- sponsor -

Sebelum anda berinvestasi dalam kripto, sebaiknya kenali terlebih dahulu ciri dari kripto abal – abal, sehingga anda tidak salah investasi dan tidak menjadi korban penipuan. Popularitas mata uang kripto saat ini semakin meningkat.

Bahkan jenis mata uang kripto yang beredar di pasaran jumlahnya mencapai ribuan. Kesuksesan kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan yang lainnya, membuat banyak pihak ingin menghadirkan cryptocurrency baru.

Bahkan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg juga berencana membuat mata uang kripto sendiri. Banyak investor menilai kripto baru, menjanjikan potensi profit yang lebih tinggi karena penambangnya belum banyak, dan aset tambangnya juga masih luas.

Hanya saja, banyak juga kripto abal – abal yang beredar di pasaran. Sangat penting untuk melihat secara teliti aset kripto tersebut agar anda tidak menjadi korban penipuan. Lebih baik pelajari entitas tersebut sebelum menjadikannya investasi.

Ciri Kripto Abal – Abal yang Harus Dihindari Setiap Investor

Sudah banyak investor yang meraih profit besar lewat investasi dalam crypto seperti Bitcoin dan juga Ethereum. Hal ini membuat cryptocurrency baru juga mulai bermunculan. Agar anda tidak menjadi korban penipuan, sebaiknya pahami ciri dari entitas kripto bodong tersebut.
Ciri Kripto Abal - Abal yang Harus Dihindari Setiap Investor

Kripto Bodong Umumnya Menawarkan Imbalan Besar

Banyak masyarakat tertarik dengan potensi profit dari kripto, hanya saja banyak orang tidak mau mendalami seluk beluk mata uang tersebut. Akibatnya para penipu memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk meraup keuntungan pribadi.

Salah satu ciri dari kripto abal – abal tersebut adalah menawarkan imbalan besar. Hal ini jelas penipuan, karena kripto ternama seperti Bitcoin sekalipun tidak menjamin adanya imbalan. Dalam investasi risiko tentu selalu ada, demikian juga dengan entitas kripto tersebut.

  1. Kripto Dikemas dalam Bentuk MLM
    Ciri lain entitas aset kripto yang perlu dihindari adalah menerapkan skema piramida atau sistem MLM. Dalam hal ini, investor disuruh merekrut orang lain untuk bergabung membeli entitas aset kripto tersebut, sehingga mendapatkan imbalan besar.
    Hal ini jelas merugikan, karena entitas aset kripto abal – abal tersebut tidak menghadirkan sistem investasi, melainkan kecurangan. Jadi, ketika ada entitas kripto baru yang menawarkan banyak bonus, anda sebaiknya menghindarinya.
  1. Menawarkan Keuntungan Tetap
    Banyak cara yang dilakukan oleh penipu untuk mengget korbannya, salah satunya dengan menawarkan keuntungan tetap lewat kripto tersebut. pada banyak kasus, investor dijanjikan meraih untung hingga 15% setiap bulannya.
    Kripto abal – abal tersebut jelas harus dihindari, karena dalam investasi tidak ada sifatnya keuntungan tetap. Bahkan Bitcoin yang paling populer sekalipun masih kerap mengalami penurunan harga ektrim. Sangat penting untuk tidak tergiur oleh penawaran yang berlebihan tersebut.
  1. Tidak Bisa Diperdagangkan di Exchange Ternama
    Salah satu cara mengetahui apakah entitas aset kripto baru tersebut asli adalah dengan mengeceknya di Exchange ternama. Mata uang kripto yang populer umumnya bisa diperdagangkan di Exchange seperti Binance, Bitfinex, Indodax, dan yang lainnya.
    Jika kripto baru tersebut tidak bisa diperdagangkan pada exchange populer, kemungkinan besar aset tersebut merupakan kripto abal – abal. Jika tidak bisa diperdangkan, maka percuma kripto tersebut anda miliki. Entitas eset kripto semakin menjanjikan bila banyak orang mengetahuinya dan proses perdangannya mudah.

Kripto yang sudah populer seperti bitcoin dan sejenisnya memiliki harga relatif tinggi, sehingga banyak orang lebih memilih berinvestasi dalam entitas aset kripto baru. Hanya saja, sulit memprediksi apakah aset tersebut akan menjanjikan atau tidak.

- sponsor -