- sponsor -

Kabar Baik Koin | Untuk mayoritas harga dari aset kripto kapasitas pasar terbesar cenderung mengalami penurunan dalam perdagangan hari ini terhitung sejak hari Sabtu, 18 September 2021.akan tetapi, dalam sepekan pun justru menunjukkan penguatan di beberapa koin tersebut.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap.com, 18 September 2021 lalu. Harga tiap koin yang ada di dalam market cap yakni Bitcoin terlihat naik hingga 1,74 persen dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Sementara itu juga, dalam waktu seminggu, Bitcoin mampu melesat hingga menyentuh 8,23 persen. Lalu, untuk koin terbesar yang kedua yakni Ethereum tampak turun di 0,34 persen. Tetapi dalam waktu seminggu sempat melesat hingga 8,57 persen.

Kabar Baik Koin REN Meroket Tajam Hingga 50 Persen

Korancrypto - Kabar Baik Koin REN Meroket Tajam Hingga 50 Persen

Ada total dari 10 koin kripto, 8 koinnya tampak melemah, yakni Dogecoin amblas hingga minus 2,49 persen. Sementara itu, dalam waktu sepekan koin tersebut berhasil naik hingga dipimpin polkadot yang terlihat hingga 22,17 persen.

Kemudian ada pula top gainers pada koin Avalanche yang naik hingga sekitar 14,61 persen. Sementara itu, di puncak top losers ditempati oleh Dogecoin yang menurun hingga 7,90 persen, padahal sebelumnya sempat naik hingga 20,14 persen dalam seminggu.

Dalam waktu sepekan, top gainers untuk koin kripto sudah dikuasai oleh koin REN yang meroket tajam hingga 50,82 persen, tercatat berada di atas kon Avalanche.

Sementara itu, Bitcoin masih tertahan pada kisaran level 48.000 US dollars dikarenakan menurunnya pembeli dalam jangka pendek atau dikenal dengan istilah overbought.

Para pembeli pun harus bisa menerima saat Bitcoin ini sedang berusaha menembus ke level resistance 50 ribu US dollars. Beberapa dari analis pun sudah memprediksi Bitcoin akan melakukan konsolidasi sebelum masa jatuh tempo di akhir bulan September mendatang.

Kebijakan Moneter Jadi Faktor Penurunan

Korancrypto - Kebijakan Moneter Jadi Faktor Penurunan

 

Beberapa dari analis pun juga ikut serta memantau perkembangan dari inflasi yang terjadi di Amerika Serikat.  Bank sentral Amerika Serikat pun turut mendorong diperkuatnya kebijakan moneternya hingga menyebabkan penurunan aset tersebut, termasuk pula cryptocurrency.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat juga sudah melaporkan inflasi inti sejak bulan Agustus 2021 ialah 0,1 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Angka ini pun juga cenderung melambat dibandingkan dengan bulan Juli 2021 sebesar 0,3 persen.

Hal tersebut juga sudah mendapatkan konfirmasi dari pada pandangan pasar The Fed bahwa terjadi kenaikan harga tersebut hanya bersifat sementara saja. Dibandingkan kembali dengan basis rendah yang terjadi sejak tahun lalu, lebih tepatnya saat pandemi Covid-19.

Beberapa dari investor pun memandang Bitcoin ini masih belum bisa dijadikan sebagai sebuah aset lindung nilai. Atau sebutannya hedging yang kenaikan diakibatkan inflasi yang disebabkan oleh pasokannya kian terbatas.

Stefan Ingves selaku Gubernur Bank Sentral Swedia merupakan salah satu yang merasakan pesimis pada masa depan mata uang kripto. Ia juga berpendapat bahwa perdagangan mata uang kripto Bitcoin ini tengah berurusan dengan perangko dan juga bisa menjadi gagal.

ementara itu, pendapat lainnya juga disampaikan oleh Alejandro Diaz selaku Gubernur Sentral Meksiko. Ia juga beranggapan bahwa Bitcoin sebagai alat tukar menggantikan uang asli. Alasannya pun dikarenakan fluktuasi harga yang relatif tinggi serta store of value yang juga rendah.

Store of value ini merupakan kemampuan dari mata uang untuk bisa mempunyai nilai dari masa ke masa. Uang pun harus dapat memberikan daya beli ketika di masa depan serta memilii kegunaan untuk mengumpulkan kekayaan.

- sponsor -