//NASA mulai lirik teknologi Blockchain

NASA mulai lirik teknologi Blockchain

[Total: 0    Average: 0/5]

NASA (National Aeronautics and Space Administration) baru-baru ini mulai mengunkapkan niatnya untuk menggunakan teknologi blockchain untuk memberi daya pada beberapa programnya.

Rencana mereka akan menggunakan teknologi blockchain ini dalam pengembangan sistem RADAR agar menjadi lebih efisien..

Menurut badan penerbangan Amerika serikat, NASA berencana untuk mengadopsi “Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B) pada tahun 2020”.

Badan tersebut juga menyatakan bahwa sistem RADAR NASA saat ini rentan dieksploitasi jika tidak dilakukan perawatan.

Maka untuk mencegah hal tersebut, agensi memutuskan untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi blockchain.

Inovasi blockchain tersebut menggunakan open source untuk memungkinkan privasi dan anomitasi pesawat sambil memberikan metode yang aman dan efisien untuk komunikasi dengan layanan lalu lintas udara, dukungan operasi, atau entitas resmi lainnya.

Setelah NASA mengintegrasikan teknologi blockchain kedalam sistem yang ada, pertukaran informasi yang aman dan tanpa gesekan antara layanan berbasis udara dan darat akan tercapai.

Baca Juga : Akankan sejarah Bitcoin terulang

NASA juga mengumumkan bahwa akan menggunakan “Hyperledger Fabric” – platform blockchain open source untuk memberi daya pada program baru.

Penting dicatat bahwa kerangka kerja blockchain yang sama ini digunakan juga oleh IBM untuk memberi daya pada proyek-proyek blockchainnya. Ini jelas membuktikan efektivitas kerangka kerja blockchain Hyperledger.