- sponsor -

Harga Dogecoin Ambruk || Tercatat, harga dari mata uang kripto memang bergerak secara variatif pada beberapa pekan lalu. Kini terpantau apabila mata uang satu ini menguat setelah sempat sebelumnya mengalami pelemahan.

Berdasarkan data Investing, jenis mata uang kripto terbesar seperti bitcoin tengah mengalami pemerosotan sebesar 0,86% ke level US$ 35.327,40 per koin atau setara dengan Rp. 507.760.938.

Kemudian Binance Coin dan Litecoin juga turun, di mana untuk Binance Coin sebesar 0,11% ke level US$ 334,35 per koin dan 0,51% ke level US$ 152, 45 per koinnya untuk Litecoin.

Tidak ketinggalan, Dogecoin juga ambles di mana mata uang satu ini turun sebesar 3,41% ke level US$ 0,270 per koin atau setara dengan nilai Rp. 3.887 per koinnya.

Harga Dogecoin Ambruk dan Pergerakan dari Mata Uang Kripto

Lain dari bitcoin, kripto terbesar kedua, Ethereum malah mengalami pelesatan yang cukup signifikan. Tercatat, Ethereum melesat sebesar 1,1% di mana masuk pada level US$ 2.205,86 per koinnya.

Kemudian, Chainlik dan Cardano juga mengalami penguatan di mana Chainlik melonjak sebesar 3,52% ke level US$ 21,21 per koin dan Cardani sebesar 0,22% ke level US$ 1,340 per koinnya.

Lewat beberapa pekan yang lalu, beberapa mata uang kripto memang masih lumpuh. Tidak sedikit dari mata uang tersebut yang melemah. Dari fenomena tersebut, tercatat apabila Dogecoin merupakan yang paling parah.

Dogecoin ambruk sebesar 15,38% pada beberapa pekan lalu. Lain daripada dogecoin, pelemahan yang paling kecil malah terjadi pada kripto Binance Coin di mana mengalami pemerosotan hampir 8% atau tepatnya 7,98%.

Pada hari Sabtu kemarin, Bitcoin juga dikabarkan anjlok sebesar 5,34% sampai dengan level support US$ 36.000. Terpantau hari berikutnya, bitcoin juga masih belum beranjak kembali ke level psikologisnya.

Anjloknya harga bitcoin memang membuat banyak para investor khawatir tentang adanya dead cat bounce dan juga death cross. Dua pertanda ini secara langsung dapat mengindikasikan pergeseran pada trend harga bulish masuk ke dalam trend bearish.

Deat Cat Bounce dan Deat Cross

Secara umum, deat cat bounce merupakan sebuah istilah dalam analisis teknikal yang menunjukkan keberlanjutan trend penurunan. Dalam kondisi, suatu aset akan dikatakan mengalami deat cat bounce apabila harganya merosot.

Tidak hanya merosot, aset tersebut juga kemudian perlahan berbalik di mana seolah-olah akan bangkit namun malah pada akhirnya merosot kembali. Analisa tersebut terjadi dengan perkiraan harga bitcoin yang merosot sampai ke level US$ 15.000-US$ 16.000.

Perlu diingat, istilah Deat cat bounce ini akan benar-benar terjadi jika harga bitcoin berhasil menembus ke bawah masuk pada level US$ 30.000. Namun kabar buruknya, Bitcoin juga sekarang ini sedang dibayang-bayangi dengan deat cross.

Berbeda dengan deat cat bounce, deat cross di sini merupakan istilah yang menunjukkan perpotongan indikator rata-rata 50 hari (moving average/MA 50) dengan rata-rata pergerakan yang mencapai 100 hari (MA 100) atau 200 hari (MA 200).Dalam posisi tersebut, MA 50 akan memotong MA 100 dan MA 200 dari posisi atas hingga bawah, di mana sudah jelas terjadi jika melihat pergerakan dari grafik harian bitcoin.

Namun terlepas dari itu semua, CoinDesk tetap mengakui apabila sejumlah analis tepat bulish pada bitcoin terhadap ekuitas. Apabila terjadi gelombang ekuitas yang turun kembali suatu hari nanti, kita akan berharap bitcoin dan emas menjadi penerima manfaat yang paling utama.

Lewat berita terupdate, tercatat apabila per pagi hari kemarin beberapa harga mata uang kripto berhasil rebound. Namun tetap saja, beberapa yang lainnya masih tercatat melemah.

- sponsor -