- sponsor -

Saat ini Lesunya Pasar Aset Kripto bukan hanya Bitcoin, bahkan semua kripto yang berada di jajaran atas sepertinya terkena dampak dari rilisnya Bank Sentral Amerika Serikat yang beberapa waktu ini dikeluarkan.

Binance, Ethereum, Tether, Bitcoin bahkan sampai Solana juga merasakan dampaknya berada di zona merah. Sudah pasti situasi seperti ini membuat trader kripto menjadi lebih merasakan panas dingin.

Layaknya pasar modal, investor atau trader harus dapat mengenali seperti apa situasi yang terjadi agar bisa mengambil keputusan dengan baik.

Sebelum Mengambil Keputusan Hold atau Jual, Pastikan Hal Lain

Koran Crypto - Sebelum Mengambil Keputusan Hold atau Jual, Pastikan Hal Lain

Ketika akan mengambil keputusan, mungkin Anda hanya akan menjadikan harga sebagai patokannya. Padahal selain harga, Anda harus mencermati terlebih dahulu Bear & Bull Market.

Bear market sendiri adalah sebuah kondisi penawaran yang keadaannya lebih banyak bila dibandingkan dengan permintaan serta harga sedang mengalami penurunan.

Sedangkan Bull market merupakan sebuah trend di dunia kripto yang terjadi karena permintaan jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan penawaran. Hal yang harus diingat adalah pasar kripto sekarang masih bisa dikatakan baru.

Memang, kripto masih bisa disebut baru bila kita membandingkan dengan asset lain, terutama di Indonesia. Sehingga, perubahan yang dimiliki juga bisa disebut cepat. Bukan hanya itu, pasar kripto begitu berkaitan erat dengan kondisi perekonomian yang terjadi di dunia.

Contohnya, ketika pusat saham besar seperti S&P mengalami kemerosotan, harga dari Bitcoin juga ikut mengalami penurunan. Termasuk ketika pandemic datang yang memiliki imbas pada asset lain.

Bitcoin juga demikian, bahkan pandemic juga menjadi pemicu bear market ketika tahun 2020 lalu. Hal tersebut berlangsung selama 5 bulan.

Ketika masuk pada vase bear market, ada berbagai macam hal yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan analisis serta memindahkan asset kripto sebelum terjadinya bear market.

Selain itu melakukan buy the dip ketika terjadi bear market. Buy the dip sendiri merupakan istilah yang berada di dalam investasi serta mengacu pada sikap investor yang memborong asset saat harga sedang mengalami penurunan.

Lesunya Pasar Aset Kripto Terbesar

Korancrypto - Lesunya Pasar Aset Kripto Terbesar

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, dalam 7 hari secara berturut-turut harga dari bitcoin terus menerus merosot begitu panjang. Tidak sedikit analis kripto yang memperingatkan jika dalam beberapa waktu ini mungkin akan terjadi aksi jual tajam.

Meskipun, pasar akan terlihat stabil, Januari biasanya menjadi bulan yang cukup lemah secara musiman untuk asset kripto seperti bitcoin. Namun, tahun ini sepertinya akan terlihat begitu sulit dan turun hingga 11% di tahun 2022.

Pasar memang diguncang oleh risalah the Federal Reverse yang membas apakah akan mengambil langkah yang agresif untuk mengatasi inflasi yang sudah mencapai level paling tinggi dalam kurun waktu hampir 4 dekade.

Tidak sedikit investor yang menganggap bila bitcoin sudah diuntungkan dalam beberapa waktu terakhir serta adanya pelonggaran kebijakan moneter the Fed semenjak pandemic memukul perekonomian.

Hal ini juga termasuk pencetakan uang hingga USD 4 triliun agar bisa mendukung pasar yang sedang sakit. Oleh sebab itu pembalikan kebijakan yang dilakukan the Fed dilihat sebagai angin bitcoin.

Selain itu juga terdapat narasi di pasar mengenai perdagangan bitcoin seperti asset yang memiliki risiko mirip dengan saham teknologi.

Selain itu sikap hawkish the Fed juga bisa mengekang selera investasi berisiko serta bernilai tinggi. Tidak pastinya ekonomi makro sudah menyebabkan keyakinan yang rendah dari pelaku pasar.

Beberapa hari lalu, tepatnya hari Jumat, 7 Januari 2022, bitcoin turun hingga 35% ini menjadi level paling tinggi sepanjang masa serta pasar memerlukan waktu hingga berbulan-bulan agar bisa pulih.

- sponsor -