- sponsor -

Mata uang Bitcoin, Sebagian besar investor telah dijadikan sebagai salah satu asel lindung nilai (hedgin) dari inflasi suatu negara. Bitocin sampai dengan saat ini dipandang sebagai sifat desentralisasi.

Desentralisasi yang dimaksud yaitu tidak bergantung dari pemerintah suatu negara. Namun yang namanya investasi tentu memiliki suatu keunggulan dan kelemahan. Menurut profesor ekonomi dari Universitas ternama, mereka menilai bahwa bitcoin memiliki banyak kelemahan.

Eswar Prasad, seorang profesor dari Universitas Cornell mengungkapkan bahwa bitcoin memicu mata uang digital lainnya untuk menghasilkan opsi yang lebih banyak. Dia menilai bahwa bitcoin tidak berfungsi dengan baik.

Prasad juga berujar bahwa hal menarik dari aspek ini yaitu kripto telah menemukan solusi untuk mengatasi dari beberapa kelemahan Bitcoin yang dimilikinya. Dalam hal ini, setiap investor harus mengetahui seluk beluk dunia pertambangan dan dampak masalah lingkungannya.

Dampak dari Penambangan Mata Uang Bitcoin

Secara umum, penambangan mata uang kripto seperti bitcoin mengacu pada proses intensif energi di mana diperlukan dalam penghasil koin digital baru. Selain itu, penambangan kripto juga berperan dalam memastikan jaringan pembayaran aman yang sudah terverifikasi.

Prasad menilai bahwa listrik yang kita gunakan sekarang ini merupakan validasi transaksi pada blockchain bitcoin. Hal tersebut tentu memberi dampak kurang baik untuk lingkungan. Lain dari pada itu, CEO dari perusahaan Tesla juga memberi tanggapan akan hal tersebut.

Musk berujar bahwa pada beberapa bulan lalu, perusahaan Tesla telah menghentikan pembayaran transaksi saat membeli mobil menggunakan mata uang bitcoin. Penghentian transaksi tersebut memang melihat dari dampak masalah lingkungannya.

Keputusan Tesla dalam menghentikan pembayaran transaksi menggunakan bitcoin telah membuat perusahaan mobil listrik ini mengalami kerugian sampai 5% dalam hitungan menit. Namun melihat fenomena di atas, sepertinya Elon Musk telah mengambil sikap berbeda.

Dalam cuitannya lewat media sosial twitter pribadinya, Musk mengatakan bahwa Tesla akan menerima pembayaran bitcoin dalam setiap transaksinya dengan syarat penambangan Bitcoin harus menggunakan energi bersih.

Sampai dengan sekarang ini, penambangan aset kripto yang dilakukan para penambang memang banyak dilakukan dengan menggunakan komputer khusus dalam menyelesaikan persamaan matemika yang begitu kompleks.

Penggunaan komputer khusus ini memang secara efektif memungkinkan transaksi koin digital dapat dilakukan para penambang di lain hari. Atas jasa yang dilakukan para penambang tersebut dalam memecahkan algoritma, maka mereka dibayar dengan menggunakan aset kripto.

Fenomena Penambang dalam Memecahkan Algoritma Kripto

Secara umum, proses penambangan aset kripto memang melewati banyak tahapan. Namun sayangnya, seluruh proses penambang dalam menambang bitcoin membutuhkan lebih banyak energi. Hal itu bisa kita lihat dari penggunaan energi di beberapa negara.
Dua negara yang dinilai menghabiskan banyak daya yaitu Finlandia dan Swiss. Pada sisi lain, mata uang kripto lain seperti ethereum juga kadang masih dipandang sebagai pilihan alternatif. Pasalnya, metode penambangan mata uang ini berbeda.

Singkatnya, ethereum menjalankan sistem di mana disebut-sebut sebagai “validator” di jaringannya. Lewat hal itu, proses penambangan yang digunakan pada ethereum harus menghilangkan kebutuhan akan sejumlah daya komputasi yang diperlukan.

Diklaim, jumlah daya komputas yang diperlukan untuk menyelesaikan proses validasi transaksi mampu memakan energi sebesar 99,95% lebih sedikit dibanding sebelumnya. Sedikitnya sumber energi yang dibutuhkan oleh mata uang ini tentu membuat penambangan etherum jauh lebih hemat energi.

Ethereum memang dikenal memberikan lebih bayak manfaat dibanding mata uang kripto seperti bitcoin. Selain karena daya yang dibutuhkan lebih sedikit, transaksi yang dibutuhkan pun lebih murah dan cepat.

 

- sponsor -