- sponsor -

Perdagangan mata uang kripto melemah pada hari kemarin waktu Indonesia pagi. Hal ini dianggap karena adanya sentimen negatif di pasar kripto pada perdagangan kemarin.

Menurut data dari CoinMarketCap pada pagi kemarin, delapan jenis kripto berkapitalisasi besar non stablecoin mengalami penurunan. Hanya satu jenis yaitu koin digital Solana yang masih konsisten melesat.

Koin Solana berhasil meningkat ke angka 18,67 persen menuju level harga US$ 210,67 setiap koinnya. Harga ini setara dengan Rp 3.006,261 setiap koinnya dengan asumsi kurs Rp 14.270 setiap US$.

Terlepas dari itu, jenis lainnya merosot, termasuk koin digital yang menjadi favorit para investor. Bitcoin merosot ke angka 2,09 persen menuju level harga US$ 46.249,09 setiap koinnya.

Harga tersebut jika dirupiahkan setara dengan Rp 659.974.514 setiap koinnya. Sementara itu, Ethereum melemah ke angka 0,25 persen menuju level US$ 3.515,23 setiap koinnya setara dengan Rp 50.162.332.

Melemahnya Aset Kripto Akhir Ini

Melemahnya Aset Kripto Akhir Ini - Koran crypto

Selain itu, jenis lainnya yaitu cardano ikut ambles ke angka 3,43 persen menuju angka US$ 2,45 setiap koinnya. Jika disetarakan dengan rupiah maka akan bernilai Rp 34.962 untuk setiap koinnya.

Sementara itu, jenis kripto binance koin ikut tergelincir ke angka 2,13 persen menuju angka US$ 414,37 untuk setiap koinnya. Jika dirupiahkan maka harganya setara dengan Rp 5.913.060 setiap koinnya.

Jenis lainnya yaitu ripple terjatuh ke angka 3,38 persen menuju angka pelemahan sebesar US$ 1,1 setiap koinnya. Harga tersebut akan setara dengan 15.677 setiap koinnya jika dikonversikan ke dalam rupiah.

Koin ‘meme’ dogecoin juga ikut melemah ke angka 2,89 persen menuju angka US$ 0,2548 setiap koinnya. Sementara itu, jika dirupiahkan maka nilainya akan setara dengan Rp 3.636 setiap koinnya.

Jenis kripto polkadot juga mengikuti kawan-kawannya terjatuh ke angka 2,95 persen menuju angka US$ 27,75 setiap koinnya. Jika dirupiahkan maka nilai ini akan setara dengan 395.993 rupiah setiap koinnya.

Jenis kripto bitcoin kembali diperdagangkan pada jalur zona merah pada perdagangan pagi tersebut. Salah satu yang membuat hal ini terjadi adalah para trader yang merespons dari volatilitas kripto.

Tentunya hal ini menggelitik para analis untuk mengharapkan konsolidasi yang lebih lanjut. Selain itu, perlu adanya kenaikan dalam waktu terdekat meskipun angkanya hanya beberapa persen saja.

Selain itu, bulan September menjadi waktu yang membuat keadaan bitcoin menjadi melemah. Meskipun demikian, penguatan yang terjadi biasanya diperkirakan di bulan-bulan berikutnya yaitu tepatnya di bulan November.

Berbagai Faktor yang Menyebabkan Kripto Melemah

Berbagai Faktor yang Menyebabkan Kripto Melemah | Korancrypto

Sementara itu, hal yang berhubungan dengan indeks ketakutan dan keserakahan kripto sudah memasuki wilayah extreme greed. Hal ini terutama terjadi pada periode volatilitas rendah yang kembali terjadi.

Adanya regulasi baru memberikan kontribusi pada sentimen negatif yang terjadi saat ini. Komisi Sekuritas dan Pertukaran Amerika Serikat memberikan notasi Wells pada perusahaan kripto di AS yaitu Coinbase.

Hal ini dikarenakan Coinbase terindikasi akan meluncurkan produk barunya yaitu Lend yang merupakan produk pinjaman berbunga pada aset kripto. Tentunya hal ini membuat para investor menjadi khawatir.

Sementara itu hal ini diperjelas oleh Paul Grewal yang merupakan Chief Legal Officer Coinbase. Berhubungannya dengan peringatan Wells kepada perusahaannya dan mengancam akan menuntut perseroan.

Hal ini akan terjadi jika Coinbase masih tetap meluncurkan produknya yaitu Lend dan menawarkan imbal hasil sebesar 4 persen. Hal ini diberikan secara tahunan melalui deposit stablecoin USDC.

- sponsor -