- sponsor -

Pasar crypto saat ini menjadi pilihan anak muda, tetapi tentu jika harga bitcoin tertekan bisa membuat panik siapa saja. Sehingga pemain harus benar-benar memperhatikan harganya apakah turun atau naik.

Hal tersebut akan sebanding dengan pendapatan nantinya. Sehingga bagi anda, baik pemula atau sudah memainkan lama harus benar-benar mengetahui pasar kripto. Anda juga harus tau cara menangani apabila ada masalah.

Harga bitcoin terus melonjak kebawah, bahkan pada hari kamis 6 januari 2022 merosot sampai US $42.400. Tentu saja hal ini sangat perlu diperhatikan agar anda tidak merugi saat main bitcoin.

Sehingga jika harganya terus merosot bisa berpotensi Death Cross. Secara teknikalnya gejala tersebut sudah ada sejak 16 November 2021. Saat angka menyentuh US$62.787 kemudian dibawah all time high yaitu US$69.000.

Kemudian angka tersebut bergerak kebawah dengan Moving Average atau (MA) dengan kisaran US$59.430. Pada time frame ini bisa menyebabkan death cross. Apabila MA50 bisa melintasi MA200 maka penurunan tidak terbantahkan.

Harga Bitcoin Tertekan, Berpotensi di Bawah US$40.000?

Koran Crypto - Harga Bitcoin Tertekan, Berpotensi di Bawah US$40.000?

Kemudian ada juga ulasan dari Mark Newton yang diungkapkan pada kamis pagi bahwa level US$45.655 menjadi support penting bagi bitcoin. Tetapi batasan tersebut terlepas, sehingga harga bitcoin tertekan sampai US$40.000.

Newton juga melakukan analisis teknikal, bahwa kripto sudah berbentuk flag pattern. Dimana pada level ini sudah tidak dapat mengimbangi 3 level terdahulu yaitu time frame dua jam.

Trader saat ini juga cenderung focus pada Altcoin. Selanjutnya Edward Moya, yang menjadi analis pasar senior mengungkapkan bahwa dekolerasi antara bitcoin dengan altcoin berdampak tekanan lebih pada BTC.

Menurut Newton sendiri penguatan BTC berlangsung waktu panjang, namun tahun ini akan ada masa sulit kripto menjadi nomer satu. Hal tersebut disebabkan karena trader fokusnya terhadap altcoin.

Kemudian terdapat korelasi positif pada pasar saham. Tentu pasar kripto merupakan kolerasi positif dari pasar saham walaupun tidak selalu terjadi. Korelasi terbukti pada indeks Nasdaq Composite fokus dengan teknologi.

Turunnya Bitcoin Menyebabkan Berbagai Perubahan

Korancrypto - Harga Bitcoin Tertekan Menyebabkan Berbagai Perubahan

Apabila acuan umum korelasi positif yaitu antara pasar modal AS serta pasar kripto maka jawabannya adalah kebijakan tapering. Bukan hanya itu saja namun kenaikan suku Bungan dengan acuan The Fed.

Korelasinya jika beberapa waktu setelah terbitnya hasil rapat the fed bulan Desember 2021 yang lalu. Bagi bank sentral, rencana adanya percepatan kenaikan suku bunga sudah pasti dan dimulai pada Maret 2022.

Dengan adanya kebijakan tersebut bisa menyelamatkan AS dengan inflasi besar. Dampaknya tentu ke stimulus ekonomi serta obligasi disebabkan pandemi mulai Maret 2020. Hal itu juga berpotensi golden cross.

Adanya system uang elektronik seperti bitcoin yang dirancang tahun 2008 disebabkan adanya krisis keuangan. Bitcoin sendiri merupakan penyeimbang pada system ekonomi dan cenderung adil bagi masyarakat terutama kelas bawah.

Selain itu sekaligus melindungi nilai karena penurunan fiat money. Bitcoin bulan Desember 2017, Chicago Mercantile Exchange menjual produk bitcoin untuk pertama kali. Kemudian tahun 2020 banyak perusahaan ramai membeli kripto.

Dengan tanda ini maka indikator semakin memperkuat bitcoin dengan jangka panjang. Karena keduanya berguna untuk meredam adanya volatilitas tinggi pada aset kripto. Sehingga anda harus benar-benar memahami kripto.

Tentu saja tidak mudah bermain kripto, namun jika salah langkah tentu sangat berbahaya dan indikasi rugi besar. Kenaikan atau penurunan harus dipantau setiap waktu, jangan sampai salah langkah.

Karena terdapat banyak informasi mengenai kripto maupun bitcoin. Kenaikan maupun harga bitcoin tertekan akan sangat berpengaruh pada pasar kripto, sehingga jangan sampai salah langkah saat bermain.

- sponsor -