- sponsor -

Kejahatan Kripto Capai Triliunan – Banyak hal mengenai pasar uang, mulai dari trik dan cara hingga ungkap kejahatan kripto. Tentunya sebuah kejahatan berawal dari kecerobohan pemain. Walaupun begitu, memang pasar uang sangat rawan terhadap kejahatan.

Sehingga siapapun yang ingin masuk kedalamnya, harus mengerti mengenai risikonya. Walaupun keuntungan tinggi, tetapi risikonya juga tinggi. Maka dari itu, anda harus siap menghadapi segala risiko yang ada.

Namun, bukan berarti bermain kripto berbahaya. Hal tersebut bisa diperkecil asalkan dapat berhati-hati. Namun, kejahatan yang saat ini menyangkut asset kripto termasuk dalam level tertinggi yaitu mencapai USD 14 miliar.

Sedangkan jika dirupiahkan sekitar Rp 201 triliun hal tersebut untuk asumsi kurs sebesar Rp 14.369 dolar Amerika Serikat tahun 2021. Pada Channel News Asia, tanggal 7 januari 2021 adanya penelitian.

Peneliti menjelaskan bahwa ada sebuah rekor muncul pada saat regulator mengatakan akan banyak pengawasan pada sektor yang tumbuh dengan cepat. Salah satu adanya peningkatan kejahatan dari kripto yaitu penipuan.

Selain dari penipuan juga pencurian dari beberapa platform desentralisasi keuangan ataupun konsep Decentralized Finance. Tentu akan ungkap kejahatan kripto, agar kerugian tidak semakin besar dan meluas.

Ungkap Kejahatan Kripto Capai Triliunan, Begini Penjelasannya

Korancrypto - Ungkap Kejahatan Kripto Capai Triliunan, Begini Penjelasannya

Aset kripto sendiri diterima e-wallet dikarenakan aktivitas terlarang seperti pasar darknet, ransomware serta penipuan. Hal tersebut melonjak hingga 80 persen, lebih besar daripada tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan oleh Chainalysis dalam laporan. Aktivitas itu juga hanya mewakili 0,15 persen dari seluruh volume transaksi kripto. Hal tersebut merupakan terendah dari sebelumnya ada.

Kemudian volume keseluruhan juga melonjak sampai USD 15,8 triliun tahun 2021. Kemudian naik lagi hingga lebih dari 5x lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Mulai NFT sampai bitcoin juga meledak popularitasnya tahun 2021.

Ungkap kejahatan kripto adalah hal penting yang harus dilakukan agar tidak terus melonjak. Pengawas keuangan serta pembuat kebijakan berasal dari Washington sampai Frankfurt sudah resah atas penggunaan crypto yang salah.

Seperti dipakai untuk pencucian uang. Sehingga mendesak beberapa anggota parlemen agar memberikan kakuatan serta perlindungan lebih baik di industri. Pencurian keseluruhan tumbuhdari tahun 2020 sebesar 5x lipat.

Yaitu koin dengan nilai kurang lebih USD 3,2 miliar dicuri dan terdapat 72% totalnya itu dicuri oleh situs DeFi. Pastinya penipuan mempunyai modus untuk pengembang menyiapkan peluang investasi.

Hal tersebut dilakukan sebelum DeFi mengambial uang tunai investor. Hal tersebut diungkapkan oleh Chainalysis. Sehingga hal ini terus diawasi dan diungkap agar tidak terjadi lagi kemudian hari.

Harga Aset Kripto Saat Ini?

Koran Crypto - Harga Aset Kripto Saat Ini?

Setelah kejahatan tahun 2021, tentu anda bingung apakah harus melanjutkan bermain kripto atau tidak. Tentunya hal tersebut bisa anda ketahui dengan melihat harga aset saat ini, selain berhati-hati dengan penipuan.

Bitcoin menjadi peringkat pertama dalam aset cryptocurrency. Selain itu ada juga beberapa asset yang sama-sama kuat. Berdasarkan pemantauan data pada 7 Januari 2022, BTC atau bitcoin naik sampai 0,91%.

Hal tersebut dihitung dalam waktu 24 jam. Namun, masih terbilang lemah 8.03% seminggu terakhir. Kemudian sekarang BTC berada pada level USD 43.254,71 jika dirupiahkan menjadi Rp 621,5 juta.

Hal tersebut jika asumsi kursnya Rp 14.369 per dolar Amerika serikat. Sedangkan BNB menguat sampai 2,50%, serta masih lemah 8,27%. BNB juga berada pada USD 475,89.
Selain itu juga masih ada Ethereum yang menjadi asset terbesar kedua. Sehingga adanya penipuan tersebut bukan berarti berbahaya, namun harus berhati-hati. Setelah ungkap kejahatan kripto, tentu akan dilakukan pengawasan.

- sponsor -