockchain. Apabila titan juga memiliki blockchain, hal tersebut tidak akan terjadi.

Tidak memiliki blockchain merupakan salah satu penyebab utama titan merosot tajam hingga 100%. Walaupun sebetulnya tidak bisa membandingkan titan dengan bitcoin karena titan bukanlah mata uang kripto.

Dikarenakan titan bukanlah mata uang kripto sehingga wajar bila mengalami penurunan hingga 100%. Terlebih posisi titan berada di atas layer satu blockchain serta bekerja melalui jaringan polygon. Polygon sendiri akan diberlakukan baru-baru ini.

Sekilas mengenai titan, hanya sebagai token dari DeFi. Token tersebut bekerja dalam jaringan polygon dan dikembangkan oleh Iron Finance. Maka dari itu, tidak bisa membandingkan bitcoin dengan titan.

Begitu juga sebaliknya, kemunduran titan tidak bisa dijadikan tolak ukur mengenai pergerakan bitcoin. Terlebih karakteristik keduanya berbeda jika ditinjau dari posisinya. Bitcoin sendiri berada di layer satu.

Sementara itu, karakteristik posisi titan berada di atas layer satu. Dengan demikian, nilainya sama dengan surat berharga, yang digunakan untuk menggalang dana. Itulah posisi titan saat ini yang membuatnya ambruk hingga 100%.

Dikarenakan berbeda dengan bitcoin, maka tidak harus dikhawatirkan akan pergerakan bitcoin. Bitcoin jauh lebih berstruktur serta memiliki blockchain yang settle. Meskipun mengalami penurunan setelah beberapa hari tidak turun.

Pendapat para Ahli Mengenai Penurunan Titan

Pergerakan nilai kripto tidak luput dari perhatian para ahli. Terlebih turunnya titan turuy menyeret korban sekelas investor kawakan.

Dengan demikian, investor tersebut mengungkapkan pendapatnya bahwa DeFi tidak sama dengan bisnis lainnya dalam kripto. Hal tersebut diungkapkannya setelah mengalami kerugian atas aset kripto.

Investor tersebut memberikan saran perbaikan kepada DeFi dan pengembangnya, yakni Iron Finance. Saran tersebut mengharuskannya untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi agar bisa melakukan akuisisi modal serta menutupi biaya pelanggan.

Pendapat lainnya dikemukakan oleh Jorge Cortes seorang Chief Operating officer yang mengungkapkan bahwa tidak bisa membandingkan proyek yang baru berkembang dengan proyek yang memiliki blockchain telah terstruktur.

Tentu saja dalam hal ini bertolak belakang bila membandingkan titan dengan bitcoin, serta bukanlah sikap yang bijak. Namun kenyataannya, ambruknya titan turut menarik bitcoin untuk mundur, meskipun hanya beberapa persen.

Meskipun bertolak belakang namun keduanya saling tarik menarik, bila salah satunya mengalami kejatuhan. Maka dari itu, jatuhnya titan membuat khawatir para investor kripto. Dikhawatirkan harga bitcoin turut menurun.

Kejatuhan titan hingga 100% turut menuai kontroversi dari ahli perdagangan kripto. Banyak ahli yang mengkhawatirkan, perdagangan kripto akan hancur karena kejatuhannya tersebut. Terlebih bitcoin turut menurun, meskipun dibawah 5%.

 

- sponsor -