- sponsor -

Setelah lama kembali, mata uang kripto lain masuk pada level di atas U$ 40.000, Per lima hari kemarin harga bitcoin membukukkan pelemahan. Sampai dengan hari Minggu kemarin, harga bitcoin masih melempem.

Berdasarkan atas data Coin Market Cap, dalam sepekan terakhir harga bitcoin mengalami pelemahan sampai 0,69% ke level U$ 35,642,65 atau pada nilai tukar Rp. 512 juta per koin-nya. Meski terbilang melempem, tapi mata uang kripto lain juga tercatat mengalami penguatan tajam.

AMP merupakan salah satu mata uang kripto yang mengalami kenaikan sampai dengan 50%. Dalam waktu yang salam, AMP telah diperdagangkan dalam level US$ 0,08708 atau senilai Rp. 1.251,34 per koinnya.

Per 16 Juni kemarin, AMP telah tercatat mengalami penguatan dengan rekor tertinggi di level US$ 0,1211 per koin atau senilai Rp. 1.740,207 per koinnya. Dikabarkan, AMP meroket setelah dimasukkan ke dalam daftar Coinbase.

Mata Uang Kripto Lain dan Kapitalisasi AMP Terbesar dengan Kenaikan Paling Signifikan

Akibat kenaikan tajam pada beberapa pekan terakhir, kini AMP berada di urutan nomor 28 sebagai mata uang kripto. Padahal apabila dibandingkan per tanggal 16 Juni kemarin, AMP baru masuk ke dalam urutan kapitalisasi pasar di urutan ke 224.

Pada urutan kedua top gainer kripto, tetap masih bertahan XinFin Network di mana mereka mengalami kenaikan sebesar 44,64% pada level US$ 0,07201 per koinnya. Bisa dibilang, kapitalisasi pasar XinFin ini mengalami peningkatan yang sangat besar.

Tercatat, kapitalisasi perusahaan tersebut nyaris menyentuh level US$ 884 juta. Dengan kenaikan tersebut, tentu bisa diketahui apabila saat ini XinFin masuk ke dalam urutan ke 82 sebagai mata uang kripto.

Kemudian untuk urutan ketiga dipegang oleh Theta Fuel. Pada beberapa pekan terakhir, harga Theta Fuel juga melesat sebesar 39,31% di level US$ 0,6016 per koinnya. Saat ini Theta Fuel berada pada urutan ke 30.

Kapitalisasi Theta Fuel telah tercatat pada nilai sekitar US$ 3,19 milliar. Terakhir, melengkapi lima besar ada juga Quant yang mengalami penguatan sebesar 36,02% dan Fantom sebesar 28,85%.

Lain dari pada itu, mata uang kripto lain dengan kinerja terburuk dalam satu pekan terakhir yaitu Kusama. Mata uang satu ini merosot jauh sebesar 26,72% di mana masuk pada level US$ 294,6 per koin atau senilai Rp. 4.233 per koin.

Penurunan Kusuma telah membuat mata uang satu ini berada di urutan ke 34 dengan kapitalisasi pasar kurang dari US$ 2,5 miliar. Selanjutnya, kinerja terburuk juga terjadi pada ICP (Internet Computer).

ICP anjok sebesar 17,71% ke level US$ 50,22 per koin. Namun walau demikian, kapitalisasi ICP sebenarnya masih terhitung cukup besar di mana nyaris di level US$ 6,5 miliar (urutan ke 20).

 

Fenomena Bitcoin yang Mengalami Penurunan

Gagalnya sang raja mata uang kripto, bitcoin memang sejauh sejauh ini belum lepas dari tekanan. Padahal apabila melihat fenomena yang ada, ada beberapa negara yang masih berlomba-lomba membuat bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah.

Dukungan cryptocurrency sebagai alat pembayaran yang sah memang pertama kali dikeluarkan oleh negara El Savador. Negara dengan jumlah total penduduk sebesar 6,454 juta jiwa ini memang resmi mengakui bitcoin per 9 Juni 2021 kemarin.

Namun tidak hanya El Savador, beberapa negara sepertI Amerika Tengah dan Amerika Selatan juga mulai mengakui keberadaan bitcoin. Kemudian menyusul juga untuk negara lain seperti Parguay dan Panama.

- sponsor -