- sponsor -

Kabar mengejutkan datang dari Rusia di mana pihak presiden mengisyaratkan bahwa crypto menjadi alat pembayaran. Vladimir Putin mengatakan pernyataan tersebut di tengah meningkatnya pengawasan dari pihak regulator khusus mata uang digital.

Padahal sekarang banyak pihak khawatir mengenai Cryptocurrency sebab bisa dimanfaatkan untuk pencucian uang maupun kegiatan kriminal. Padahal Cryptocurrency memiliki hak untuk eksis dan bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang sah.

Namun selain mengisyaratkan bahwa itu bisa dijadikan sebagai alat pembayaran tetapi ia juga memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan mengenai penggunaan mata uang digital khususnya dalam perdagangan minyak dan komoditas lainnya di bidang ekspor Rusia.

Tentunya pernyataan mengenai crypto menjadi alat pembayaran ini karena pihak Rusia mulai mencari alternatif penggunaan dolar Amerika serikat dalam perdagangan. Tepatnya hal ini dilakukan sejak pemberian sanksi pada tahun 2014 karena mencaplok Krimea.

Presiden Putin sendiri menuduh pihak Amerika menggunakan mata uang mereka sebagai senjata. Tentunya dukungan yang diberikan oleh pihak presiden Rusia ini memberikan angin segar kepada pendukung Crypto.

Karena para pendukung Crypto memiliki pendapat bahwa uang terdesentralisasi itu pada akhirnya bisa menggantikan mata uang fiat yang telah dikeluarkan oleh bank sentral. Apalagi sekarang Crypto mulai dilirik oleh para investor.

Terbukti sampai sekarang berbagai macam jenis aset Crypto mulai banyak digunakan bahkan nilainya terus menguat di pasaran. Jadi para investor juga bisa memilih jenis investasi apa yang bisa mereka ambil.

Rusia Tidak Melarang Crypto Menjadi Alat Pembayaran Mengisyaratkan

Korancrypto - Rusia Tidak Melarang Crypto Menjadi Alat Pembayaran Mengisyaratkan

Selain presiden Rusia maka wakil menteri keuangan memberikan pendapat bahwa pihak mereka tidak berencana melarang kegiatan Cryptocurrency seperti yang dilakukan oleh Cina. Kondisi ini disambut baik oleh pihak-pihak yang berkecimpung di dunia Crypto.

Apalagi sampai sekarang terdapat beberapa negara yang melarang adanya aktivitas Crypto salah satunya Cina. Sebab negara tersebut pada tahun ini telah mengambil tindakan keras mengenai industri Crypto.

Bahkan pada bulan September lalu pihak mereka melarang adanya transaksi crypto menjadi alat pembayaran. Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan langkah yang diambil oleh para pemimpin Rusia.

Bahkan isyarat mengenai Cryptocurrency ini tidak hanya datang dari Rusia tetapi juga dari Gedung Putih, di mana pihak mereka juga mempertimbangkan mengenai peluncuran inisiatif luas untuk meninjau dan mengkoordinasi mengenai kebijakan Crypto di dalam pemerintahan presiden Amerika sekarang yaitu Joe Biden.

Tentunya peninjauan ini dipercaya bisa melahirkan peraturan baru. Dengan adanya dukungan dari negara seperti yang dilakukan oleh Rusia semakin membuat orang-orang yang berkecimpung di dunia Crypto semakin mempertimbangkan mata uang digital ini sebagai salah satu investasi mereka.

Adanya Peringatan dari Pihak Bank Sentral Rusia

Korancrypto - Adanya Peringatan dari Pihak Bank Sentral Rusia

Walaupun pihak presiden Putin mengisyaratkan bahwa crypto menjadi alat pembayaran tetapi terdapat peringatan dari pihak bank sentral mengenai Cryptocurrency ini. Sebab pihak bank sentral telah berulang kali memperingatkan pihak investor bahwa pasar Crypto sangat fluktuatif.

Jadi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya maka aset Crypto tidak bisa diprediksikan serta mudah mengalami perubahan. Tidak heran jika pihak bank sentral melarang penggunaan aset Crypto sebagai metode pembayaran di dalam negeri.

Namun hal ini tidak menjadi halangan di mana setiap harinya peminat untuk menginvestasikan dana ke dalam aset Crypto terus meningkat. Bahkan kepopuleran Crypto tidak hanya di Rusia tetapi juga di seluruh dunia.

Apalagi pernyataan dari presiden Putin ini semakin mengguncang pasar Crypto. Oleh sebab itu inilah informasi mengenai crypto menjadi alat pembayaran yang didukung oleh pihak presiden Putin walaupun beberapa pihak di dalam negara tersebut belum mendukung sepenuhnya.

- sponsor -