- sponsor -

Hacker Korut Retas Kripto game online Axie Infinity. Total kerugian yang diakibatkan oleh peretasan tersebut diketahui senilai 615 juta USD atau setara dengan Rp 8,8 triliun (dengan kurs Rp 14.360/USD).

Pemerintah Amerika Serikat menyebut bahwa peretasan tersebut memiliki kaitan dengan kelompok hacker yang diberi sebutan “Lazarus,”. Kelompok tersebut disebut oleh pejabat Amerika Serikat dikendalikan oleh biro Intelijen utama Korea Utara.

Amerika Serikat mengklaim peretasan besar-besaran terhadap uang kripto dari game Axie Infinity tersebut didukung oleh Korea Utara. FBI juga menyebutkan bahwa Korea Utara bertanggung jawab atau pencurian itu.

“Melalui penyelidikan, kami dapat mengonfirmasi Lazarus group dan APT38, pelaku cyber yang terkait dengan korut bertanggung jawab atas pencurian itu,” tegas FBI lewat pernyataan resmi yang dikutip dari CNBC.

Ditegaskan dalam BBC Internasional, di dalam game Axie Infinity. Para pemain bisa mendapatkan uang kripto di dalam permainan, baik lewat kemenangan dalam game, atau juga lewat perdagangan avatar dalam permainan tersebut.

Aksi Hacker Korut Retas Kripto Membuat AS Telah Menjatuhkan Sanksi Terhadap Lazarus Group

Korancrypto - Aksi Hacker Korut Retas Kripto Membuat AS Telah Menjatuhkan Sanksi Terhadap Lazarus Group

 

Departemen Keuangan AS kabarnya telah menjatuhkan sanksi terhadap grup hacker yang didukung oleh pemerintahan Korea Utara tersebut. Sebelumnya diketahui bahwa peretasan tersebut ditemukan pada 23 Maret, melalui yang disebut “jembatan”.

Jadi “jembatan” tersebut memungkinkan terjadinya transaksi atau pengiriman mata uang kripto dari blockchain yang satu ke blockchain yang lainnya. Pemerintah AS meyakini keterlibatan Korea Utara, karena departemen keuangan tersebut, mengizinkan “dompet” atau alamat mata uang kripto tertentu digunakan untuk menguangkan perterasan Axie Infinity tersebut.

Serangan yang dilakukan oleh hacker terhadap kripto tersebut membuat khawatir banyak pihak. Kripto kini banyak digunakan sebagai alat transaksi sekaligus alternatif untuk menghindari sanksi internasional, seperti yang dilakukan oleh Korea Utara.

Amerika Serikat kabarnya telah melarang individu atau perusahaan di Amerika untuk melakukan transaksi lewat akun ethereum, dengan tujuan untuk mencegah para peretas mencairkan dana hasil curian tersebut.

Dompet digital ethereum tersebut memiliki hubungan dengan Ronin Network yang mendukung game blockhcain seperti Axie Infinity tersebut. Sanksi yang dibuat AS diharapkan mampu mengurangi kerugian akibat peretasan.

Hacker Korut Populer Setelah Meretas Sony Pictures

Korancrypto - Hacker Korut Populer Setelah Meretas Sony Pictures

Lazarus grup yang disebut oleh FBI sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam peretasan kripto game Axie Infitiy tersebut mulai dikenal public sejak melakukan peretasan terhadap Sony Picture pada tahun 2014 lalu. Tidak hanya melakukan peretasan, hacker tersebut juga membocorkan data rahasia ke public.

Dalam melakukan aksinya, hacker Korut tersebut meminta agar pihak Sony menghentikan penayangan film The Interview. Film tersebut memuat tentang komedi satir tentang rencana pembunuhan presiden Korea Utara Kim Jong Un.

Panel PBB juga telah membuat tuduhan bahwa Korea Utara melakukan pencurian dana seperti peretasan Kripto. Hal tersebut sebagai penyokong program pengembangan nuklir dan rudal balistik mereka, yang saat ini mendapat kecaman dari banyak pihak. PBB menyebut pencurian dana sebagai cara Korea Utara menghindari sanksi internasional.

Laporan militer AS juga menyebutkan bahwa Korea Utara telah memulai program peretasan sejak tahun 1990-an. Dan diyakini telah berkembang menjadi unit perang siber yang anggotanya berkisar 6.000 orang.

Unit tersebut dikenal dengan nama Bureau 121 dan beroperasi dari banyak negara seperti China, Rusia, Malaysia, India, dan Belarusia. Korut dikenal telah sering melakukan peretasan dan pencurian aset kripto, seperti yang terlihat dari hasil analisis Blockchain Chainalysis yang menyebut kerugian peretasan dari Korut mencapai 400 Juta USD.

- sponsor -