- sponsor -

Coinbase Akan Bangkrut setelah mengatakan kalau koin kripto mereka bisa menjadi objek kebangkrutan. CEO Brian Armstrong menilai kalau ada risiko baru terkait koin ini, tetapi belum ada alasan pasti kalau koinnya 100% bangkrut. Tetapi jika itu sampai kejadian, aset investor tidak aman.

Platform pertukaran koin kripto Coinbase telah peringatkan investor untuk tetap pertahankan aset mereka meskipun US Securities and Exchange Council (SEC) telah melihat kalau kripto ini bisa menjadi objek bangkrut, dan segala properti yang ada di dalamnya bisa menjadi bukti.

Di sisi lain, CEO dan Founder dari platform dagang lain menambahkan kalau segala aset yang mereka miliki di Coinbase bisa menjadi hilang jika platform tersebut bangkrut. SEC sendiri melihat kalau Coinbase bisa menjadi objek kebangkrutan dikarenakan laporan kuartal.

Di sana tertera kalau Coinbase telah menuliskan risiko baru dan penahanan beberapa koin dagang seperti Bitcoin, Dogecoin, dan sejumlah aset Coinbase yang lain. Bahkan dalam hanya 1 bulan, nilai Coinbase telah jatuh drastis dan pemilik aset telah banyak menjual asetnya.

Menyebabkan Nilai Pasar Mata Uang Kripto Turun Drastis

Korancrypto - Menyebabkan Nilai Pasar Mata Uang Kripto Turun Drastis

“Ini terjadi dalam jumlah yang besar. Coinbase menahan aset senilai 256 milliar USD dari para pemilik aset pada 31 Maret”, perjelas SEC dalam keterangan kebangkrutan Coinbase. Dan sejak statement ini keluar, pada hari ini bisa melihat kalai nilai pasar kripto turun drastis.

Sebelumnya, Coinbase telah memperjelas kalau kehilangan 430 juta USD pada Net Q1. Di sisi lain, koin platform Coinbase (NASDAQ: COIN) kehilangan senilai 30% dalam waktu singkat. Jika melihat lebih jauh lagi, dalam 12 bulan terakhir sudah kehilangan 80% dari value-nya.

Alasan mengapa nilai Coinbase jatuh bebas adalah dalam beberapa tahun terakhir, Coinbase tidak menyediakan banyak pembaruan kepada para investor kripto. Revenue dan Pendapatan dari para pemilik aset juga secara drastis berkurang, dan mindset pemilik kripto berubah.

Dalam pandangan singkat ini, perbandingan platform lain ke Coinbase sangat jauh. Terutama di Q1 2022, perusahaan ini cenderung menjadi salju kripto, atau diartikan sebagai “banyak investor, tetapi semua rugi”, padahal sering ada kesempatan besar untuk update ke baru.

Coinbase juga telah menunjukkan gejala platform yang akan bangkrut. Misalnya sistem yang sudah tidak sebagus biasanya, hingga sektor keamanan menjadi perhatian. Platform ini telah berhasil membuat aset yang investor miliki dalam bahaya, posisinya bisa gagal di future.

CEO Akan Bangkrut, Namun Menjelaskan Sekarang Masih Belum Ada Tanda-Tanda Pasti

Koran Crypto - CEO Akan Bangkrut, Namun Menjelaskan Sekarang Masih Belum Ada Tanda-Tanda Pasti

Meskipun Coinbase telah dilaporkan kehilangan sebesar 430 juta USD dalam net Q1 atau 1.98 USD per pembagian, user yang aktif di platform ini masih sangat melimpah. Analis melihat ini sebagai salah satu media untuk mencegah Coinbase bangkrut dalam waktu yang dekat.

Investor tentu saja cukup terkejut dengan track record yang memburuk ini, karena sebelum pandemi. Coinbase dikenal sebagai salah satu platform yang sangat inovatif serta bisa hadir membantu transaksi kripto yang serba mudah, tetapi di saat ini semuanya tidak terjadi.

Menurut sang CEO, di tengah kondisi seperti ini mereka telah pikirkan cara agar tidak terjadi masalah besar pada Coinbase. Brian Armstrong menjelaskan kalau semuanya akan aman, dan belum ada tanda pasti kalau Coinbase akan bangkrut, sehingga aset investor juga aman.

Coinbase sedang di kondisi yang tidak bagus, dan bahkan telah dilaporkan akan bangkrut. Di sisi lain, sang CEO berusaha meyakinkan para investor untuk tidak menjual aset mereka lebih dulu agar bisa membantu mencegah kebangkrutan ini. Nilai COIN bahkan turun drastis.

- sponsor -