- sponsor -

Investasi Crypto dan Emas || Sejak dahulu emas adalah salah satu jenis investasi yang populer di masyarakat. Logam mulia yang satu ini dianggap sebagai salah satu aset yang memiliki nilai tak mudah turun.

Tapi seiring waktu aset kripto seperti Bitcoin akhirnya mulai dilihat sebagai salah satu pilihan instrumen investasi oleh beberapa calon investor, termasuk investor Bitcoin Indonesia.

Berikut ini adalah perbandingan investasi crypto dengan investasi emas yang perlu untuk Anda ketahui.

Perbandingan Investasi Crypto dan Emas

Perbandingan Investasi Crypto dan Emas - Korancrypto.com

Bentuk Aset

Selain populer digunakan sebagai perhiasan, emas adalah pilihan investasi yang cukup menguntungkan karena mempunyai nilai yang memang lebih stabil. Aset investasi tersebut mempunyai dua bentuk, yaitu fisik berupa logam mulia dan juga digital.

Pemilik emas nantinya bisa menyimpan sendiri ataupun di dalam sebuah box deposit yang disediakan oleh lembaga keuangan. Sedangkan untuk fisik emas digital disimpan di dalam lembaga penjaminan.

Berbeda dengan Bitcoin yang hanya memiliki bentuk digital. Bitcoin merupakan saldo yang mana di sini disimpan di dalam buku besar publik bernama blockchain. Umumnya disimpan di dalam komputer pribadi dengan file wallet.

Ketersediaan Aset

Di zaman dulu emas seringkali dipakai sebagai mata uang dengan nilai yang besar, hal ini yang membuat logam mulia tersebut jadi pilihan investasi. Bukan tanpa alasan emas disebut sebagai logam mulia. Emas berasal dari sumber daya alam yang langka dan terbatas ketersediaannya dan tidak diketahui secara pasti.

Berbeda dengan emas, Bitcoin adalah aset digital yang bisa diketahui jumlahnya. Seorang investor juga dapat mengetahui jumlah Bitcoin yang beredar di pasaran. Dengan mengetahui jumlah Bitcoin yang tersisa, investor akan jauh lebih mudah dalam memperhitungkan waktu Bitcoin tersebut akan habis. Selain itu, investor juga dapat melihat perubahan maupun prospek harga Bitcoin di masa depan.

Penetapan Harga Beli

Seperti yang diketahui, harga emas dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti contohnya kebijakan moneter, permintaan inflasi, nilai tukar dolar Amerika dan lain-lain. Ketika nilai tukar rupiah pada dolar AS semakin melemah, maka harga emas memiliki potensi naik. Sementara saat inflasi meningkat, maka harga emas akan cenderung lebih mahal.

Hal itu tidak berlaku pada Bitcoin. Aset kripto yang satu ini tidak mempunyai sistem yang terpusat. Salah satu faktor yang mempengaruhi harga dari Bitcoin yaitu perubahan pasar ekonomi seperti contohnya penurunan nilai aset investasi dan juga inflasi.

Selain itu, harga Bitcoin juga dapat dipengaruhi oleh sosial media, investor ritel, influencer atau tokoh ternama. Bitcoin dipengaruhi juga oleh permintaan industri keuangan tradisional dan juga perusahaan-perusahaan besar.

Artinya di sini makin banyak perusahaan atau orang yang membeli Bitcoin maka nilai akan makin tinggi, begitu juga sebaliknya. Hal lain yang juga mempengaruhi harga Bitcoin yaitu kejelasan hukum terkait mengenai koin tersebut di sebuah negara.

Faktor Risiko

Emas memang diketahui mempunyai harga yang jauh lebih stabil, tapi sekalipun demikian terdapat beberapa resiko yang perlu untuk diwaspadai. Salah satunya yaitu emas palsu. Jika di sini seseorang tidak memahami kandungan serta kadar emas, maka investor akan memiliki risiko tertipu.

Kemudian resiko terbesar dari kegiatan investasi tersebut yaitu kehilangan kepemilikan. Jika tidak disimpan secara benar, logam mulia tersebut akan hilang. Maka dari itulah, investor perlu menyimpan secara aman seperti contohnya di dalam brankas rumah atau menitipkan di pegadaian atau bank.

Sedangkan salah satu resiko di dalam kegiatan investasi Bitcoin yaitu nilai yang lebih volatil jika dibandingkan emas. Crypto dapat mengalami penurunan bahkan hingga 20% dalam suatu waktu. Sekalipun demikian investor kadang dapat memperoleh keuntungan berlipat dengan cepat.

- sponsor -