- sponsor -

Korancrypto.com – Perwakilan industri game Korea Selatan mengatakan bahwa game online berbasis blockchain telah mati karena pemerintah melarang game tersebut.

Sebuah regulator dari pemerintah baru saja melarang Infinity Star, sebuah game yang menggunakan Ethereum ERC 721 Non Fungible Token (NFTs).

Pekan lalu, Komite Pemeringkatan dan Administrasi Game (GRAC) yang ditugaskan untuk mengawasi industri game dinegara tersebut menolak peringkat untuk Infinity Star, sebuah game yang dikembangkan oleh perusahaan domestik NodeBrick.

Karena tidak mempunyai peringkat GRAC, maka game tersebut tidak bisa di distribusikan di Korea Selatan.

Menurut NSPNA, GRAC menyatakan bahwa barang yang diperoleh pemain dapat diperjual belikan di blockchain Ethereum.

“Banyak perusahaan game dalam negeri telah memasukkan banyak uang ke dalam game dapps (aplikasi terdesentralisasi), mengantisipasi bahwa posisi pemerintah pada cryptocurrency sebenarnya akan melunak di masa depan. Jujur, saya tidak tahu di mana keputusan ini meninggalkan mereka.”

Untuk game berbasis blockchain yang diciptakan oleh pengembang di luar negeri juga saat ini mulai dicegah masuk ke Korea Selatan. Tercatat bahwa pemerintah telah memblokir game dari negara Amerika Serikat dengan pendapatan USD 5 miliar setahun.

Bagaimana menurut kamu tentang game online berbasis blockchain ini, apakah memang seharusnya tidak di ijinkan atau malah di ijinkan ?

Sumber : Cryptonews

- sponsor -