- sponsor -

Mayoritas Harga Kripto Kembali Naik. Disebabkan karena meningkatnya sentiment bullish di pasar crypto. Melansir data Coin Market Cap, hanya koin digital XRP, Avalance, Terra serta Theter yang memerah.

XRP melemah 0,82% ke level 0,836 dollar Amerika per koin. Itu setara dengan Rp. 11.984 per koin. Asumsi kurs Rp. 14.335 per dollar Amerika. Sama seperti XRP, Terra merosot 1,35%.

Ke 93 dollar Amerika per koin atau setara dengan Rp. 1.333.155 per koin. Sementara Avalanche justru ambles 2,3% ke 83,7 dollar Amerika atau setara Rp. 1.199.840 per koin.

Harga Kripto Kembali Naik

Korancrypto - Harga Kripto Kembali Naik

Meskipun beberapa mata uang anjlok, sisanya terpantau kembali menguat. Seperti Bitcoin yang melonjak 2,77 persen ke level harga 42.306,11 dollar Amerika per koin. Setara dengan Rp. 606.458.087 per koin.

Sementara Ethereum melesat 2,07% ke level 2.957,5 dollar AS per koin. Setara Rp. 42.395.763 per koin. Cardano justru terbang 7,56% ke 0,981 dollar Amerika atau Rp. 14.063 per koin.

Hari ini, bitcoin kembali menguat ke level 42.000 dollar Amerika, setelah beberapa hari sebelumnya bertahan di level 41.000 dollar Amerika. Sedangkan Ethereum semakin mendekati level psikologisnya di 3.000 dollar AS.

Namun meskipun begitu, beberapa analis tetap berhati – hati sekalipun ada kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir ini. Dikutip dari CoinDesk, analis di FxPro, Alex Kuptsikevich mengatakan bahwa.

Hal ini bukanlah lompatan pertama Bitcoin sejak awal Maret. Berbeda dengan sentiment netral atau negatif di pasar saham. Hingga kini, dorongan seperti itu tidak bisa dilakukan secara kokoh.

Sebab permintaan fundamental akan resiko ada di bawah tekanan yang sangat jelas. Selera resiko pasar perlahan mulai pulih. Ditandai dengan cerahnya lagi pasar saham global.

Pada perdagangan kemarin, bursa saham milik Amerika Serikat kompak menguat. Para investor kripto juga masih tetap memantau perkembangan dari seputaran perang antara Ukraina dengan Rusia.

Sikap yang Ditunjukkan the FED

Koran Crypto - Sikap yang Ditunjukkan the FED

Di sisi lain Joe Bide, seorang Presiden Amerika Serikat menilai bahwa Rusia terbentur tembok dan mendekati jalan buntu. Hal itu disebabkan karena perang dengan Ukraina.

Walaupun kripto cenderung memiliki sikap yang positif, namun risiko pasar masih tetap akan ada. Apalagi dengan adanya potensi sikap The FED, bank central Amerika Serikat yang ke depannya lebih agresif.

Maka hal tersebut tentu dapat memberi luka bagi aset digital ini. Pada hari Senin yang lalu Jerome Powell, ketua The FED mengatakan bahwa inflasi terlalu tinggi.

Dia berjanji akan mengambil langkah yang memang diperlukan untuk menekannya. Bahkan apabila harus menaikkan lebih dari 25 basis point per kenaikan. Pada hari Senin lalu, Jerome Powell juga mengatakan bahwa.

Apabila mereka, The FED menyimpulkan bahwa pantas untuk bergerak lebih agresif lagi. dengan cara menaikkan suku bunga federal fun lebih dari 25 basis pada tiap pertemuan. Tentu mereka akan melakukannya.

Beberapa pelaku pasar mulai menaikkan ekspentasi mereka untuk kenaikan suku bunga. Sebab ketua The FED, Jerome Powell mengatakan bahwa mereka akan bisa menggerakkan suku bunga acuan menjadi lebih agresif lagi.

The FED memperingatkan bahwa inflasi tidak akan bisa segera mereda dalam menanggapi kenaikan suku bunga awal. Bank central saat ini memproyeksi harga akan naik sebesar 4,3 persen selama tahun 2022.

Jauh di atas 2,6 persen yang diproyeksikan pada bulan Desember. Nanti pada tahun 2023, The FED berharap untuk menurunkan kecepatan menjadi 2,7 persen dan menjadi 2,3 persen pada tahun 2024.

- sponsor -