- sponsor -

Investasi Bitcoin | Niat hati ingin memperoleh keuntungan dari investasi mata uang digital berupa bitcoin, seorang pedagang bakso malah merugi. Toni Haryanto yang berumur 46 tahun harus mengalami kerugian dalam jumlah cukup besar.

Bagaimana tidak, uang sebesar 32 juta rupiah harus raib begitu saja tanpa jejak. Ternyata investasi yang coba dilakukan malah bodong sehingga merugikan. Bahkan Toni harus rela keinginannya beribadah haji tertunda.

Awal Mula Mengikuti Investasi Bitcoin
Awal Mula Mengikuti Investasi Bitcoin

Awal Mula Mengikuti Investasi Bitcoin

Meski sehari-hari hanya berdagang bakso tidak menciutkan nyali Toni berinvestasi. Hal ini tetap dilakukan meski sudah lama berjualan di Karawang, Jawa Barat. Tepatnya Desa Duren, Kecamatan Klari.

Apalagi sudah berhasil membawa anaknya magang bekerja di Jepang. Ditambah lagi anaknya ini sudah mampu memberi gajinya Indonesia. Terlebih tujuan mengirimkan ke orang tua agar dapat dipakai memenuhi kebutuhan.

Sebelumnya Toni diberi uang tuna sebesar 32 juta oleh anaknya tersebut. Di mana sebenarnya akan dipakai untuk keperluan naik haji. Tapi malahan tertarik mencoba hal lain agar uangnya berlipat ganda.

Kejadian tidak menyenangkan ini sendiri dimulai sekitar dua bulan lalu. Di mana sebelumnya Toni mencoba mengikuti grup telegram. Dia tertarik join setelah melihat grup Bitcoin Indonesia pada platform tersebut.

Kemudian dengan seksama mulai mempelajari tentang kegiatan investasi bitcoin. Lalu melihat kondisi semua investor yang mencoba berinvestasi. Tidak heran semakin tertarik karena banyak review bagus.

Dilansir dari Tribun Jabar, kemudian dia langsung menghubungi admin. Maksud utamanya mengetahui bagaimana langkah menjadi investor. Selanjutnya diberi tahu kalau harus menyiapkan modal awal sebesar 2 juta rupiah.

Ternyata cukup menguntungkan karena sudah berhasil dapat untung 10%. Hasilnya kurang lebih 200 ribuan berhasil diperoleh. Tapi kemudian Toni diperintahkan mengirimkan modal lagi yang kemudian mengalami kegagalan.

Hal ini disebabkan katanya ada pajak investasi yang harus diberikan. Selanjutnya Toni sama sekali tidak dapat memperoleh keuntungan dari investasinya. Maka dari itu mulai memusingkan diri sendiri.

Kerugian yang Dialami Oleh Investor

Kerugian yang dialami Toni semakin membesar karena kembali mengirimkan uang dengan nilai tinggi lainnya. Mulai dari 8,9 juta rupiah sampai 9,8 juta rupiah. Sempat juga mengirim nominal 5,1 juta rupiah.

Kata admin grup Telegram tersebut, akan mengalami kerugian jika tidak segera transfer. Di mana semua keuntungan yang sudah diperoleh hangus. Makanya Toni tidak mampu berpikir lama menentukan langkah kedepan.

Hasilnya setelah semua permintaan transfer uang berhasil dilakukan, beberapa waktu kemudian akun Toni langsung kena blok. Tentu saja membuatnya tidak dapat melakukan akses lagi pada grup bodong tersebut.

Semua ketertarikan yang berubah menjadi kecurigaan benar-benar nyata. Di mana sudah terbukti kalau grup tersebut memang bodong. Terlebih lagi bakal sulit dilacak bahkan oleh pihak kepolisian sekalipun.

Sebenarnya ketertarikan awal Toni memang dilengkapi dengan maksud baik. Di mana ingin menghadiahkan keuntungan buat anak dan keluarganya. Apalagi setelah lebaran ingin berbagi lebih banyak uang.

Sangat menyakitkan karena kerugian ternyata melebihi 32 juta. Hal ini terjadi karena sudah ditambah 3 juta dari dana pribadi. Jika tidak segera diketahui, mungkin saja jumlah kerugian bertambah banyak.

Semua kejadian ini bukan hanya menyebabkan Toni kehilangan banyak uang. Melainkan kegagalan naik haji juga harus diterima. Selanjutnya bakal melapor ke pihak kepolisian supaya kasus ini dapat dikupas tuntas.

Cerita semacam ini harus menjadi pembelajaran untuk masyarakat yang tertarik mencoba invest. Bitcoin memang memiliki nilai keuntungan sangat besar. Tapi harus dilakukan secara aman dan dengan partner terpercaya agar menguntungkan.

 

- sponsor -