- sponsor -

Harga mayoritas cryptocurrency atau mata uang kripto berkapitalisasi pasar terbesar mulai terkoreksi pada perdagangan hari ini. Untuk Harga bitcoin semakin meroket, terpantau kembali melesat hingga menyentuh level US$ 55.000 pada Kamis malam (7/10/2021).

Dalam sepekan terakhir, mata uang kripto terbesar dan paling populer, bitcoin terpantau terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dirilis oleh CoinMarketCap, mata uang digital Bitcoin, Ethereum dan polkadot terpantau terus menguat dibandingkan koin digital lainnya.

Saat ini bitcoin meroket 6.93% ke level US$ 54.840.21/koin. Nilau tersebut setara dengan 780.650.389/koin dalam mata uang rupiah. Sedangkan ethereum menguat 0.75% ke level US$ 3.521.36/koin atau setara dengan Rp 50.126.560/koin. Untuk polkadot menguat 0.96% ke level harga US$ 31.39/koin.

Pada pagi hari ini, kapitalisasi pasar bitcoin telah berhasil menyentuk kisaran US$ 1.03 triliun. Dengan harga yang terus meroket ini tidak heran jika popularitas bitcoin sebagai asset digital kian meningkat seiring berjalannya waktu.

Penyebab Harga Bitcoin Semakin Meroket Sebulan Terakhir

Korancrypto - Penyebab Harga Bitcoin Semakin Meroket Sebulan Terakhir

Dalam kurun waktu satu bulan ke belakang, harga koin kripto bitcoin memang terpantau terus mengalami peningkatan. Puncaknya saat ini harga bitcoin telah mencapai US$ 55.000/koin yang merupakan angka tertinggi dalam 5 bulan terakhir.

Berdasarkan data yang dilansir dari Coinshares per 1 Oktober 2021, arus masuk ke asset cryptocurrency telah mencapai US$ 90.2 juta selama sepekan. Bitcoin memimpin dengan peraihan US$ 69 juta. Secara keseluruhan dalam tujuh pekan terakhir, arus masuk asset kripto telah mencapai US$ 390 juta.

Meroketnya harga bitcoin bukan tanpa alasan. Menurut ahli strategi investasi, James Butterfill, disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya seperti berikut ini :

Meningkatnya Kepercayaan Investor

Salah satu penyebab utama dari meroketnya harga bitcoin adalah karena bertambah kuatnya kepercayaan para investor. Aset digital seperti bitcoin ini diyakini akan terus menguat di masa depan sehingga banyak orang tertarik untuk membelinya.

Adanya Dukungan dari Financial Times

Ketua SEC Gary Gensler dalam kesempatan konferensi Financial Timer pada minggu lalu mengungkapkan dukungannya untuk asset yang diperdagangkan pada platform pertukaran atau bursa Bitcon. Hal ini membuat bitcoin bisa menjadi salah satu investasi jangka panjang yang menjanjikan.

The Fed Tidak Melarang Kripto

Presiden Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) Jerome Powell dalam sambutannya di depan Kongres juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak ada niatan untuk melarang mata uang kripto. Ia juga menambahkan bahwa beberapa sektor telah mendukung transaksi dengan menggunakan koin digital tersebut.

Dollar AS yang Menguat

Menguatnya dollar AS ternyata juga menjadi salah satu penyebab dari harga bitcoin yang terus meroket. Dollar AS melejit terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan hari ini. Kondisi ini ternyata juga mendorong meningkatnya harga asset digital bitcoin.

Menurut ahli strategi komoditas senior Bloomberg, Mike McGlone, kenaikan harga bitcoin akan terus berlanjut hingga kuartal keempat. Hal ini dipengaruhi oleh resistensi psikologis berbalik ke support selama leg berikutnya pada pasar bull.

Harga bitcoin yang terus melonjak hingga saat ini berada di level tertinggi juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Di antaranya seperti faktor teknis, fundamental dan juga sentiment pasar. Hal ini membuat bitcoin semakin terlepas dari lingkungan makro yang lebih luas.

Di era digital seperti sekarang ini, instrument investasi memang semakin beragam. Bitcoin merupakan salah pilihan investasi yang cukup menarik di masa depan karena harganya terus meningkat dan cenderung lebih aman dibandingkan instrument lainnya.

- sponsor -