- sponsor -

Dogecoin Jadi Aset Kripto | Popularitas Dogecoin sempat menanjak dan jadi sorotan beberapa waktu setelah cuitan Elon Musk lewat akun Twitter pribadinya. CEO Tesla dan SpaceX itu secara terang-terangan mendukungnya sebagai aset kripto terbaik dunia.

Kini, apa yang dikatakan oleh Elon Musk itu menjadi kenyataan. Bukan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, Dogecoin tampil dengan volume nilai transaksi terbesar untuk bursa mata uang digital Indonesia.

Nilai Transaksi Mencapai Rp33,5 Triliun | Koran Crypto

Nilai Transaksi Mencapai Rp33,5 Triliun

Transaksi yang berhasil dihimpun oleh Dogecoin, menurut data yang dikeluarkan oleh Indodax mencapai Rp33,5 triliun pada tahun 2021. Nilai tersebut merupakan total volume terbesar dan berhasil mengalahkan aset kripto lainnya.

Posisi tersebut membuat Dogecoin berada di urutan pertama dengan volume transaksi terbesar untuk bursa kripto Indonesia. Menyusul di bawahnya, ada Bitcoin yang volume transaksinya mencapai Rp24 triliun pada posisi kedua.

Sedangkan di urutan ketiga, ada Binance Coin yang membukukan volume transaksi sebesar Rp19 triliun. Melihat perkembangan yang ada, prestasi ketiga mata uang digital ini menjadi angin segar bagi bursa lokal.

Dogecoin sendiri diciptakan oleh Jackson Palmer dan Billy Markus pada tahun 2013, sebagai lelucon yang ‘mengolok-olok’ antusiasme masyarakat pada cryptocurrency. Tidak disangka, keberadaannya justru moncer dan banyak dicari oleh investor.

Nama dan logonya berasal dari anjing Shiba Inu dalam meme “doge”, yang kemudian menjadi populer di internet pada tahun yang sama. Aset tersebut kemudian meraih popularitasnya berkat rekomendasi Elon Musik.

Jadi Aset Kripto Favorit Elon Musk | Koran Crypto

Jadi Aset Kripto Favorit Elon Musk

Elon Musk sangat rajin merekomendasikannya melalui cuitan di akun Twitter pribadinya. Pria yang juga memiliki perusahaan penggali terowongan bernama The Boring Company itu menganggap bahwa Dogecoin adalah aset kripto favoritnya.

Uniknya, cuitan Elon Musk seringkali menjadi rujukan para investor mata uang kripto dunia. Terutama Dogecoin, nilainya tiba-tiba naik secara drastis setiap Musk membagikan pendapat positifnya mengenai perkembangan dari aset tersebut.

Para investor dan pedagang di bursa kripto internasional tentu tidak ingin ketinggalan momen tersebut. Mereka melakukan aksi borong Dogecoin sebanyak-banyaknya karena nilainya melambung naik berkat rekomendasi pribadi dari Elon Musk.

Harga Dogecoin pertama kali mulai melonjak pada awal tahun 2021 setelah Elon Musk memulai cuitan di akun Twitter pribadinya dengan kata-kata “Doge Barking at the Moon.”, sehingga membuat investor heboh.

Tingginya nilai Dogecoin di mata investor, berhasil menempatkannya sebagai di 1 dari 10 cryptocurrency paling berharga jika diukur dengan kapitalisasi pasar. Jumlahnya bahkan di atas beberapa bank besar seperti Barclays.

Potensi dari Dogecoin Jadi Aset Kripto di Indonesia | KoranCrypto.com

 

Potensi dari Dogecoin Jadi Aset Kripto di Indonesia

Selama pandemi virus corona, harga Dogecoin sempat melonjak lebih dari 600% setelah viralnya tantangan untuk membeli aset tersebut senilai £$1 per koin yang dilakukan oleh Pengguna TikTok bernama James Galante.

Selain itu, Dogecoin juga dipopulerkan oleh Elon Musk yang berhasil membuat sentimen pasar kripto global bergejolak. Mata uang digital tersebut secara perlahan akhirnya naik dan berhasil mencapai nilai tertinggi.

Kondisi bursa kripto Indonesia sendiri sedikit banyak dipengaruhi oleh tren yang terjadi di pasar global. Seperti Dogecoin misalnya, mata uang digital tersebut berhasil membukukan catatan positif hingga tahun 2021 ini.

Dengan capaian volume transaksi sebesar Rp33,5 triliun pada tahun 2021, Dogecoin menjadi salah satu aset kripto paling potensial di Indonesia. Terlebih, kini semakin banyak calon investor dan pedagang baru bermunculan.

Kenyataan tersebut berjalan beriringan dengan semakin besarnya minat masyarakat Indonesia mengenai dunia cryptocurrency. Bukan tidak mungkin, pasar lokal nasional nantinya akan menjadi spektrum bisnis kripto terbesar di kawasan Asia Tenggara.

- sponsor -