- sponsor -

Pada akhir pekan lalu nampak Crypto Winter : Bitcoin dan mengalami terjun bebas mencapai titik terendah $17.601 Namun per 20 Juni 2022 nampak menguat 5% kembali ke level $20.000.

Penguatan ini diasumsikan karna Bitcoin sudah oversold sehingga tingkat jual mereda. Kemudian dimanfaatkan oleh trader untuk buy the dip dan mengakibatkan kembali naiknya nilai Bitcoin dalam jangka pendek.

Namun tren Kripto dinilai terus menurun dimana sebelumnya pada November 2021. Kapasitas pasar kripto mencapai $3 Triliun sedangkan saat ini mengalami penrunan sampai dengan $1,2 triliun per hari jumat lalu.

Semua bermula pada hari Minggu, 13 Juni 2022 dimana sebuah shadow bank kripto bernama Celsius Network mengehentikan semua penarikan, swap dan transfer antar akun.

Pada akhirnya kondisi ekonomi makro yang sedang buruk secar umum menjadi salah satu penyebab utama dari penurunan nilai uang kripto.

Hal ini sekaligus menampik mitos atau klaim bahwa kripto memiliki ketahanan terhadap permasalahan keuangan model lama.

Fenomena penuruan nilai Kripto ini bukan pertama kali terjadi dimana pada desember 2017 Bitcoin pernah mencapai harga tertingginya di level $19.500. Kemudian anjlok pada tahun 2018 sampai dengan $3.300. Secara perlahan pulih sampai dengan November 2021 Bitcoin mencapai harga tertingginya yakni $68.990.

Bitcoin Menguat Setelah Crypto Winter, Petanda Baik?

Korancrypto.com - Bitcoin Menguat Setelah Crypto Winter, Petanda Baik?

Fenomena penurunan ini disebut sebagai Crypto Winter dimana hampir semua aset kripto akan mengalami “tidur” untuk waku yang lama.

Praktisi investasi dan perusahaan Kripto seperti Coinbase menghimbau investor untuk berhati-hati terhadap fenomena Crypto Winter ini. Bitcoin sendiri telah kehilangan nilainya sebanyak 70% jika membandingkan data per tanggal 11 November 2021 sampai dengan 15 Juni 2022.

Penurunan terbesar nilai Bitcoin terjadi pada 1 minggu terakhir dimana 1 minggu tersebut dinilai sebagai minggu paling dramatis dalam sejarah Uang Kripto.

Tidak hanya itu, merosotnya mata uang kripto lain seperti Luna yang kehilangan nilainya sampai dengan 99% juga memberikan dampak signifikan terhadap sentimen pasar.

Menurut Willia Luther, Profesor ekonomi Atlantic Univercity Florida, Fenomena Crypto winter merupakan hal yang lumrah terjadi. Luther menghimbau investor tidak panik dan mencoba melihat jangka panjang.

Belajar dari masa lalu, sejarah pasti berulang. Kita sudah pernah melewati titik tertinggi Bitcoin 2 kali dan saat ini adalah crypto winter kedua. Luther melihat fenomena ini sebagai bahan pembelajaran untuk berhati-hati dalam berinvestasi.

Buat portofolio instumen investasi yang memiliki diversitas tinggi sehingga apabila terjadi sesuatu pada satu instrumen investasi kita. Maka masih ada instrumen lain yang menjadi backup.

“Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang yang sama. Jika keranjang itu jatuh, maka kamu akan kehilangan semua telurmu.”

Penurunan nilai kripto juga memukul startup Kripto terbesar di Amerika yakni Coinbase yang mengalami penurunan nilai saham sebesar 26% selama satu minggu terakhir.

CEO Coinbase Brian Armstrong memutuskan untuk memecat 1.100 pekerjanya. Padahal sebelumnya Coinbase mengalami pertumbuhan karyawan yang sangat besar yang pada 2021 mengalami penambahan hampir 2 kali dari 3.730 pekerja menjadi 6000.

Bukan hanya Coinbase, beberapa platform pertukaran kripto seperti Crypto.com dan Gemini juga mengikuti jejak yang sama dengan memulangkan beberapa karyawannya.

Sampai saat ini masih belum dapat diprediksi. Kapan crypto winter ini akan berakhir dan sangat mungkin untuk terjadi dalam waktu yang lama.

- sponsor -