- sponsor -

Berita terupdate soal Harga mata uang kripto datang dari Perusahaan Investasi Richard Bernstein Advisors LLC. Dikabarkan, perusahaan tersebut memang tengah memberikan pergerakan atas beberapa jenis mata uang kripto di pasar global.

Pendiri, sekaligus CIO atas perusahaan Richard Bernstein Advisors telah memperkirakan akan terjadinya gelembung alias bubble pada mata uang kripto. Selain itu, terjadi juga demam kripto yang mendorong investor justru menjauh dari komoditas lain di mana sebelumnya merih keuntungan besar.

Lewat program berita ternama, mereka berucap bahwa fenomena tersebut sangatlah liar. Sekarang ini, bitcoin telah berada pada pasar bearish (penurunan tren) dan hal tersebut disukai semua orang.

Kemudian, minyak masuk ke dalam tren bulih (kenaikan tren). Dalam hal ini, kalian tidak akan pernah mendengar mengenai hal tersebut. Selama ini, orang-orang tidak perlu mengenai harga minyak naik.

Perusahaan besar seperti Richard Bernstein Advisors LLC telah menyebut minyak sebagai komoditas energi yang sedang melesat, dan sayangnya hal ini telah diabaikan oleh para investor.

Fenomena Naik dan Turunnya Harga Mata Uang Kripto

Fenomena bullish pada mata uang kripto memang berimbas pada aset lain seperti harga minyak. Walau memang demikian, namun tidak tidak sedikit dari mereka yang menilai bahwa hal tersebut sebenarnya tidak masalah.

Terakhir, harga minyak mentah WTI atau kepanjangan dari West Texas Intermediate ini tengah diperdagangkan pada level tertinggi di bulan Oktober 2018 silam. Lewat hari Senin kemarin, acuan harga minyak AS ini masuk dalam level US$ 70,88/barel.

Selama setahun terakhir, harga minyak di atas memang telah mengalami peningkatan sampai 96% besarnya. Namun sementara itu, pada minggu-minggu ini harga mata uang kripto seperti bitcoin juga mengalami kenaikan sekitar 13%.

Walau memang terjadi peningkatan pada beberapa minggu kemarin, namun apabila dilihat dua bulan terakhir, harga bitcoin masih mengalami penurunan sebesar 35%. Lewat fenomena tersebut, Bernstein menilai bahwa kenaikan pada level tersebut tidak akan berlangsung lama.

Mereka telah percaya bahwa gelombang kenaikan ini merupakan sebuah fenomena parabola yang berbahaya. Gelembung yang terjadi akan berbeda dari spekulasi karena gelembung telah menyebar ke masyarakat.

Dalam hal ini, mereka telah menyebar secara cepat ke luar di pasar keuangan dunia. Akibatnya, kini banyak orang yang membicarakan hal tersebut. Dengan cryptocurrency sekarang, bisa dipastikan sebagian telah masuk ke dalam saham teknologi.

Prediksi Gelombang Bullish di Depan
Prediksi Gelombang Bullish di Depan

Prediksi Gelombang Bullish di Depan

Secara umum, memang sudah banyak pihak yang memperkirakan akan terjadinya bubble. Dengan adanya proyeksi tersebut, sekelas perusahaan Bernstein juga menyarankan para investor untuk lebih berfokus bermain pada sektor energi.

Sekali lagi, hal di atas memang bisa terjadi karena sektor energi merupakan sektor yang belakangan sedang sangat berkembang. Perkembangan pada sektor ini juga terbukti dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Bernstein juga menambahkan bahwa dalam enam, delapan, dua belas, dan delapan belas bulan ke depan, akan terjadi pertumbuhan investor. Para investor tersebut diperkirakan akan membeli komoditas energi dan bahan serta tindak ketinggalan pada sektor industri.

Dewasanya, investasi pada aset kripto memang belakangan tumbuh cukup massif di beberapa negara. Pada tanah air sendiri, fenomena mengenai tren kripto juga sangat diminati. Karena hal tersebut, tentu OJK dan Bappebti mengatur lebih rinci soal aturan main investasi kripto.

Walau secara jelas belum ada regulasi mengenai kripto, namun dari Bappebti telah menegaskan bahwa akan ada regulasi yang mengaturnya secara langsung. Untuk mengatur lebih lanjut, OJK berencana akan berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan.

 

- sponsor -