- sponsor -

Korancrypto.com – Menurut bank-bank pada dewan penasehat federal (FAC), Libra merupakan sebuah proyek yang berpotensi menciptakan sistem “Shadow Banking” sehingga ditakuti bank besar di Amerika Serikat.

Libra ditakuti Bank Besar Amerika Serikat

Setelah Federal Reserve Amerika Serikat menanyakan pendapat dari beberapa bank di negara itu tentang Libra, bank-bank menyatakan bahwa mereka tidak terlalu positif terhadap proyek Libra ini.

Perwakilan bank menyebutkan dengan adanya Libra nantinya akan berpotensi untuk menurunkan transaksi rekening giro dan volume pembayaran di bank.

Baik Libra maupun proyek stablecoin lainnya sama-sama menjadi momok bagi mereka karena stablecoin ini harganya dipatokan pada nilai dasar mata uang fiat.

Hal ini juga menjadi awal mula timbulnya persaingan model bisnis bank yang dibangun berdasarkan privasi.

Memperhatikan bahwa sekitar 52% dari populasi A.S., atau 170 juta orang, dianggap pengguna Facebook aktif pada tahun 2018, bank-bank menyarankan bahwa Facebook berpotensi menciptakan ekosistem moneter digital di luar pasar keuangan yang terkena sanksi, atau sistem “Shadow Bank“.

“Ketika konsumen mengadopsi Libra, lebih banyak simpanan dapat bermigrasi ke platform, mengurangi likuiditas secara efektif, dan disintermediasi dapat semakin berkembang menjadi layanan pinjaman dan investasi.”

Bank Tetap Ingin Mengelola Ekonomi Lokal

Bank juga menyebutkan bahwa dengan adanya Libra yang diciptakan oleh Facebook ini dapat berdampak pada kebijakan moneter nasional dimana potensi negara untuk memantau, mengelola dan mempengaruhi ekonomi lokal.

FAC, yang mencakup 12 perwakilan dari industri perbankan A.S., berkonsultasi dengan dan memberi nasihat kepada Dewan Fed mengenai masalah ekonomi dan keuangan dalam yurisdiksi Dewan.

Pada 26 September, Bloomberg melaporkan di Facebook berencana untuk mendapatkan chief operating officer-nya Sheryl Sandberg di depan House Financial Services Committee pada Oktober untuk bersaksi tentang Libra dan rencananya untuk meluncurkan stablecoin pada tahun 2020.

- sponsor -