- sponsor -

Mata uang crypto turun pada 26 Desember 2021, namun trennya tetap naik daun. Salah satunya adalah Bitcoin, turun hampir mencapai dua persen per hari ini. Hal tersebut bisa saja terjadi dan wajar mengingat crypto memiliki tingkat volatilitas begitu cepat.

Ditambah pula dengan adanya perubahan dari perekonomian, gejolak sosial politik serta faktor lainnya. Terkait dengan penurunan dari uang elektronik ini merupakan sesuatu yang terbilang wajar. Sebab, mata uang kripto cukup dinamis mengikuti perkembangan zaman.

Sebenarnya selain faktor yang telah dibahas sebelumnya, fluktuasi dari harga crypto karena hukum pasar terdiri dari demand dan supply yang juga tetap berlaku. Apabila permintaan (demand) crypto naik, maka harganya akan meningkat, begitupun sebaliknya.

Mata uang crypto turun oleh sebagian kalangan justru menjadikannya sebagai peluang untuk investasi. Memanfaatkan keadaan tersebut dengan cara membelinya ketika harga kripto tengah turun. Kemudian dapat menjualnya kembali pada saat harga telah meningkat.

Beragam Penyebab Mata Uang Crypto Turun

Korancrypto - Beragam Penyebab Mata Uang Crypto Turun

Jika mencermati lebih jauh, penyebab fluktuasi naik dan turunnya uang digital ini dapat terlihat dari dua sudut pandang. Baik sudut pandang internal maupun sudut pandang eksternal yang mana keduanya memiliki andil sama besarnya dalam menyebabkan fluktuasi.

Dari sudut pandang internal, mata uang crypto turun karena nilainya pun tengah menurun. Kemudian situasi ini berdampak pada adanya devaluasi. Selain itu, keadaan tersebut juga membuat peralihan transaksi dari jenis uang elektronik altcoin yang tersimpan dalam blokchain.

Sedangkan dari sudut pandang eksternal, ialah dari masyarakat secara umum mengenai antusias mereka untuk mengenali uang elektronik. Kondisi akan berpengaruh pula pada hukum pasar yang berlaku. Begitu pula dengan penyebaran informasi crypto dari berbagai media.

Beragam penyebab tersebut tidak terlepas dari risiko para trader. Selayaknya investasi pada umumnya pasti memiliki tingkat risikonya masing-masing. Para trader dapat memanfaatkan situasi sebaik mungkin guna mendapatkan peluang untuk meraih keuntungan.

Jenis Mata Uang Crypto yang Turun Berdasarkan Tingkat Volatilitas

Koran Crypto - Jenis Mata Uang Crypto yang Turun Berdasarkan Tingkat Volatilitas

Per hari ini terdapat beberapa jenis crypto tengah mengalami penurunan dari segi volatilitasnya. Penyebabnya tidak jauh dari banyak faktor yang telah dijelaskan sebelumnya. Berikut ini adalah mata uang crypto berdasarkan volatilitas dalam pasar:

1. Bitcoin

Mata uang crypto turun hari ini dengan volatilitas cukup besar ialah Bitcoin. Mengalami penurunan hingga ke level dua persen dengan harga 49.886,86 US$. Merupakan jenis crypto dengan fluktuasi terbesar ketimbang dari jenis kripto lainnya.

2. Ethereum

Serupa dengan Bitcoin, Ethereum hari turun hingga mencapai level satu persen dan pergerakannya kurang terlihat. Apabila Anda mengkalkulasikan harganya pada dolar US, kini harga Ethereum mencapai 4.028,28 US$. Harga ini tidak jauh berbeda dengan Bitcoin.

3. Binance Coin

Berbeda pula dengan dua jenis kripto sebelumnya, Binance Coin merupakan jenis kripto yang masih terbilang memiliki harga lebih murah dengan kalkulasi pada dolar US sebesar 540,25 US$. Meski lebih murah, pergerakan Binance Coin cukuplah besar.

4. Theter

Theter merupakan salah satu jenis kripto yang memiliki volatilitas cenderung lebih stabil serta tidak mengalami masa fluktuasi di hari ini. Harga Theter terbilang sangat murah yaitu 1 US$. Harga yang jauh berbeda dengan beberapa jenis kripto lainnya.

Pergerakan atau volatilitas kripto terjadi karena adanya beragam isu pada beberapa waktu terakhir ini. Meskipun mata uang crypto turun hari ini, tidak membuat trennya redup seketika. Kripto masih banyak diminati dan dipertahankan oleh para investor.

- sponsor -