- sponsor -

Crypto Dilarang || Crypto merupakan mata uang virtual yang bisa dijadikan alat tukar pada jual beli digital. Karena memiliki nilai dan keuntungan besar, tidak heran dijadikan objek tambang bagi banyak orang seluruh dunia.

Tidak ketinggalan salah satu negara kawasan Asia yaitu Iran mulai menggemarinya. Tapi ternyata saat ini menimbulkan beberapa permasalahan kebutuhan negara. Termasuk didalamnya listrik di mana tidak mencukupi seperti biasa lagi.

Perkembangan Dunia Crypto di Iran
Perkembangan Dunia Crypto di Iran

Perkembangan Dunia Crypto di Iran

Dilansir dari Al Jazeera, perkembangan Crypto Iran sepertinya tidak dapat dilakukan beberapa waktu ke depan. Hal ini disebabkan karena adanya peraturan untuk penghentian sementara. Tapi nantinya tetap bisa dilanjutkan kembali.

Meski begitu penambang dari Iran sepertinya harus bersabar dalam waktu cukup lama. Terlebih penghentian kegiatan cyrpto akan dilakukan sampai September 2021. Di mana kurang lebih mencapai waktu sekitar 4 bulan.

Predien Hassan Rouhani sebelumnya telah menjelaskan mengenai masalah terlalu banyak penggunaan listrik. Hasilnya terjadi pemadaman dalam kurun waktu terlalu dekat. Bahkan setiap hari bisa terjadi mati listrik.

Menurut Rouhani, “banyak orang Iran mulai tertarik mempelajari tentang Crypto supaya memperoleh bitcoin.” Memang dianggap menguntungkan buat dilakukan. Apalagi mudah didapatkan karena cara mempelajarinya ada diinternet.

Kegiatan penambangan uang digital seperti bitcoin sama sekali tidak dilarang di Iran. Tapi pemerintah tetap menyarankan supaya warnanya menjalankan kegiatan secara resmi. Jangan ilegal karena merugikan diri sendiri maupun pemerintah.

Terlebih lagi sampai sekarang di dunia banyak pertambangan ilegal sudah dilakukan. Hal ini ternyata mampu menyebabkan masalah terus bermunculan setiap hari. Terutama jika ada kaitannya sama penipuan online.

Sementara itu penggunaan daya dari beberapa negara pegiat bitcoin seperti Amerika Serikat semakin hari terus membesar. Apalagi menjadi kiblat sehingga banyak yang memakai. Bakal terus memburuk apabila dalam waktu lama.

Lalu jika kita melihat apakah bisa berhasil warga Iran menambang crypto, jawabannya benar. Apalagi sudah menjadi salah satu negara paling berpengaruh di asia bahkan dunia. Tidak dapat kita remehkan kekuatannya.

Crypto Dilarang atas Permasalahan Penggunaan Listrik Berlebih 
Crypto Dilarang atas Permasalahan Penggunaan Listrik Berlebih 

Crypto Dilarang atas Permasalahan Penggunaan Listrik Berlebih 

Munculnya pemadaman terlalu banyak memang terbukti menjadi masalah besar bagi Iran. Apalagi negara tidak dapat melakukan kegiatan administrasi seperti seharusnya. Begitu juga kekacauan bisnis yang dialami warga negara.

Sementara itu dalam bidang Crypto sendiri, masalah pemadaman terjadi karena ada penambangan ilegal. Di mana ternyata harus memakai daya sebesar 2000 MW setiap harinya. Tentu menjadi jumlah besar untuk Iran.

Apalagi jika tidak dilakukan secara ilegal, hanya memakan daya sebesar 300 MW saja. Tentu saja secara kasap mata sudah terlihat perbedaan terlalu jauh. Makanya harus dikurangi yang sifatnya mining ilegal.

Terlebih lagi sebenarnya masalah pemadaman listrik bukan hanya disebabkan oleh crypto saja. Melainkan pembangkit listrik tenaga air milik pemerintah tidak bekerja dengan baik. Apalagi belakangan Iran tidak didatangi hujan lagi.

Dengan adanya curah hujan kurang tinggi kemungkinan kekurangan tenaga listrik bakal terus terjadi. Mungkin PLTA tetap masih dapat bekerja, tapi hasil listrik tidak banyak. Hasilnya pemerintah perlu memutar otak kembali.

Dalam jangka waktu pembatasan atau pemberhentian kegiatan mining Crypto, diharapkan bakal lebih baik. Terutama mampu menyimpan daya listrik lebih banyak. Jika ditambah curah hujan membaik, pasti dipercepat penghentian pelarangannya.

Tapi jika kita memperhatikan tentang masalah yang muncul, kemungkinan tidak akan menjadi konflik lebih besar. Terutama jika sudah dicari apa penyebab lain dari matinya listrik di negara jazirah arab tersebut.

 

- sponsor -