- sponsor -

Di tengah maraknya tren uang kripto dengan segala model ekonominya, pemerintah Malaysia Larang Uang Kripto dan bertindak tegas terhadap peredaran mata uang digital tersebut. Salah satunya adalah Binance yang tidak diakui di sana.

Malaysia menjadi negara kesekian yang tidak mengakui keberadaan Binance dan telah mengeluarkan larangan untuk beroperasi. Salah satu penyedia uang kripto ternama itu akhirnya bersiap-siap untuk hengkang dari Negeri Jiran.

Malaysia Larang Uang Kripto karena Punya Risiko Tinggi | Koran Crypto

Malaysia Larang Uang Kripto karena Punya Risiko Tinggi

Komisi Sekuritas Malaysia melarang keberadaan Binance di negaranya lewat surat teguran publik yang ditujukan pada tiga pihak, yakni pada bisnis Binance itu sendiri, CEO Zhao Changpeng, dan tiga entitas lainnya.

Sebelumnya, Inggris lewat lembaga finansial negara atau The Financial Conduct Authority (FCA), telah mengeluarkan kebijakan serupa dengan melarang operasional mereka di negaranya. Ada imbauan resmi terkait dengan proses pelarangan tersebut.

FCA mengeluarkan pernyataan sekaligus peringatan terhadap konsumen seperti investor, soal volatilitas pasar uang kripto secara umum. Mereka harus berhati-hati dengan iming-iming iklan bahwa uang digital tersebut menjanjikan hasil yang tinggi.

Sedangkan Malaysia, pemerintah negeri Jiran terpaksa mengeluarkan teguran penyedia uang kripto dan entitas bisnisnya masih aktif beroperasi di sana. Platform mereka seperti situs web dan aplikasi seluler diminta agar dinonaktifkan.

Selain harus menonaktifkan platform digital seperti di atas, pemerintah Malaysia ingin pihak Binance menghentikan segala bentuk media dan aktivitas pemasarannya. Termasuk membatasi calon investor mengakses grup Telegram dan lainnya.

Sekilas Tentang Binance (BNB) dan Kenapa Dilarang | Koran Crypto

Sekilas Tentang Binance (BNB) dan Kenapa Dilarang

Binance sendiri merupakan mata uang kripto yang dikeluarkan Binance Exchange dan diperdagangkan dengan simbol BNB. Pada Juni 2021, Binance Exchange telah mendukung lebih dari 1,4 juta transaksi per detik.

BNB kemudian diluncurkan selama penawaran koin awal (ICO) pada Juli 2017. Hampir setengah dari dana yang dikumpulkan selama proses ICO dimaksudkan untuk digunakan untuk branding dan pemasaran perusahaan.

Sementara itu, sepertiga hasilnya digunakan untuk membangun platform bisnis, dengan melakukan peningkatan yang diperlukan untuk kelancaran ekosistem bisnisnya. Rincian pembagian hasil tersebut dijelaskan pada keterangan di bawah berikut ini

Asumsi keuntungannya adalah 10% atau 20 juta, token BNB kepada angel investor, 40% atau 80 juta token kepada tim pendiri, dan 50% sisanya atau 100 juta, kepada berbagai peserta umum.

Meski demikian, Binance akhirnya dilarang beroperasi di banyak negara seperti Malaysia dan Inggris karena berbagai hal. Mulai dari kekhawatiran soal imbal balik investasi yang tinggi, hingga tidak terdaftar secara resmi.

Akhirnya Bersiap untuk Hengkang dari Malaysia dan Negara Lainnya | Koran Crypto

Akhirnya Bersiap untuk Hengkang dari Malaysia dan Negara Lainnya

Pihak Binance yang merasa posisi tengah terjepit akibat penolakan oleh regulator di seluruh dunia, memilih untuk hengkang dari negara-negara tersebut. Pihaknya bakal menghentikan segala bentuk operasinya karena telah dilarang beredar.

Pemerintah Malaysia selaku regulator menghimbau pengguna Binance seperti investor dan pemilik akun, agar menghentikan aktivitas jual beli di platform tersebut dan menarik kembali dana investasi mereka.

Di Italia, regulator keuangan setempat telah lebih dahulu melayangkan peringatan kepada Binance agar produknya tidak diperdagangkan di sana karena tidak memiliki izin. Langkah ini kemudian diikuti oleh negara-negara Eropa lainnya.

Negara Eropa lainnya seperti Polandia, Inggris, dan Jerman, juga mengeluarkan kebijakan serupa dengan melarang perizinan edar produk-produk Binance di wilayahnya. Termasuk Malaysia yang baru-baru ini juga mengumumkan larangan tersebut.

Penyedia mata yang kripto dengan simbol BNB itu memutuskan menghentikan produk-produk berjangka beserta turunannya di kawasan Eropa dan negara lainnya, sebagai imbas dari adanya pelarangan resmi oleh regulator setempat.

Sebelum melarang keberadaan Binance, pemerintah Malaysia juga sempat merasa kesal dengan praktik pencurian listrik oleh para penambang kripto di salah satu wilayahnya. Kerugian yang dialami bahkan mencapai angka puluhan miliar.

- sponsor -